Endless Happiness


 

Yaaayyyy,, akhirnya kemarin saya nonton Perahu Kertas 2. Well, menurut saya lebih bagus yang pertama, tapi tetap saja jawabannya ada di Perahu Kertas 2. Ceritain gak ya?? Hehehee,, yang pasti Happy Ending.. *you can relax now* 😛

Ada beberapa kalimat yang saya highlight dari film Perahu Kertas 2

Remi : Cari orang yang bisa ngasih kamu segalanya tanpa kamu harus minta

Kugy : Aku udah nemu, itu kamu Remi. Aku udah ngasih kamu segalanya

Remi : Tapi aku belum nemu….

…Aku ngelepas kamu supaya kamu gak terus-terusan berusaha ngebahagiain aku

It’s just, oughh wow!! Ternyata tidak cukup cuma bisa ngasih kebahagiaan buat orang yang kita sayang saja, tapi syarat terjadi pemberian kebahagiaannya juga harus tanpa rasa terpaksa. Kita ingin membahagiakan karena kita pun bahagia melakukannya. Gak tau kenapa, ini kena banget di saya. Hehee..

Selain itu, sikap Kugy dan Keenan yang pada akhirnya sama-sama memutuskan untuk melepaskan dan memilih seseorang yang akan membahagiakan mereka, membuat saya banyak tercenung. Tentang terpaksa melepaskan yang sebenarnya masih bisa dipertahankan agar tidak melukai orang-orang yang tidak seharusnya terluka. *sigh* berat ya sepertinya. Di Perahu Kertas juga disinggung bahwa tidak semua cerita akan berakhir bahagia. Tapi bagi saya, semua ending disetiap waktunya adalah akhir yang bahagia, bagaimanapun sakitnya itu, karna saya percaya apapun yang terjadi sudah yang terbaik dan seharusnya memang bahagia. Hanya saja kita suka terlalu cepat menjustifikasi akhir yang kurang baik, dan kita juga tidak bisa menyalahkan kekurangan kita yang memang tidak bisa menerawang kebahagiaan dari keputusan yang di rasa kurang baik hari ini.

Ketika Tuhan menurunkan hujan, tidak berarti menjadi solusi (sumber air) bagi yang kehausan bisa jadi tujuan Allah sebenarnya adalah untuk menumbuhkan toge – Ibu

Yah, itu dia tadi keterbatasannya manusia hanya bisa melihat apa-apa yang kasat mata, yang mampu dijangkau nalar. Seringnya kita meminta solusi untuk masalah A yang kita anggap lebih utama untuk diselesaikan tapi Allah memberi jawaban untuk masalah B yang bagi kita kurang prioritas. Bisa jadi sebenarnya menurut Allah masalah yang lebih mendesak untuk diselesaikan adalah masalah B yang mungkin juga akan memudahkan terselesaikannya masalah A. Semoga bisa dipahami ya maksud saya…

So, kita harus fleksibel dalam memasrahkan apa-apa yang menurut kita baik kepada Allah sehingga Allah bisa ikut andil meluruskan persepsi baik kita yang mungkin sedikit keliru. Jangan bersedih atas hal-hal yang belum termiliki, be grateful ‘cause we can’t have everything, that make us may be happier tomorrow. Setuju gak? Coba deh kalau kita bisa punya semua yang kita inginkan dalam satu waktu, gak akan lagi rasa bahagia yang membuncah saat menanti-nanti esok hari kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi. Dulu saat SD kita bisa bersemangat menunggu pembagian raport karena raport semester ini bisa lebih baik dari semester sebelumnya, dan karenanya kita akan mendapat hadiah. See.. karena kita tau hari kemarin belum begitu baik maka hari ini kita bisa jadi lebih bahagia setelah mengetahui kita sudah menjadi lebih baik. Ah, lagi-lagi kata-kata saya membingungkan ya, aduh maafin,, 😛

So, to get an endless happiness we have to realize that we can’t have everything, we’ll gain it gradually that’s make us happier day by day. Lets be happier cause we know tomorrow we’ll be better!!

Jakarta, 091012, 11.06

Advertisements

3 thoughts on “Endless Happiness

  1. Seringnya manusia –termasuk saya– jika dihadapkan pada beberapa masalah diwaktu yang sama, malah terjebak dengan pilihan – pilihan yang keliru yang sangat mungkin merusak semuanya. Cara berfikir akan didahului oleh prasangka, sehingga semua terlihat rumit, bahkan untuk yang paling sederhana sekalipun.

    Dan saya masih terus belajar, untuk ikhlas dan pasrah untuk segala ketentuan-Nya mbak. Meski sebagai manusia biasa, tak jarang keluhan & ketidakpuasan masih jadi Raja, hehehe

    Nice post mbak 🙂

  2. Mamiih… hehehe
    Hmm.. paling ngena itu ketika akhirnya masing-masing rela, ikhlas melepaskan satu sama lain meski rasanya beraaat banget.. dan dibalik itu semua, karena mungkin dengan keihlasan, mereka percaya ada yang telah Tuhan rencanakan… -kalau jodoh nggak kemana-

    😉

    • anakkuuu,,, makasih sudah kembali mampir,, hehee,, pastinya, kalau jodoh pasti akan kembali mau udah kemana2 juga 😀
      mana, mana tulisanmu?? aku juga mau baca donkk 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s