Belajar Ikhlas


hope_by_neeeer-9813

“Everything you lose gives you a little more space for something”

Guess what? I’m mourning now, I lost my lovely netbook..  when I read the sms from my brother saying that he lost my lovely netbook, I feel like crying.. Mengingat betapa berjasanya netbook ungu kecil itu dan begitu panjangnya perjalanan mendapatkan satu barang kesayangan.

At some point I feel like I’m definitely going to cry, but you know what? It’s like forcing myself too hard since I have no tears to mourn over my lost. Sedih memang tapi gak sampai menangis. Apalagi setelah saya berbagi cerita dengan sahabat terbaik saya, she frankly said ‘untung kamu udah membiasakan diri untuk gak bergantung sama si netbook itu lagi’. I have an automatic ‘Wow’ moment at that time, you’re so damn right! Iya yaa, saya ternyata sudah dipersiapkan untuk kehilangan si benda kesayangan.

Dan hal lainnya yang membuat saya sedikit lega karna semua data-data saya sudah dipindahkan! Waoww.. God save me long time ago before losing my netbook even cross my mind.. Ah, semakin susah untuk nangis deh, sedih aja tapi gak sampe nangis.

Bagi saya, menangis itu penting, it’s like having your moment to mourn over things and it’s kinda relieving after crying. Tapi ya cuma sesaat dan gak pake lama ya. Hehee.. Kalo mengingat lagi betapa bersejarahnya netbook itu saya dapatkan dan saya jadikan teman sepanjang perjalanan, well, sedih lagi sie. But, you know what? It’s like the path that everything will get lost or broken someday, so, I should just let this go.

What I should do is to not miss the lesson (as usual). Mungkin saya kurang sedekah, mungkin saya belum benar-benar menguasai bagaimana caranya untuk melepaskan dan ikhlas membiarkan segala sesuatu (yang sifatnya sementara) pergi. Mungkin saya sedang dipersiapkan untuk menghadapi kehilangan yang jauh lebih besar lagi dimasa datang? Sama seperti kerelaan saya membiarkan adik saya menggunakan netbook ungu (almarhum). Bukankah saya juga sudah dipersiapkan untuk kehilangan dengan diberikan jeda untuk tidak bersentuhan dengan si ungu beberapa waktu?

Saya bahkan sekarang sudah terbiasa untuk menulis tidak hanya dari netbook sendiri dan diwaktu-waktu tertentu. Bukankah itu artinya saya sudah dipersiapkan? Ah, lebay mungkin ya, hilang netbook aja bisa jadi menclok kemana-mana, tapi gapapa, ini salah satu healing process saya, dengan mengurai segala yang terjadi dan melihatnya dari sisi yang berbeda.

At last, good bye netty.. You’ve been such a great help to me passing every sadness, happiness, loneliness, craziness. We’ve made a great team back there. It’s time for you to go and be a help for other people. Good bye!

Jakarta, 130313, 21.13

Advertisements

3 thoughts on “Belajar Ikhlas

  1. Selalu menginspirasi. Memaknai kehilangan dengan sangat cantik. Histor, menurutku yang hilang dan yang datang sama memberi pelajaran bagi kita. apapun bentuknya itu.

    Aku turut berduka si Netty hilang, kamu ga nyari tahu, mungkin dia ikutan syuting film “Berlian si (N)etty?” hehehehe *dikepruk*…

    Thankiiesss…. membuatku bersemangat hari ini… peluk Histor…

  2. Sing sabarr teh. Kalo kata ustadz, sumur yg dah kering, siap2 bakal penuh lagi krn ujan segera turun. Insya Allah diganti lebih baik lagi sama Allah 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s