Tentang Kehilangan (2)


Copyright-©-Elena-Bovo-How-to-Disappear-Completely

Dari dulu sampai sekarang saya selalu takut bahkan hanya untuk membayangkan kemungkinan kehilangan. Rasanya pasti tidak terperi. Kehilangan barang berharga saja sudah tidak karuan, apalagi kehilangan orang tersayang yang tidak mungkin bisa terengkuh lagi jika ajal sudah menghampiri.

Seperti bayangan kemungkinan akan kehilangan orangtua yang teramat disayangi. Sebenarnya saya sangat sadar, bahwa kita harus mempersiapkan diri jika saja suatu hari nanti ajal sampai maka sebagai anak kita sudah harus benar-benar tau apa saja yang seharusnya dilakukan berkaitan dengan mengebumikan jasad, pemandian, solat jenazah dan lainnya. Adab-adab pengurusan jenazah dan pengurusan penyelesaian urusan setelahnya. Selalu takut membayangkannya.

Nah, hari Selasa kemarin saya baru saja mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan, saya kehilangan tas. Saat sedang berada diatas motor (naik ojek), tas saya ditarik (dijambret) oleh 2 orang yang melaju kencang dimotor diseputaran daerah Medan Merdeka Timur setelah keluar dari stasiun Gambir. Wah, pas kejadian itu saya benar-benar panik dan sempat mengejar jambret tersebut. Sayangnya tidak terkejar. Setelah beberapa saat saya bisa berpikir lebih jernih dan lebih tenang, saya lakukan prosedur pelaporan kehilangan ke kantor polisi juga memblokir semua kartu-kartu yang hilang.

Untuk beberapa saat saya merasa seperti sedang bermimpi, sempat tidak percaya tas saya yang berisi hal-hal penting telah raib dibawa si penjambret. Saya sedang dalam masa sibuk yang teramat sangat untuk mengurusi segala dokumen dan hal-hal kecil menjelang persiapan menuju pernikahan. Tapi, setelah saya ingat-ingat kembali, segala hal yang sudah harus dibereskan telah dibereskan sesaat sebelum kehilangan. Ya Allah.

Untung Handphone dengan nomor utama saya masih selamat karena sesaat sebelum kejadian saya keluarkan.
Untung kebaya tidak terbawa dalam tas.
Untung uang yang tadi diambil untuk melunasi segala pembayaran telah dibayarkan.
Untung laptop yang sebelumnya saya bawa ditas sempat ditinggalkan dikosan terlebih dahulu.
Untung dokumen-dokumen yang harus dikirimkan untuk urusan pernikahan telah dikirimkan.

Istighfar tidak henti-hentinya saya ucapkan, untuk membersihkan diri dari prasangka buruk juga untuk menjadi pengingat diri mana tau ini jadi peringatan dari Allah karena saya kurang bersedekah. Allah juga ingin saya paham bahwa sebaik-baiknya kita berencana bisa dengan mudah Allah ubah. Allah ingin saya tidak lupa bahwa saya tetap harus memohon bantuan kepada-Nya Sang Maha Kuasa atas segala hal duniawi.

Innalillahi wa innailaihi roji’un…
Segala yang berasal dari-Nya, akan kembali kepada-Nya. Jika Allah menghendaki sesuatu menjadi milik kita, sesulit apapun perjuangannya tetap akan menjadi milik. Begitu juga sebaliknya, jika bukan milik pada waktunya akan pergi. Segala hal di dunia ini hanya titipan, kehilangan jadi satu proses untuk menyadarkan kita yang sering lupa bahwa kita bukan siapa-siapa yang bisa sombong hanya karena harta, tahta, dan segala hal duniawi yang kita miliki. Karena hanya titipan, seharusnya juga kita tidak lantas kesulitas melepas sesuatu yang sejak awal memang bukan milik kita.

Saya teringat kembali surat Al-Insyirah, “dibalik satu kesulitan selalu ada kemudahan.”. Diulang sampai 2x kata-kata tersebut. Semoga kejadian ini akan memudahkan urusan pernikahan saya kedepannya. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin. Selalu ada celah untuk bersyukur disetiap kejadian. Tidak selalu yang membahagiakan itu baik dan tidak selalu yang menyedihkan itu buruk. Apapun yang terjadi tentu sudah yang terbaik dari Yang Maha Kuasa. Saya hanya bisa pasrah, insyaAllah yang terjadi pada saya untuk kebaikan dimasa depan.

Saya kemudian tersadar, ternyata yang menakutkan dari kehilangan adalah kekhawatiran akan kejadian serupa menimpa pada diri kita juga pada saat hal tersebut benar-benar terjadi pada kita. Setelah terjadi, yasudah terima saja. Tentunya dengan terlebih dahulu berusaha untuk meminimalisir kerugian yaitu dengan bergerak cepat melakukan penyelamatan yang mungkin dilakukan. Tapi, janganlah menolak untuk menerima. Nanti jadi lebih berat untuk menerima kenyataan yang sudah tidak bisa diputarbalikkan lagi.

Ciaaoo… Have a great day everyone!!
Jakarta, 150115, 12.25

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s