Bersandarlah hanya pada Allah


Teman-teman pernah kecewa? Pernah merasa sedih karena ketidaksesuaian harapan dan kenyataan? Ah, sayangnya saya masih sering merasa seperti itu, dan sayangnya kemungkinan besar itu karena harapan saya pada makhluk masih lebih tinggi dari harapan yang saya gantungkan pada Allah. Astagfirullah…

Tentang kecewa; Menurut saya, kecewa yang paling mengecewakan adalah kecewa yang disebabkan oleh orang yang paling kita tokohkan, dikecewakan oleh orang dekat yang paling jarang mengecewakan, dan disitulah menurut saya kita diuji dan (kasarnya) dipaksa untuk kembali men-SATU-kan Allah, membuatNya tidak lagi tersaingi. Kalau kata Aa Gym, saat itulah kita merasakan bahagia yang sesungguhnya, ketika kita benar-benar memutuskan harapan dari makhluk dan hanya menggantungkannya pada Allah yang tidak akan pernah mengecewakan para penggantung harapan.  Ketika tidak terkabulnya harapan pun tidak membuat kita kecewa atau bersedih berlarut-larut.

“Dan segala nikmat yang ada padamu datangnya dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kemudharatan, maka kepadaNyalah kamu meminta pertolongan (QS. AN-Nahl : 53)

Jika Allah berkehendak, begitu mudahnya Allah membuat kita menyadari pentingnya arti Laa ilaahaillallah.. Namun, Allah ingin kita tidak hanya bisa melaksanakan tapi juga bisa memahami dan memaknainya, untuk itu Allah berikan sedikit demi sedikit teguran agar tidak menuhankan makhluk-makhluk lain selain Allah, makhluk-makhluk yang jelas-jelas hasil ciptaanNya dan tidak mungkin lebih hebat dariNya. Allah ingin hambanya menyadari, bahwa segala yang diinginkan bisa didapatkan selama hal tersebut baik, ditempuh dengan cara-cara yang baik dan memintanya hanya pada yang paling mampu mengabulkan permintaan. Tidak semua yang kita inginkan harus kita dapatkan agar kita pun memahami bahwa dibalik semua penilaian kebaikan dari kacamata manusia, yang paling tau yang terbaik untuk hambanya ya hanya Allah.

Untuk itu, apapun yang sedang dihadapi, jika tidak ingin kecewa, sebelum akhirnya orang-orang, harta benda, jabatan yang kita banggakan mengecewakan kita, sebaiknya bersandarlah hanya pada Allah, yang tidak akan pernah berkhianat, dan tidak akan pernah kemana-mana.

Jakarta, 291012, 14.59

Mencoba berdamai dengan kekecewaan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s