Another Life Learning


Girl_autumn-1

“If you stop learning, you stop living..”

Pernah denger quote anonymous diatas? Saya suka sekali dengan quote itu, selalu jadi pengingat untuk tidak henti-hentinya belajar dari hal sekecil dan se-terlihat-tidak penting apapun itu. Dari hal sesederhana meng-ignore email yang bisa jadi membuat kita hari ini berada di tempat yang berbeda.

Ngomong-ngomong soal hidup (yang selalu jadi topik utama tulisan saya), ada yang sedang merasa hidup sepertinya sangat flat?? Sangking tidak menariknya hidup sampai-sampai merasa seperti robot yang terus mengulangi rutinitas yang sudah sangat terprediksi?? Hati-hati, jangan-jangan kita se-begitu tidak kreatifnya pula hingga hidup bertambah hari tapi tak pernah bertambah pelajaran. Jangan-jangan we’re starting to stop living?? How sad! Hey, if your reason to not starting anything new is your fear to fail, then start with nothing.. What things you should afraid to lose if you start with no-thing, even if you failed you won’t lose a-thing .. persis seperti yang diutarakan Dedy Corbuzier di Hitam Putih.

Yuk mulai pikirkan hal kecil saja (gak perlu besar dan muluk-muluk) yang bisa kita lakukan dengan konsisten.. Konsistensi itu selalu menghasilkan lhoo.. *ini teh lagi nyeramahin diri sendiri*. Kebanyakan kita sebenarnya kan selain dikuasai rasa malas juga sudah terkungkung duluan dengan anggapan ‘too impossible for an ordinary people like us’. Hey hey heeyy.. simak nih kata-katanya Margareth Thatcher

“Watch your thoughts for they become words
Watch your words for they become actions
Watch your actions for they become habits
Watch your habits for they become character
Watch your character for it becomes destiny
What we think, we become..”

Watch your thought cause what we think, we become.. We’re absolutely able to do almost anything (except predicting the future).. Have a little faith.. Keep imagining and re-play it a thousand time.. Feel it.. Act like one.. If the reality still not turn into the one you want, don’t be disappointed.. Hey, let me whisper you one thing : the reality given far more wonderful than your imagination and your dream, cause it is real and owned by you already.. See..

Tentang despair atau keputusasaan, saya jadi ingat dialog dengan salah satu senior saya yang bercerita tentang ‘hampir menyerah’. Saya belajar banyak darinya terutama untuk tidak pernah merasa menjadi orang paling malang sedunia, karena pada saat kita menempatkan diri di posisi tersebut kita akan mulai mencari alasan pemakluman untuk tidak memberikan performa terbaik berhubung kita sedang sedih karena masalah a,b,c. Seolah hanya kita yang punya masalah. Pada akhirnya masalah tetap harus dibenahi, dan kita tidak tampil maksimal dalam hal yang lain… Hati-hati, excuse ini nih yang sering bikin kita jadi lembek dan awal dari kurva menurunnya hidup kita.. *lagi-lagi menceramahi diri sendiri*.

Kata temen saya lagi nih ya, sebenarnya ketika kita punya buanyaaakk masalah, saat itu kita sedang ‘menabung’. Menabung maksudnya disini adalah menabung bekal untuk menghadapi angin yang lebih kencang, matahari yang lebih terik, malam yang lebih dingin, dan langit yang lebih gelap esok hari.. Jadi.. Jangan pernah cari alasan untuk meminta orang lain memaklumi diri kita yang sedang bermasalah (merasa tidak mampu diuji demikian keras), the fact is they don’t even care! Hahahaa.. So why trying so hard to find any excuse? Jangan pernah mengawali tanda-tanda kalah pada keadaan, ‘if we give up that fast, will there be a better things ahead?’, we’ll never know if we stop the journey. Kalah itu ketika kita berhenti bertahan. Ayo belajar untuk bertahan bahkan sampai bisa terlelap ditengah badai sehingga badai tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan..

Kata Mitch Albom (salah satu penulis favorit saya) “Power give you the praise of a man and weakness bring you to God”. Jadi bersyukurlah dengan segala hal yang seolah melemahkan kita, karena sebenarnya kita sedang dibawa lebih dekat kepada Sang Pencipta. Seperti kata ayat ini nih “Allah is the Free of need, while you are the needy” (QS 47:38). Fitrahnya kita jadi yang selalu membutuhkan apalagi disaat lemah, dan satu-satunya yang bisa memenuhi kebutuhan hanya Sang Maha Kuasa atas segala..

Ah, problem is just a thing that help us define happiness in life. Happiness isn’t always something you must work hard for, tidak selalu buah dari sesuatu yang kita perjuangkan mati-matian, nope! Happiness is simple, se-simple senyum yang masih mampu kita berikan kepada orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun, se-sederhana waktu yang masih bisa kita luangkan untuk menyapa teman disekitar di pagi hari, itu satu dari sekian banyak bentuk bahagia yang sederhana..

Ok, sudah saatnya saya mengakhiri tulisan yang menclak menclok dan kurang kohern paragrafnya ini.. Maaf kalau temanya masih itu-itu saja yang pasti akan membosankan yang membaca.. Setidaknya terima kasih sudah membaca sampai akhir jadi bisa menyimpulkan bahwa tulisan saya mungkin membosankan,, hehehee.. Selamat malam and have a good night sleep everyone!!

Be happy and keep learning!!

Jakarta, 140213, 23.28

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s