A wish granted


SONY DSC

“Children forget that sometimes they think of themselves as a burden instead of a wish granted.”
– For One More Day, Mitch Albom

Tidak banyak orang yang beruntung mendapatkan kasih sayang dari keluarga seperti yang kita rasakan. Banyak pula yang sebenarnya mendapatkan kasih sayang tersebut hanya saja mereka terlalu keras hati untuk mau memaafkan kesalahan di masa lalu dan kembali memberikan celah untuk keluarga memasuki ranah-ranah pribadi seperti saat kecil dahulu. Atau ada pula yang memang benar-benar mendapatkan ujian yang berbeda sehingga sejak kecil mereka tidak pernah berkesempatan mendapatkan kasih sayang dari keluarga entah karena ajal yang menakdirkan mereka berpisah sejak kecil atau pun karena hal lainnya.

Siapapun yang pernah merasa tidak cukup berharga di dalam keluarga, saya hanya ingin membantu meneruskan pesan yang saya peroleh dari buku Mitch Albom, jangan pernah lupa bahwa pernah ada satu masa dimana kita menjadi satu harapan yang pada akhirnya menjadi kenyataan. Kita pernah menjadi sesuatu yang dinanti-nanti. Kita akan lebih sering mensyukuri apa yang kita miliki saat ini jika saja kita tidak lupa akan hal tersebut.

Bentuk kasih sayang tidak melulu berupa kelembutan dan hal-hal yang mudah dideteksi sebagai kebaikan, tidak jarang kekerasan dan pengungkungan terhadap kebebasan pun menjadi satu bentuk kasih sayang. Sayangnya, karena keterbatasan manusia kita kehilangan kemampuan untuk melihat kebaikan disetiap kejadian. Yang terlihat melulu ketidaknyamanan atas pembatasan hak-hak berekspresi kita. Tidak hanya dalam hubungan di keluarga, tapi juga hubungan dengan Sang Pencipta. Kita sering lupa bahwa apa yang sedang kita jalani hari ini adalah hasil dari permohonan pengabulan pinta yang masih dalam proses menuju kesempurnaan.

Sama seperti beberapa waktu kemarin ketika tiba-tiba saya menyadari bahwa pekerjaan yang saya miliki, aktivitas diluar pekerjaan yang saya miliki, dan kehidupan sosial yang saya jalani adalah hasil dari pinta saya di masa lalu. Saya baru saja terkesima, melihat betapa Allah tidak tanpa rencana menempatkan saya tepat di titik ini. Menjadikan saya pekerja tanpa jenjang karir yang diberikan kebebasan mengelola waktu luang diluar waktu kerja tanpa harus terintervensi oleh PR-PR pekerjaan dari kantor. Tentu tidak semua yang kita inginkan diberikan, agar kita tidak lupa bagaimana caranya meminta dan kembali kepada Sang Maha Pengabul Doa. Seperti juga saat ini, ketika ketiadaan jenjang karir sempat menjadi sedikit penurun semangat kerja, disisi lain Allah berikan saya kesempatan untuk melebarkan sayap untuk mengerjakan apa-apa yang benar-benar saya sukai.

Jika saja saya tidak mengenal L, tentu tidak akan sampai saya berkenalan dengan Kampung Buku. Jika saja saya tidak mengenal pemilik Kampung Buku, tentu tidak akan sampai saya berkenalan dengan segudang pekerja sosial yang punya semangat yang luar biasa dalam beraktivitas sosial. Jika saja saya tidak mengenal mereka semua, belum tentu semangat saya untuk berbagi dan bisa bermanfaat untuk orang lain bisa tersalurkan seperti hari ini. Seperti bola salju, saya bisa melihat betapa menjanjikannya perkembangan kegiatan positif yang sedang saya jalani ini. Betapa menyenangkannya bisa membayangkang kebermanfaatan ini bisa terus meluas dan menginspirasi banyak orang.

Tapi kata L, jangan terlalu berharap banyak. Jalani saja dan tetap jaga harapan dalam batas yang tidak terlalu melambung tinggi. Bukan bermaksud membunuh harapan, tapi agar bisa lebih tulus dan tanpa pamrih juga terhindar dari kekecewaan atas harapan yang dibesarkan diri sendiri.

Kembali ke topic awal, jangan pernah lupa, bahwa apa-apa yang kita jalani dalam hidup hari ini adalah bentuk dari pengabulan permohonan. Malah dengan ekstra perhatian dari Allah untuk mengabulkan hanya yang sesuai dengan kebutuhan. Jika terlalu berlebihan akan diredam dengan caraNya, dan jika dirasa pantas mendapat lebih pun akan diberikan bonus dengan caraNya yang tak disangka-sangka.

We’re now are a wish granted from our/someone’s prayer.
Jakarta, 011214

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s