Soal Berbagi Peran di Lingkungan Tempat Tinggal


image

Gambar dari http://www.redeemerschoolwestfield.com/neighborhood.html

Bawaan nganggur jd malah produktif nulis. Yg biasanya cm jd tulisan di path, mending kita jadikan tulisan blog meskipun pendek2.

Masih soal berbagi peran, tapi kali ini peran kita dalam lingkungan tempat tinggal. Saya dan suami yg telah memutuskan untuk membangun keluarga di lingkungan tempat tinggal saat ini tentu sangat berkepentingan untuk melibatkan diri lebih jauh dalam silaturahim dan kegiatan lingkungan. Sedikit kendalanya adalah kami sama-sama bekerja, sehingga waktu untuk terlibat aktif dalam lingkungan terbatas pada weekend dan itupun ketika tidak bertabrakan dengan urusan lainnya yang kadang tidak bisa ditinggalkan.

Sedikit berbagi saja, saya memang bekerja di Jakarta, tapi pekerjaan saya bukan jenis pekerjaan yg menyita waktu dan ber-PR banyak diluar hari kerja. Bisa dibilang meski waktu weekdays saya habis dalam menempuh perjalanan Bogor-Jakarta-Bogor, tapi waktu saya lebih fleksibel dibanding suami yg bekerja di Bogor. Suami punya lebih banyak agenda yg lebih menyita waktu dan konsentrasi. Hal ini membuat saya memposisikan diri untuk menjadi lebih aktif memanfaatkan weekend dengan warga lingkungan tempat tinggal.

Kami menyadari betapa penting menjaga hubungan baik dengan tetangga sebagai orang yg paling dekat dan paling pertama bisa memberi pertolongan ketika terjadi sesuatu, meskipun sampai sekarang saya belum tergolong berhasil mengenal tetangga kanan kiri depan belakang dikarenakan sulit bertemu. Persis seperti kejadian minggu ini, saya mendapatkan pertolongan pertama dari tetangga ketika saya berada dalam kondisi kesehatan yg sedang kurang baik. Betapa sangat terbantunya saya dan suami, yg pada saat saat kejadian sedang berada ditempat bekerjanya.

Nah berkaca dari itu semua, saya berusaha untuk ikut berpartisipasi dalam arisan ibu-ibu kompleks. Meskipun hanya 1x/bln, setidaknya cukup untuk mengenalkan kepada warga setempat bahwa kami ada diantara mereka. Kebetulan saya orang yg suka berkenalan dan bertemu banyak orang, jadi tidak sulit untuk saya memaksa melibatkan diri. Untuk teman-teman yg mungkin kurang suka kumpul-kumpul, kalau boleh saran, tetap usahakan untuk hadir sesekali waktu di acara warga setempat. Sebenarnya tak beda dengan suami saya, dengan aktivitas yg cukup tinggi tak jarang suami pun lebih memilih untuk beristirahat dibanding ikut berkumpul, tapi tentu untuk acara-acara yg cukup serius macam membahas keamanan lingkungan pasti suami akan berusaha hadir. Disesuaikan saja, tidak perlu dipaksakan tapi tetap diberikan porsinya.

Disini sebenarnya peran kita dibutuhkan sebagai pasangan. Saya sangat sadar dengan kondisi aktivitas suami dan saya. Untuk itu saya brusaha lebih aktif lagi terlibat, juga sekaligus untuk menyampaikan pesan jika terkadang suami berhalangan hadir. Sebenarnya timbulnya omongan miring (gosip) dalam lingkungan seringnya karena kurangnya informasi. Kita sibuk berasumsi bahwa si keluarga A tidak suka bergaul, padahal ternyata karena harus merawat keluarga yg stroke dirumah yg tidak bisa lepas penjagaan. Keluarga B yg tidak pernah keluar rumah, padahal karena ada keterbatasan tertentu. Nah, fungsi saya sebagai istri ya salah satunya menjadi sumber informasi agar tidak terjadi salah asumsi macam diatas. Lingkungan kita perlu tau bahwa kita pun peduli terhadap apa yg terjadi disekitar, hanya saja keterbatasan waktu membuat kontak langsung kurang memungkinkan. Hasilnya? Tentu banyak hal positif yg membuat kita pun menjadi lebih nyaman dan semakin betah tinggal disini.

Pada dasarnya, kita tidak bisa menutup mata terhadap sekitar dan berharap suatu waktu ketika kita membutuhkan maka orang lain harus siap sedia menyokong kita kalau-kalau sampai jatuh dan butuh uluran tangan. Interaksi dalam lingkungan tempat tinggal (dan lingkungan lainnya : tempat kerja, teman main, dll) prinsipnya adalah take and give. Perlu ada usaha dan pengorbanan. Pengorbanan paling minimal adalah ya dengan menunjukkan kepedulian dengan menyisihkan sedikit waktu untuk lingkungan. Tapi, kalau kita ikhlas melakukannya maka tidak akan terasa seperti berkorban sesuatu yang seolah berat dilakukannya. Tidak ada yg sia-sia, apa yg kita usahakan insyaAllah akan berimbas baik kembali ke diri sendiri. Jadi, jangan lupa berbagi peran ya di lingkungan tempat tinggal. InsyaAllah banyak manfaatnya.

Ah, selamat hari sabtu sore dari saya anak kemarin sore yg suka sotoy tentang segala hal. Have a good weekend!!
Xoxo

Bogor, 090416, 15.47

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s