Seeking for The Answer


Everybody should get rich and famous and do everything they dream of, to see that it’s not the answer. #iHQ

An interesting phrase, don’t you think so? Sebenarnya achievement yang kita kejar-kejar, kekayaan yang kita tumpuk-tumpuk, kepopuleran yang kita idam-idamkan, pada akhirnya membawa kita pada satu kesimpulan sederhana : masih hampa dirasa meski telah tergapai segala yang menjadi cita-cita.

“Bila mungkin hidup hampa dirasa,
Mungkinkah hati merindukan Dia…”

Ya jawabannya mungkin karena kita hanya mengejar dunia tanpa melibatkan Pemilik Dunia didalamnya, mungkin kita merindukanNya. Saya pun (jujur) pernah berada diposisi serupa, bingung harus melakukan apa dan merasa zero tidak punya ilmu apa-apa, atau sesuatu pun yang bisa dijadikan modal untuk sedikit berbangga. Dan pada saat itu satu dari teman terbaik saya berkata menulislah tor, bukankah itu cara lo mengekspresikan diri, menuliskan tentang diri lo yang tidak tau apa-apa, yang tidak punya apa-apa, dan tidak tau harus berbuat apa. Menulis tentang hal-hal diluar dunia yang pada akhirnya membawa lo pada pertanyaan tentang porsi Allah di hati. Mencari ketentraman dan keikhlasan juga menemukan kesyukuran dengan segala keadaan yang sedang lo hadapi, bagaimanapun itu.

Ah, this is it, at least this activity lead me to the answer on how should I involving God on every single thing I do. Saat itu juga saya merasa tersadar, mungkin saya sedang jauh dari Allah, hingga hati merasa gundah, dan langkah tidak lagi dipenuhi kepastian dan kepercayaan diri. Saat itu pula saya merasa bersyukur karena masih memiliki teman yang berhasil mengingatkan saya. Kalau saja kita mau mengakui, seringnya apa yang kita harap-harapkan telah kita peroleh tapi tak jua ketenangan melingkupi hati, bisa jadi karena pada saat itu dunia sudah jauh lebih mendominasi dari pada Allah dan urusan akhirat, Astagfirullah…

Lihat betapa banyak orang yang memutuskan mengakhiri hidupnya diluar sana, bukankah sebagian besar dari mereka adalah orang yang memilih tidak berTuhan? Meski segala popularitas dan parameter kebahagiaan dunia telah diraih, masih juga sampai pada ke-mentok-an duniawi. Ada satu relung yang memang tidak akan bisa diisi dari selain Tuhan.

I often imagine that God will say something like “Ah, come’on, you beg me for everything and you don’t even trying to at least admit what you’ve got is from ME?”, meaning that seringnya kita habis manis sepah dibuang, pas lagi butuh gak pernah lupa sama Tuhan berharap pintanya diijabah, dan pas lagi berlimpah langsung menjauh dari Tuhan, parahnya malah saat susah pun memilih meninggalkan Tuhan. Yakinlah, meski disaat apa-apa yang dicita-citakan tidak didapatkan, kita tetap merasa fully contained dengan adanya porsi Tuhan disana. Kita tidak lagi sibuk mencari-cari apa yang sebenarnya harus dicari.

So, to get the answer of life, ask GOD and involve Him in every step you make. Semoga kita bisa terus menjadi orang yang beruntung. Aamiin…
Jakarta, 071112, 11.23

Seeking for The Answer

Advertisements

3 thoughts on “Seeking for The Answer

  1. Aiiihh, historrr.. 🙂 Menyertakan Allah dalam setiap alasan bertindak, menyertakan Allah dalam setiap hikmah dan kebaikan kejadian. 😀 Itulah yang seharusnya kita lakukan, yang ternyata seringkali kita lupakan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s