PELARIAN



Run_away_from_the_noise__Wallpaper_5hug2

It’s got to be perfect

It’s got to be worth it, yeah

Saya lagi suka lagunya Emi Fujita yang judulnya Perfect… country gitu lagunya, gak tau kenapa nyaman sekali didengar akhir-akhir ini, kebetulan saya punya versi livenya. Ahaa, ini Cuma intermezzo saja, mana tau ada yang tertarik ikut mendengarkan, hehee…

***

Anyway, hari ini saya ingin menulis tentang pelarian, atau melarikan diri? Yah intinya tentang hal yang dijadikan pengalihan. Banyak orang yang menjadikan Tuhan menjadi pelarian ketika urusan duniawinya mentok, wah itu bagus sekali, tapi tak jarang yang dijadikan pelarian ketika sedang terhimpit justru hal-hal yang merusak diri. Kebanyakan yang beralih merusak diri alih-alih melupakan masalah sejenak yang sebenarnya sedang membohongi dirinya sendiri, mau bagaimanapun dirinya lari ketika kembali tetap harus berhadapan dengan masalah yang sudah seharusnya dari awal dihadapi.

Baru beberapa waktu lalu saya sampai pada kesimpulan bahwa sebenarnya manusia itu takut kepada ketidakpastian masa depan. Ketakutan akan kemungkinan yang mungkin terjadi dan kemampuan menghadapinya. Maka dari itu banyak dukun atau paranormal yang semakin berjaya dizaman ini mengingat makin ciutnya nyali manusia masa kini untuk menghadapi masa depan  yang serba tidak pasti juga keingintahuan manusia yang berlebih terhadap hal-hal yang seharusnya tinggal menjadi misteri masa depan. Allah kan menciptakan masa depan sebenarnya agar manusia selalu punya alasan untuk meminta padaNya yang Maha Tahu. Jadi sesungguhnya gagal sekali manusia yang justru karena ketidaktahuannya akan masa depan malah membuatnya jauh dari Allah.

Kalau menurut hipotesa saya mengenai ketakutan akan ketidakpastian, seharusnya manusia tidak takut mati lho, lah kan mati itu pasti bukan?? Yang dikhawatirkan mungkin bagaimana cara sampainya ajal, nah ini lagi-lagi seharusnya membuat kita tidak lupa untuk tetap meminta akhir yang baik kepada yang Maha Tahu akhir hidup kita bagaimana, ya tho??

Nah, kembali lagi soal pelarian, yang mau saya bahas sebenarnya bukan tentang kematian dan sebagainya, tapi tentang hal yang diputuskan dilakukan untuk masa depan. Minggu kemarin saya sempat bercakap-cakap dengan teman kosan yang cukup bijak dalam menanggapi sesuatu. Kami sampai pada satu bahasan mengenai seorang kerabat dekatnya yang terjebak pada kesalahan menghitung langkah meninggalkan kuliah S2nya untuk bekerja dan kemudian mendapatkan pekerjaan dengan penempatan diluar jawa dan tidak berhubungan dengan bidang ilmu S1 & S2nya. Mendengar cerita itu saya sedikit tersentil, kerabat dekat teman saya itu meneruskan pendidikan hanya karena ada kemampuan tapi tidak benar-benar ada kemauan, tidak benar-benar direncanakan sesuai dengan masa depan yang dia siapkan, karena dia menyerahkan plannya pada apa yang akan datang nanti dan kemudian menjalani hidupnya randomly tanpa ada satu acuan khusus yang membuat hidupnya lebih terarah dan bertujuan. Jangan sampai saya (dan teman-teman) pada akhirnya melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi hanya sekedar ingin membuktikan bahwa kita mampu atau lebih parahnya lagi hanya agar status job-less kita menjadi tersamarkan dengan menuntut ilmu. Asli nih, jujur, saya benar-benar sempat terdiam.

