REFLEKSI – Kelas Inspirasi 3 Jakarta


“Setiap orang pernah mendapat sesuatu, apakah kita pernah memberi?”

Pernahkah kita memberi? Setelah sekian banyak hal yang kita dapatkan dari setiap pengalaman? Begitulah kira-kira bunyi pesan dari tagline Kelas Inspirasi yang baru saja minggu lalu saya ikuti.

Siswa/i SD Kenari 9 Salemba, Jakarta

Siswa/i SD Kenari 9 Salemba, Jakarta

Mungkin belum banyak teman-teman yang kenal dengan Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah satu wadah yang berafiliasi dengan Indonesia Mengajar yang lahir dari keinginan untuk memfasilitasi para pekerja profesional untuk bisa ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan pendidikan Indonesia. Kelas Inspirasi ini terbentuk sejak awal 2012 lalu dengan program 1 hari berbagi kepada siswa/i SD di Indonesia dan berbagi tentang profesi kita. Tujuannya adalah untuk memperkuat motivasi anak-anak untuk memiliki impian yang tinggi dengan mengenal lebih baik berbagai profesi yang mungkin menjadi mimpi masa depan mereka tentu dengan tidak lupa menyisipkan pula nilai-nilai kebaikan disela pengenalan profesi.

Kelas Inspirasi yang kemarin saya ikuti adalah Kelas Inspirasi ke-3 di Jakarta (KI 3 Jakarta). Sebagai informasi bahwa saat ini Kelas Inspirasi telah hadir di lebih dari 10 kota di Indonesia dan telah diadopsi secara mandiri oleh banyak komunitas. Biasanya diawal tahun, sekitar akhir Januari, Kelas Inspirasi membuka pendaftaran online melalui web kelasinspirasi.org kemudian dilakukan proses seleksi hingga diumumkan relawan terpilih sekitar 2 bulan setelahnya. Jumlah relawan pendaftar di KI 3 Jakarta kemarin mencapai 1500an orang dan dipilih sebanyak 900an relawan terpilih yang selanjutnya akan disebar ke 50an SD di Jakarta. Grup-grup kecil dibentuk dengan jumlah relawan sekitar 13-20an orang (bergantung besar kecil dan kondisi SD yang akan disambangi) dengan komposisi sekitar 10an pengajar (berbeda profesi) dan 3 orang dokumentator (Videografer dan atau Fotografer).

Antusiasme siswa/i SD Kenari 9 Salemba, Jakarta

Antusiasme siswa/i SD Kenari 9 Salemba, Jakarta

Waktu hari-H Kelas Inspirasi biasanya di hari kerja karena disesuaikan dengan waktu belajar siswa/i SD, oleh karena itu para calon relawan sebelum mendaftar wajib mempertimbangkan komitmen untuk bersedia mengambil cuti dihari Inspirasi tersebut. Singkat cerita, sampailah pada waktu briefing dimana saya bertemu dengan team bentukan kelas inspirasi untuk mengajar di SD Kenari 9 Salemba, Jakarta. H-2 minggu saya berkenalan dengan teman-teman baru tersebut dan pada hari tersebut saya sudah merasa bahwa team ini akan bisa bekerja dan berkoordinasi dengan baik. Benar saja, sekitar H-1 minggu sebelum hari H, ide-ide pun mulai terlihat jelas dan kami (dengan tanpa merasa dipaksa) mengambil alih kerja-kerja yang kira-kira mampu diselesaikan.

