1000 words (A Thank You Letter)


This is an official thank you letter to all my beloved friends and family.. Masih tentang saya sakit kemarin, yang benar-benar pintar pilih tempat pas dropnya di Bandung dimana banyak teman dan (yang sudah seperti) keluarga yang mengurusi disana.

Rasa-rasanya masih ada yang mengganjal kalau saya belum menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada adik saya (abang Arif) yang sudah dengan sangat dewasa bisa jadi bahu tempat bersandar dan melindungi kakaknya dengan sangat laki, yang sudah benar-benar hebat mengendalikan kekhawatiran sehingga saya tidak bertambah khawatir padahal saya yakin adik laki-laki saya ini panik bukan main menanggapi situasi darurat yang begitu mendadak. Ah, terima kasih abang!! You’re my boy!! Terima kasih juga untuk shyfa dan keluarga yang selalu jadi imbas kerepotan dalam situasi seperti ini. Terima kasih untuk keikhlasan bapak ibu Shyfa (yang sudah seperti orangtua sendiri) yang sampai tidak tidur dan mau pergi ke RS sekarang juga ketika mendengar saya masuk IGD. Terima kasih untuk ‘pacarku’ Shyfa yang telah merelakan kenyenyakan tidurnya untuk menemani saya yang rewel menggigil dan bolak balik mau pipis dan minum selama di rumah sakit. We’ve through all shit together, and you’re always (always) be my besty!! Terima kasih untuk Kak Dika dan Sheilla yang sdh direpotkan malam seninnya sampai-sampai bertampang kucel gara-gara mengurusi saya melewati masa genting di RSHS sampai memindahkan saya ke RS. Sentosa, ah, semoga kebaikan kalian dibalas Allah SWT, aamiin. Terima kasih untuk puluhan ВВМ™ bernada khawatir menanggapi kondisi saya yang cukup mendebarkan, it means a lot and help me heal faster!! Terima kasih untuk yang sudah sibuk sekali memantau saya via whatsup 😉 thank you for your thoughtfulness. Terima kasih untuk yang sudah sibuk memantau via telpon juga, maaf saya menjawabnya dengan sisa-sisa energi dan kesadaran yang saya miliki. Terima kasih untuk adik-adik dan kakak kelas serta teman sejawat yang sudah berkunjung dan berbagi kekuatan, juga madam Rani yang sudah begitu bertekadnya menjenguk saya meski hujan lebat dan setelahnya berujung sakit. I couldn’t thank you more.. Last but the most important one, terima kasih untuk doa yang tak henti-hentinya dari Ibu, ayah, dan adik-adik terkasih, I can feel how your prayers help me through all these. You’re my strength; life won’t be worth living without you, fam!! And thanks Allah for giving me some times to rest and to think a lot about all the greatest things you gave me. I know You are never away from me even an inch.

Saya bahagia sekali, 5 tahun yang lalu saya diopname karena Tipes juga dan setiap harinya tak henti-hentinya teman-teman berkunjung. Pun minggu kemarin, masih tak kalah banyak kunjungan meski sudah lebih dari 1 tahun saya meninggalkan Bandung dan Jatinangor. Thank you!! It makes me believe that I’m still loved.. It (seriously) means a lot!! Who am I without the people around me? Nothing.. I’m nothing without you all, you make who I am now..

***

1000 words

Well, that was quite a long thank you letter. Hundreds words already. And how if I’m dying and only have a thousand words left to say? What would be the most important words to say? Will it remain unspoken until dead taking me away?

I think it’s really good to know how many words left for us to say, we’ll be wiser to pick some more prior sentence to say to the loved one. Separating the anger over forgiveness, hatred over love, and friends over enemies. Cause we don’t know how many minutes we’ve left, let say we only have a thousand word to say.. Even less. So, let’s be wiser saying things and let’s better save some fragile hearts to protect rather than trying so hard destroying the one we’ve owned. Let’s think this way : every time we see someone will be our last time we ever see them and some words to them. Let’s choose a more heart-warming and comfy words to say.

Ah, again, I’m being over-acting. This is after I watch Eddy Murphy’s movie : A Thousand Words. A good one for your movie collection. A good movie to teach you how to save the one you love and to let them know how much you love them. To put aside a distance and to build a bridge instead.

Well, I’m going to end this writing, since it sounds too much for you, I guess. Hopefully you understand what I’m trying to share. Don’t forget that you’re lucky and blessed enough to have every single person around you!! Night, everyone.. Save your last thousand words!!

Jakarta, 290113, 21.49

Advertisements

4 thoughts on “1000 words (A Thank You Letter)

  1. saya pernah nonton nih pelem, bagus bin ingspiratif yah walaupun berbau magis eh mistik eh apa deh namanya tuh buat si pohon …

    ah intinya sih katakan seperlunya saja, dan selamat sehat senang sentosa dunia akherat and single be happy :p

  2. Wah Histor, maap ya baru tahu beritanya kalo kamu sakit say. Yang sehat-sehat ya, jangan sakit-sakit lagi. Walopun udah ga pernah ketemu, tapi kita masih Kubukalaga kan cuy??

    • Oh, how I miss you Aleeddd…
      apakabar?? dirimu dimana dan sibuk apa?? kerja dimanakah atau jangan2 kuliah lagi seperti cinke??
      Ahahaha,, kubukalaga,, such a loongg long time ago…
      Keep in touch ya Aled…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s