Its better to walk alone if you know exactly what you want to pursue than to walk in the crowd and go with the flow with no purpose on what really end you’ll get to. Kalau kata Albert Einstein “The woman who follow the crowd will usually go nofurther than the crowd”, boleh ikut keramaian, tapi jangan hanya sekedar ikut-ikutan tanpa paham akan berujung dimana dan apakah sesuai dengan hal-hal yang kita rencanakan atau tidak. Jobless seriously better than in relation with something that you really don’t understand what that’s for. Jadi jangan pernah melakukan hal-hal tanpa tau akan berujung bagaimana.

You can’t just run away from thing you don’t like, that’s not how life works…

Kita gak bisa menjadikan aktivitas jadi embel-embel untuk menutupi ketakutan kita akan judgement dari sekitar bahwa kita sebenarnya have not even a thing to do at the time being. Jangan pernah S2 hanya karena belum dapat kerja, jangan pernah asal kerja kalau memang tidak benar-benar suka. Unless you have some special condition such as : harus kerja apapun untuk bisa membantu support secara finansial di keluarga. Otherwise, man… grow up and be wise. A choice you made will affect your life permanently, there’s no rewind in life, only forward.

So,,, berhubung tulisan ini sudah cukup panjang dan khawatir akan membosankan teman-teman yang membaca, saya sudahi dulu deh… Jangan pernah lari dari apapun yaa, face it and pass it, you could do better than just run away… Ah, senangnyaaaa, hari terakhir kerja di tahun ini.. ^^ semoga sore ini ada satu tulisan baru lagi… tscuuussss….

Jakarta, 271212, 09.18

Advertisements

11 thoughts on “PELARIAN

  1. Iih,,, betuul banget Histor,, setuju sama kalimat ini “Kita gak bisa menjadikan aktivitas jadi embel-embel untuk menutupi ketakutan kita akan judgement dari sekitar bahwa kita sebenarnya have not even a thing to do at the time being”

    Aku pagi ini juga dapet lesson “Loving what you do is almost as important as doing what you love” jadi walaupun kadang what we received is not as fit as what we’ve expected before,, tetep ada cara untuk bisa berkarya.. 🙂 🙂 thanks Histor,,,

    Selamat mudik ya besoook,, aku juga besok mudin 😀 sungkem dan salam untuk keluarga…. 😀

  2. hmmm …. mungkin begitu juga jika dikaitkan dengan urusan memilih jodoh, takut nanti jadi perawan tua atau nggak laku, maka pilih sembarangan dengan alasan yang penting laku … opssss ….. oke ini komen keluar sudah keluar dari track …

    kabur ah … *stater odong-odong* ngeenggg ….

  3. Hi, Historina.
    Setuju sekali dengan kalimat kamu “manusia itu takut kepada ketidakpastian masa depan”.

    And I think, now I’m becoming ur new fans. 😀 haha
    Suka sekali baca tulisan-tulisan kamu.
    Inspiring. 🙂

    • Halo haloo,, salam kenal,,,
      Saya manggilnya apa ya mbak?? 😀
      eh, makasih banget udah mampir, saya jadi penasaran, kok bisa nyasar kesini dari mana ya??
      apakah kita pernah kenal di komunitas mana dengan nama samaran kah?? 😀

      • sorry for replying sooo late 😀

        haha,, panggil nama saya aja. Niken. Dulu blog saya namanya manisasamasinpahit.wordpress.com itu. Sekarang ganti jadi nickenodeon.

        Well, kita belum pernah kenal di dunia nyata kok. Dan masalah nyasar ini, dulu awalnya dari iseng-iseng cari artikel blog tentang tulisannya Dee, yang “Spasi” kalo nggak salah, and I found yours. Ternyata setelah saya baca tulisan-tulisannya, blognya emang asik banget buat dikunjungi. Hehe 🙂

      • oh gitu, hai-hai lagi deh,, 😀

        wah, seru ya kalau bisa ketemu di dunia nyata 🙂
        makasih udah nyempetin baca tulisan saya, saya malah belum sempet ngulik lapak situ 😛
        sering-sering berkunjung yaa 🙂

  4. Pingback: Surprise Akhir Tahun | Coretan Kecil Nita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s