Tentang Kebijaksanaan Hidup


images (1)

One time, when I was little I climbed a tree and I ate these green apples. My stomach swelled n become hurt like a drum, it hurt a lot. Mother said if I’d just waited for the apples to rippen, I wouldn’t have become sick. So now, whenever I really want something, I tried to remember what she said about the apples.

– The Kite Runner, Khaleed Hosseini

Saya suka sekali kutipan singkat diatas ini, simple tapi benar-benar mengena. Ada waktu yang tepat untuk segala sesuatunya. Ketika kita memaksa memakan apel yang belum cukup matang, konsekuensinya kita akan beresiko mengalami sakit perut. Begitu pula mengenai ujian, setiap ujian yang diberikan pasti memiliki batas waktu dan ambang batas level kesulitannya sesuai dengan kemampuan hamba memikulnya. Nah, pada saat kemampuan kita untuk mencerna tujuan dari diberikannya ujian belum sampai pada pembelajaran yang dimaksud, semua akan terasa too much dan doesn’t make sense. Kalau merujuk pada Mario Teguh, ujian menjelma menjadi sebuah kesulitan karena kita belum mengerti tujuannya. Jadi, andai kita bisa lebih berkonsentrasi pada tujuan pembelajaran dibalik setiap ujian, seharusnya setiap ujian akan menjadi sebuah keberkahan. Mbulet ya, yah semoga masih bisa dimengerti.

Masih kata Mario Teguh, “Tuhan tidak membuang apa yang Anda kira baik kecuali Tuhan menyiapkan yang lebih baik”. Tidak seharusnya kita bersedih terhadap apa yang hilang dari kita karena sebenarnya ketika sesuatu ditakdirkan pergi sebab sesuatu hal yang lebih baik akan menggantikan yang telah pergi. Banyak dari kita sulit untuk mengerti apa yang terjadi dalam kehidupan di dunia ini, bisa jadi karena kita sibuk melihat dan mendengar yang tidak perlu, mari kita biasakan diri kita untuk sejenak memejamkan mata dan menutup telinga agar segala sesuatu bisa menjadi lebih sederhana dan lebih mudah kita mengerti.

Ah, saya sedang tidak dalam mood menulis panjang-panjang, hanya saja sayang rasanya kalau tidak segera saya bagi sedikit kebijaksanaan hidup yang saya peroleh dari banyak orang bijak diluaran sana. Jangan pernah berkutat dengan apa yang hilang, syukurilah karena tandanya sebentar lagi sesuatu yang baru akan hadir menyapa. Dan sebenarnya tidak pernah ada yang pergi, hanya berganti wujud dan diteruskan kepada yang lebih membutuhkan.

Sometimes when you sacrifice something precious, you’re not really losing it. You’re just passing it on to someone else.”

― Mitch Albom, The Five People You Meet in Heaven

Jakarta, 030913, 16.38

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s