Jodoh dan Pernikahan


image

Kamar mandi memang bukan tempat terbaik untuk berpikir dan berkontemplasi, tapi tidak jarang karena sangking konsentrasinya buang hajat jadi bermunculanlah berbagai macam pemikiran. Beberapa pagi yang lalu saya berpikir, pemikiran yang rasa-rasanya sering saya tuliskan hanya saja dengan redaksi yang berbeda-beda.

Sebagai wanita yang punya sifat insecure, takut akan kehilangan tidak hanya satu dua kali muncul, sering sekali terbersit. Nah, diantara rutinitas pagi di kamar mandi, saya berpikir‘kenapa sie kita harus takut ditinggal pergi, bukankah itu jadi satu bentuk kekurangpercayaan kita terhadap takdir yang telah ditetapkan? Bukankah kalau sudah meant to be, no matter what will happen, they will always find a way?’. Dan, saya yang sering merasa insecure pun berhasil terdiam sejenak.

Resiko ditinggal pergi (entah karena alasan yang tidak bisa kita hindari ataupun karena alasan yang masih bisa diusahakan untuk dihindari) sudah muncul sejak awal pertama kali sepasang manusia memutuskan untuk berjalan bersama. Kalau memang tidak mau tersakiti ya jangan pernah memulai, ever!. Setiap keputusan PASTI diambil bersamaan dengan resiko dan konsekuensi dari keputusan tersebut. Harus siap donk. What’s left is which battle we have to choose to fight for. Kalau hal remeh, mungkin bisa dimaklumi sembari memperlebar luas hati untuk memaafkan. Tapi kalau hal prinsip atau hal yang kira-kira akan beresiko membuat jalan kedepan menjadi bersebrangan ya sebaiknya ditinjau kembali bagaimana harus dikomunikasikan dan dicari jalan tengah yang baik. Choose the battle that worth the hurt!

Setelah tau kapan harus berjuang keras dan kapan harus melepas pergi, sisanya percaya dengan takdir jodoh yang telah ditetapkan. What’s meant to be will always find a way,, always!!

Ah, saya jadi ingat betapa saya mengagumi teman-teman saya yang telah lebih dahulu menikah. Bagi saya mereka adalah orang hebat! Orang-orang yang menyiap-nyiapkan dirinya untuk siap menerima apa adanya pasangan. Banyak hal yang mengecewakan yang dikesampingkan pun banyak hal yang mengikis kepedean harus pelan-pelan dihilangkan.

Orang-orang hebat yang bersedia berbagi hidup bersama, bersedia memaklumi kebiasaan buruk satu sama lain, bersedia melindungi citra satu sama lain, bersedia dengan rendah hati terus mencari alasan untuk mempertahankan, bersedia tetap mendampingi meski semua orang telah pergi. Orang-orang yang siap dengan segala resiko dan konsekuensinya berbagi hidup, lebih dari sekedar menyalurkan cinta dan emosi. Benar-benar orang hebat yang siap untuk mengarungi medan yang tidak mudah dan tidak semua mampu dengan mulus bertahan hingga akhir.

Karena semua hal tersebut diatas, bagi saya menikah itu bukan hal main-main yang bisa diputuskan dalam waktu singkat. Saya yakin bahkan untuk mereka yang sudah sangat yakin dengan calon pasangannya pun tetap tersisip sedikit keraguan akan keyakinannya. Keraguan itu mungkin lebih kepada diri sendiri yang bolak-balik kembali mengukur kesiapan dan kematangan diri untuk menerima tantangan baru. Terlalu takut gagal. Terlalu takut menemukan kalau-kalau suatu saat kelak komitmen kita (dan atau dia) untuk terus bertahan dan tidak akan pernah menyerah akhirnya luntur juga. Takut kalau-kalau sesal bertandang kelak. Maka dari itu, untuk menikah, saya rasa sangat pantas mengkhususkan waktu yang tidak sebentar untuk mengukur segala kesiapan. Terutama kesiapan mental, agar kelak tidak menyalahkan keadaan dan keputusan memilih.

Saya benar-benar tidak punya kuasa untuk menduga-duga masa depan, tapi saya yakin ada waktu untuk setiap hal, dan waktu itu tidak sama untuk setiap orang. Pada saatnya harus dihadapi, kita pasti akan dibantu dengan sedikit banyak petunjuk Tuhan yang bertebaran disekitar kita, jeli-jeli saja melihatnya.

Mungkin saya terkesan sok tahu, tapi tulisan ini jadi sebagian kecil dari persiapan saya untuk belajar mencari tahu kesiapan saya akan masa depan yang entah seperti apa. Last but not least, quote berikut ini selalu jadi teman saya untuk bertahan akan pilihan yang telah dibuat. Have a good day everyone!!

Never leave something good to find something better because once you realize you had the best, the best has found better

Jakarta, 130314

 

Advertisements

4 thoughts on “Jodoh dan Pernikahan

  1. “Never leave something good to find something better because once you realize you had the best, the best has found better.”
    Ah, suka sekali kalimat di atas. Suka tulisannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s