When Faith is tested


life-of-pi02

Baru hari Jumat yang lalu saya menonton film “Life of Pi”, it’s really recommended to watch. Satu dari film yang bukan ecek-ecek, dan patut sekali jadi koleksi pribadi. Banyak sekali pelajaran yang saya dapat dari film tersebut tentang eksistensi Tuhan, keimanan, dan kehidupan. Ah, harus nonton sendiri deh…

***

Tidak satu dua kali kita mengaku beriman tapi tidak satu dua kali juga kita mengingkari keimanan kita terlebih lagi ketika ujian datang menyapa. Hadirnya ujian sebenarnya hanya untuk memastikan kekokohan iman kita. Apa benar-benar sudah beriman? Seringnya, iman menancap kuat ketika kita sudah tidak lagi memiliki apa-apa dan sudah tidak punya lagi tempat bergantung dimana-mana, there we found God and all that left is to have some faith that God is giving His best right now.

Tak jarang ketika diuji kita berakhir menyudutkan Tuhan yang seolah tidak adil memberikan ujiannya kepada kita sedang hambanya yang lain terlihat bisa bernafas dengan lega tanpa perlu melewati duri-duri kehidupan sesulit kita. Hey… sorry, lagi-lagi saya ingin mengingatkan kembali (diri saya pun teman-teman) bahwa ujian diberikan kepada kita karna kita mampu menggenggam keimanan ini erat-erat, karena Tuhan yakin kita punya kemampuan untuk meyakini apa-apa yang tidak perlu terlihat dengan kasat mata.

If we believe what we see, then what will we believe when we’re in the dark?

Jika kita hanya mempercayai yang terlihat saja maka apa yang akan kita percayai dalam gelap? Keimanan kepada Tuhan. Seperti itulah eksistensi Tuhan dan keimanan, Seperti mempercayai sesuatu terlihat dalam gelap. Mempercayai adaNya tanpa perlu menuntut menginderai keberadaanNya. Seperti ujung cerita Pi setelah terombang-ambing di lautan dalam film Life of Pi, pada awalnya Pi benar-benar habis kesabaran sampai-sampai bertanya “Apalagi yang akan Kau ambil dariku?” hingga akhirnya ketika perjalanan terombang-ambing di lautan berakhir ia berkata “Even it seems like He’s abandoning, He’s actually watching; even He seems indifferent, He’s seriously watching, He gave me sometime to rest and gave me sign to continue the journey.” At the end, Pi pun menyadari bahwa apapun yang sedang terjadi pada dirinya adalah bentuk penjagaan Tuhan, Tuhan ingin Pi mengembalikan sepenuh keyakinan hanya padaNya dan ingin ia percaya bahwa whatever happened is what best given for him.

Kalau saja kita selalu mengingat bahwa apapun dan siapapun yang kita miliki saat ini adalah titipan, maka seharusnya apapun yang kembali diambil olehNya tidak akan terlalu mengagetkan, karna hanya masalah waktu segala hal (bahkan kita pun) akan kembali padaNya.

Setiap orang pasti mengalami masa-masa when faith being tested dan seharusnya parameter kelulusan ujiannya adalah when faith in God getting stronger.

Ah, it’s really nice to write again,, Have a good day everyone… You may consider to watch Life of Pi in your leisure time…

Jakarta, 041212, 12.13

Advertisements

3 thoughts on “When Faith is tested

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s