Bosan


Entah tepat atau kurang tepat tapi bagi saya kebosanan ketika kita telah melangkah satu langkah lebih maju ke jenjang pernikahan tidak lantas membuat kita ujug-ujug terpikir berpisah dan kembali melajang hanya karena bosan. Banyak solusi lain yang lebih baik. Sama seperti tidak hanya karena kita merindukan keseruan masa-masa kuliah membuat kita lantas berhenti bekerja dan kembali kuliah lagi. Tetap saja ada yang berbeda, bagaimanapun miripnya setingan hari ini dengan masa lalu tetap saja tidak bisa kita buat sama persis. Jadi, kalau terjebak dengan rutinitas yang membosankan ya cari solusi lain yang lebih bijak tanpa harus membuat kita jadi orang yang mudah menyerah. Bosan dengan pasangan, cerai. Bosan dengan pekerjaan, resign. Bosan dengan tempat tinggal, pindah. Tidak akan pernah ada akhirnya. Pada akhirnya kebosanan menempati tingkat yang lebih tinggi dalam kategori ujian menghadapi kehidupan.

Tapi lagi-lagi, ini ucapan saya yang belum terjun langsung. Sangat subjektif.

Jakarta, 110914, 23.52

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s