Tentang Memperbaiki Orang Lain


fixpeople
sumber

Berteman itu seni, karena tidak ada standar yang bisa kita pakai disegala kondisi selain untuk saling membaikkan satu sama lain. Pertemanan adalah bagian dari interaksi antar manusia yang tumbuh dengan berbagai cara di beragam tempat hidup dan keluar menjadi pribadi matang melalui berbagai pengalaman yang tak serupa. Bagi saya, pertemanan itu harus didasari selain dari kenyamanan hubungan juga atas dasar tujuan perbaikan. Siapa sie yang mau merugi dengan berteman dan tidak membuat dirinya jadi lebih baik dari kemarin? Saya sie ogah, tentu saya akan memilih teman yang berani mengambil berbagai resiko untuk saling memperbaiki.

Kenapa saya bilang resiko? Karena memperbaiki orang lain itu butuh keberanian dan kemauan untuk menghadapi kemungkinan penolakan sampai berujung putusnya hubungan pertemanan. Contohnya pengalaman pribadi saya, memperbaiki dan diperbaiki oleh orang lain. Saya pernah memilih untuk berdiam diri (tidak berkomunikasi) beberapa waktu setelah dikoreksi oleh teman yang peduli. Sikap diam saya sebenarnya mengandung beberapa arti : bisa jadi penolakan karena merasa apa yang dikoreksi tidak perlu atau bahkan salah, atau marah karena apa yang disampaikan adalah benar adanya. Pun pernah saya didiamkan oleh teman yang saya koreksi dengan alasan yang sama. Jadi, memperbaiki orang lain itu memang penuh resiko, tapi kita bisa memperhitungkan besar resikonya dengan baik melalui pemahaman kita terhadap pribadi teman yang akan kita koreksi.

Seperti saya, yang tiap kali dikoreksi pasti akan menyatakan ketidaksukaan terlebih dahulu, namun selanjutnya setelah emosi mereda, saya pasti akan mencerna kembali apa yang menjadi kekurangan saya, berusaha menerima dan memperbaiki. Nah, karena setiap orang beda-beda, dan karena hubungan antar manusia itu tidak standar jadi dibutuhkan kelihaian untuk menghadapi situasi semacam ini. Bekalnya adalah dengan pengenalan yang baik terhadap pribadi teman sehingga tau caranya menyampaikan koreksi dengan cara yang paling baik sehingga resiko hubungan menjadi rusak pun bisa diminimalisir. Lalu beri mereka waktu untuk berdamai dengan diri sendiri, jangan terus dikejar untuk sesegera mungkin memperbaiki kekurangan diri.

Setelah sudah dapat memahami mekanisme pengoreksian satu sama lain, ada dua hal yang perlu diingat : 1. Jangan terlalu sering melakukannya. Kenapa? Karena akan terasa hambar dan walhasil malah jadi tidak didengarkan, masuk kuping kanan keluar kuping kiri. 2. Motivasinya harus untuk tetap percaya bahwa mereka melakukan yang terbaik untuk menjadi lebih baik. Bukan sebaliknya.

Dua hal diatas saling berkaitan karena output penyampaian yang tadinya untuk memperbaiki bisa berubah menjadi menumbuhkan ketakutan akan diri sendiri. Kenapa demikian? Saya pernah pada posisi bolak balik dikoreksi dan akhirnya saya mulai jengah sampai jawaban ‘iya’ dari saya hanya agar obrolan yang tidak mengenakkan tersebut segera selesai. Kemudian karena perlakuan pengoreksian bertubi-tubi itu terus berlangsung bahkan disaat topic pembicaraan awalnya bukan tentang saya tapi selalu berujung pada mengingatkan saya untuk tidak menjadi seperti yang dibicarakan malah perlahan membuat saya sadar bahwa lama kelamaan tumbuh ketakutan pada diri sendiri, seolah saya pun akan end up seperti orang yang sedang kita bicarakan tersebut. Akhirnya saya memilih untuk tidak lagi mendengarkan, bukan karena tidak mau memperbaiki tapi dalam rangka untuk menghindari masukan negative yang terus menerus dikonsumsi. Motivasi baik dari diri sendiri untuk memperbaiki orang lain harus dibarengi dengan komplimen positif akan kualitas baik pada diri orang tersebut, agar mereka tau bahwa kita percaya mereka akan menjadi lebih baik.

Ah, pada dasarnya hubungan antar manusia itu membutuhkan banyak effort untuk sekedar me-maintain. Tidak semua orang mau bersusah payah melakukannya, dan mereka yang bersedia berusaha lebih pasti akan mendapatkan balasan kebaikan. Kita tidak pernah melulu benar dan mereka tidak pernah melulu benar, kita sama-sama pernah salah dan benar, teruslah berusaha untuk menjadi lebih baik dari kemarin.

Bogor, 100715, 02.28

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s