Terjebak Rindu


Rindu kamu

Ya, aku terjebak rindu
Yang rasanya tak terbayarkan sampai hadir kamu disini bersamaku

Aku terjebak rindu
Yang manisnya tak bs ditandingi oleh madu
Hanya dengan berbekal sekelumit kisah lalu denganmu

Aku tak bisa lagi berdalih,
Aku benar-benar terjebak rindu
Yang keterjebakannya kunanti karna ada kamu memenuhi ruang rindu

Aku terjebak rindu
Rindu pada kamu yang katanya hanya teman biasa tapi selalu jadi peran utama dalam setiap titik-titik memori berjangka-jangka waktu

Ah, aku telah terjebak rindu
Rindu yang melelahkan yang mampu membuat nafasku memburu dan hidup lebih lama dalam kaku
Kaku dalam ketidakmampuanku menghindari kamu sebagai satu-satunya yang selalu aku rindu

Aku terjebak rindu,
Rindu yang semakin menjadi
Hanya padamu pewarna masa depanku
Yang entah siapa..

Jakarta, 140512, 22.41

Advertisements

4 thoughts on “Terjebak Rindu

  1. selalu ada senyum terkulum
    menyaksikan (siapapun itu) berdialog tentang cinta
    cinta memang sesuatu yang berani
    berani membuat orang kuat menjadi lemah, orang rapi menjadi kacau, orang tegar menjadi cengeng
    begitu juga sebailknya, orang lemah menjadi kuat, orang kacau menjadi rapih, orang cengeng menjadi tegar
    itulah cinta, satu sebab berbeda akibat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s