Syukur dulu baru Sabar


Saya ingin berbagi tentang pemikiran saya mengenai dua hal yang sangat penting untuk dijadikan bekal hidup : Syukur dan Sabar. Banyak yang berkata jika mendapatkan kenikmatan hendaklah kita tidak lupa untuk bersyukur, dan ketika menghadapi ujian hidup sebaiknya tidak luput untuk terus bersabar.

Syukur dan sabar pada intinya adalah bentuk sikap kita dalam menanggapi hal-hal yang berbatas. Mensyukuri hal-hal yang masih digenggaman, dan melingkupi dengan kesabaran untuk hal-hal yang harus berpindah kepemilikan dan pergi atau hal-hal yang belum menjadi milik. Bagi saya, syukur adalah bentuk pengekangan terhadap sifat tidak puas manusia yang tak berujung, dan sabar adalah bentuk penyaluran positif dari mengeluh atas hal-hal yang belum memuaskan ingin dan harap kita.

Menurut saya, apapun yang terjadi (mendapatkan kenikmatan ataupun ujian) seharusnya yang kita lakukan tetap saja bersyukur terlebih dahulu, sabar adalah tahap selanjutnya. β€˜Kan janji Allah ketika kita bersyukur maka akan ditambah nikmatnya, jangan sampai bentuk kesabaran kita itu menjadi bentuk transformasi dari kekurangsyukuran kita yang menjadikan kita kufur nikmat. Jadi sepertinya akan lebih bijak jika kita menanggapi apapun dengan terlebih dahulu bersyukur kemudian baru bersabar atas segala hal yang harus dihadapi selanjutnya.

Sampai kapan syukur dan sabar terus kita ulang-ulang? Sampai tidak ada lagi perhitungan waktu yang membatasi kesyukuran dan kesabaran kita dalam menghadapi sesuatu yang berarti kita sudah ikhlas dalam kesyukuran dan kesabaran yang kita lakukan. Karna kita tau bahwa kenikmatan dan ujian itu berbatas, suatu hari akan mudah berganti sebaliknya, oleh karena itu sebaiknya kita bersungguh-sungguh dalam kesyukuran dan kesabaran tersebut. No moment that last forever, even that unbeatable sun will finally goes down and let the dark take its position.

So, whatever things you’ve been through, syukur dulu baru bersabar.
Jakarta, 161012, 12:14

Syukur dulu baru Sabar

Advertisements

5 thoughts on “Syukur dulu baru Sabar

    • surely,, πŸ™‚ that’s just my point of view om.. πŸ˜€ yang penting tetap dipegang keduanya, masalah mana yang lebih dulu ya gimana baiknya masing-masing orang aja. πŸ™‚

  1. saya sepakat teh,,, apapun itu syukurilah,, karena apapun yg terjadi pada kita pasti adalah yang terbaik dariNya,, dan Allah pasti tahu hal itu,, walau kenyataannya pahit pada awalnya tapi pasti selalu ada pelangi setelah hujan yang deras hehehehe,,, kangen tulisan teteh,, eh baca yg ini,, psass banget,, alhamdulillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s