Memperkenalkan Kedutaan Jepang dan Negara Jepang

Memperkenalkan Kedutaan Jepang dan Negara Jepang

Hari-H pun akhirnya datang juga, setelah 3 hari sebelumnya sempat tidak sempurna tidurnya terpikir akan media presentasi agar tidak monoton dan cukup menarik bagi siswa/i SD yang akan saya datangi, akhirnya tiba juga waktu kami bertemu dengan siswa/i SD Kenari 9 Salemba. Saya kebetulan mendapat 3 kali sesi mengajar di kelas 3, 4, dan 5. Saat mengajar di kelas, banyak materi presentasi ataupun icebreaking yang hilang begitu saja dari kepala dan banyak improvisasi yang dilakukan disesuaikan dengan cara penerimaan siswa dengan kelas yang berbeda. Setiap sampai masanya istirahat, rasanya jeda 15-50 menit tidak cukup memulihkan nafas yang masih tersengal-sengal dan kembali siap masuk ke medan pertempuran. Hahaa.. Pada akhirnya, meskipun program saya dan tim terbilang cukup sukses, mengajar memang bukan hal yang mudah, jika tidak ada lebih dari sekedar motivasi mencari uang, rasanya tidak akan bertahan lama dan tidak mungkin mudah untuk mencintai pekerjaan menjadi pengajar. Penghargaan tertinggi saya untuk para pahlawan tanpa tanda jasa. Segala lelah, kurang tidur, deg-degan dan macam-macam rasa yang bercampur aduk sebelumnya terbayar lunas dengan binar mata siswa/i disana yang benar-benar antusias, terbayar dengan tarikan-tarikan tangan kecil mereka yang meminta kami untuk segera masuk ke kelas mereka. Ah, senang sekali rasanya…

Dan kabar baiknya tidak berakhir sampai disitu saja, 2 hari kemudian kami dikumpulkan kembali dalam rangkaian terakhir program Kelas Inspirasi, yaitu Refleksi. Dalam kegiatan refleksi ini, saya dan teman-teman diajak untuk mengkaji syukur yang didapat dari seluruh proses mulai dari ambil bagian dalam tim relawan hingga selesai mengajar dan berinteraksi langsung dengan calon penerus bangsa di SD yang kami sambangi. Ada banyak sekali kesyukuran yang saya temukan, diantaranya adalah betapa terkejutnya saya ternyata banyak pemuda di luar sana yang tidak hanya sibuk mensupport pengembangan pendidikan Indonesia hanya dari membuat status di media sosial tapi benar-benar terjun langsung dan ikut ambil bagian dalam merubah Indonesia menjadi lebih baik. Sangat beda rasanya ketika kita hanya sibuk bicara dan berkoar-koar dibandingkan dengan benar-benar terjun ke lapangan dan mengambil sekecil apapun peran dalam perubahan. Tidak hanya sibuk mengeluh dan mengutuki tapi ikut menjadi bagian dari solusi. Saya pada akhirnya berada ditengah orang hebat dengan visi yang sama untuk perbaikan Indonesia.

image

Saya dan banyak dari relawan lainnya banyak pula yang merasa pada awalnya bahwa kami sedang memberi dan berbagi sesuatu kepada orang lain, tenyata pada akhirnya, tidak ada yang berkurang bahkan banyak sekali yang bertambah dalam diri kami. Mulai dari sekecil-kecilnya kesadaran akan pentingnya partisipasi dalam rombongan pengubah yang terorganisir hingga kesempatan untuk melihat langsung wajah pendidikan Indonesia dan pergeseran nilai yang terjadi dalam masyarakat akar rumput Indonesia. Ah, saya merasa berada di dunia yang semestinya, dunia dimana saya ikut ambil bagian dalam mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Betapapun kecilnya kontribusi saya, saya merasa begitu bermakna. Dan ini telah menjadi candu dalam diri saya, untuk kembali merasakan helpers high. Ketagihan akan pencarian kebermaknaan diri bagi orang lain.

“Mau mati seperti apa? Mau berarti sebagai apa?”
Dan pertanyaan bapak Hikmat Handono (Direktur Eksekutif Kelas Inspirasi) pada saat briefing beberapa waktu lalu sepertinya telah terjawab. Saya tau saya harus apa dan bagaimana. The good news is, this isn’t over, this activity got even bigger than what I thought. Thanks team, thanks Kelas Inspirasi, thanks adik-adik, and thanks for reading this, I hope you’ll also be inspired.

Jakarta, 300414, 11.54

Advertisements

2 thoughts on “REFLEKSI – Kelas Inspirasi 3 Jakarta

  1. Terima kasih untuk kerjasamanya ya bu sekretaris, membantu buat jadwal,rundown dan juga semangat yang diberikan kepada kelompok 28 #KI3JKT semoga tidak putus disini saja bisa memberikan distribusi kepada orang lain….Lanjutkan 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s