Do not Fall


Yeap, saya harus menulis, untuk mengobati ketidak-tenangan hati. Menulis, untuk melerai benang episode yang sedang timpa-menimpa agar tidak serunyam yang terlihat. Menulis, untuk menemukan kembali solusi yang sejak awal sebenarnya sudah ada. Yuk mendulang apa saja yang ditemui sepanjang proses memilah-milah kata, frase, kalimat, yang akan dijadikan tulisan.

***

In the hopes of reaching the moon men fail to see the flowers that blossom at their feet. 

~Albert Schweitzer

Nah, itu salah satu padanan kata dalam kalimat yang bisa mewakilkan kesibukan kita untuk terus mencari yang terbaik sampai-sampai lupa pada hal-hal terbaik yang telah dimiliki sejak dulu. Sibuk menggapai kerlap-kerlip bintang di langit sampai-sampai kita lupa bahwa kita punya sumber keindahan lainnya : bunga yang sedang bermekaran ditempat dimana kita berpijak. Saya jadi ingat narasi di sebuah film yang saya tonton (lupa judulnya), “pelangi selalu terlihat diatas kepala orang lain” padahal orang lain juga melihat pelangi diatas kepala kita. Ya intinya sie masih sama dengan banyak tulisan sebelumnya, terus bersyukur atas apa yang dimiliki, dan mengikhlaskan apa-apa yang memang tidak ditakdirkan untuk menjadi milik. Don’t ever fail to see what’s on your ground.

Saya sekarang-sekarang ini benar-benar sedang belajar banyak bersyukur, alih-alih sekaligus menagih janji Allah yang katanya akan menambah nikmat ketika hambanya pandai bersyukur. Dan benar, Allah me-reward saya sedikit demi sedikit atas apa-apa yang saya usahakan untuk selalu disyukuri. Saya kadang suka takut, takut jangan sampai saya kufur nikmat dengan mengeluhkan ini itu yang masih belum dimiliki. Selain itu, saya juga suka takut akan kehilangan setiap kenikmatan yang masih dipercayakan untuk saya genggam. Oleh sebab itu saya selalu berusaha untuk mengingatkan diri agar tidak menjadi orang yang merugi yang menyadari banyak hal berharga ketika hal tersebut sudah pergi.

It wasn’t raining when Noah built the ark.Nah, jangan sampai nunggu hujan yang menyebabkan air bah menghanyutkan segala yang kita sayang baru kita mulai mengenang hal-hal baik dan buruk yang pada akhirnya jadi sesuatu yang kita rindukan. Naudzubillahimindzalik..

Kalo kata peribahasa Inggris “Do not fall before you are pushed.” Dan saya kira lebih tepat seperti ini “Don’t fall even after you’re pushed”. Jadi, walaupun kemarin-kemarin kita sempat kecolongan keburu kehilangan hal-hal atau orang yang disayang dan baru menyadari betapa berharganya mereka setelah pergi, kita masih tetap punya kesempatan untuk memperbaiki, untuk lebih aware pada hal-hal yang memang harus dijaga sebelum sampai waktunya mereka harus benar-benar beranjak pergi karena memang tugasnya telah selesai untuk mendampingi kita. Don’t fall, don’t give up, there’s always time to fix everything.. J

***

Well, as usual, Cuma berusaha untuk menukil, men-sarikan, menulis, dan berbagi setelahnya, semoga bermanfaat..

Jakarta, 190912, 16.06

Advertisements

2 thoughts on “Do not Fall

  1. diriku merasa sedang berteduh di sebatang pohon di pinggir oase….. 🙂
    dan bolehkan diriku merasa malu, dan mengakui bahwa dirimu lebih arif dibanding diriku yang mungkin jauh lebih lama hadir di alam fana ini…

    • hai hai,,, 😀 ah, daya khayalnya si mbah agak ketinggian nie 😛
      anyway, menulis membuatmu kadang lebih dewasa karena semakin sering menulis jadi semakin sering berkontemplasi… dan saya yakin, mbah jauh lebih dewasa, hanya g diliatin aja 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s