Momen


0202010502- moment enbed-350px

Berjalan satu dua di pasir pantai dini hari menanti matahari terbit..
Duduk di puncak gunung ditemani embun dengan selimut rapat menantang dinginnya pagi..
Berbaring di hamparan rumput hijau, menekuri lekuk bulan, menghitung bintang..
Berlari kecil sambil menengadah merasakan titik-titik rintik hujan yang jatuh satu-satu..
Tidur di loteng beratap kaca mengamati salju yang turun perlahan..
Makan es krim dengan mulut belepotan dan tangan yang dipenuhi lelehan es..
Bersepeda di pinggir sungai..
Duduk di bangku di pinggir danau..
Menjuntaikan kaki di ayunan yang bergerak pelan sambil mendengarkan musik..
Menyeruput secangkir teh hangat di pinggir sawah..
Berkeringat makan ramen pedas di kedai tidak ternama..
Berteriak di goa dan menanti gemanya..
Singgah di tempat yang tidak terencana..
Berusaha keras menikmati lukisan di galeri entah siapa..
Berlari mengejar senja di lantai tertinggi gedung pencakar langit..
Duduk diam bersisian menerjemahkan city light ibukota..
Menggoyangkan kaki samar-samar sembari menggerakkan kepala mengikuti musik akustik di kafe yang tidak terlalu ramai..
Minum es kelapa tanpa alas kaki setelah berlari lelah seselesai berenang di tepi pantai..
Beli tiket kereta tanpa tujuan jelas dan meningkahi tiap penumpang yang sibuk masing-masing..
Berkelana dengan bus melewati hamparan warna-warni alam dan duduk dipinggir dekat kaca..
Berkenalan dengan orang yang tidak sengaja tertabrak di ruang tunggu pintu keberangakatan..
Menguap panjang dengan masih mengenakan piyama sambil berjuang keras terbangun lebih pagi dari mentari..
Makan di tempat tidur..
Buat sarapan roti tawar dan jus dan duduk di teras dengan santai..
Ridur dengan kaca terbuka lebar, angin sepoi-sepoi, selimut rapat, dan penutup mata..
Berjalan pelan-pelan menikmati tiap tapak yang jejaknya tertinggal dibelakang..
Lari pagi dengan earphone dan menyapa yang sedang berolahraga lainnya..
Baca buku di saung dipinggir kolam..
Menggeliat malas dibangunkan dengan ucapan ‘selamat pagi’ dan senyuman..
Bertatapan mengartikan keindahan alam tanpa bicara..
Menebak-nebak suara alam saat camping di hutan..
Bermalam di karavan dan bangun berpuluh kilo menjauhi keriuhan kota..
Merasakan ketenangan ditengah keramaian massa..
Menarik nafas dalam, merasakan tiap udara yang terhirup diatas kapal ditengah laut..
Terjatuh dan tertawa..
Tertawa sampai menangis..
Stuck hingga tak henti mengunyah apa saja..
Mengulum coklat tanpa digigit..
Menghitung coklat cha-cha dan menebak warnanya..
Membaca novel saat sedang di toilet..
Memetik buah..
Merangkai bunga..
Bercanda yang tidak lucu dan menertawainya..
Ngobrol tanpa arah dan jahil menyela lawan bicara..
Menyadari kebodohan sendiri..
Menikmati setiap saat yang sedang dilalui..

Memaknai setiap momen yang terasa tidak penting, tidak sempurna, tidak terencana dan menyesapinya dengan penuh penghayatan dan rasa..

Jakarta, 190413, 01.47

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s