Harapan


Saya adalah orang yang tidak suka diberi harapan dan akan merasa terbebani jika diharap-harapkan. Maksud saya, saya tidak suka melihat diri saya mengecewakan orang-orang yang menggantungkan harapannya kepada saya. Andaikan harapan itu bisa dibagi-bagi, rasanya ingin saya bagi rata agar tidak ada yang kecewa. Tapi, apa jadinya hidup jika semua harapan harus terpenuhi, jika semua harapan harus sampai pada jawaban yang membahagiakan.

Tercapainya harapan seperti yang dicita-citakan tentu banyak memberi pelajaran, tapi tidak tercapainya harapan seperti yang kita ingini memberi lebih banyak lagi pelajaran. Ada asa yang jadi nyata, ada yang memang hanya akan menjadi angan-angan yang harus kandas dan karam. Kadang sebenarnya kita hanya diminta untuk tidak berharap banyak baru kemudian harapan tersebut dikabulkan, hanya agar kita belajar berikhtiar dan mempercayakan hasil terbaik padaNya.

Seperti konsep “Zero Mind Process” yang disampaikan di training ESQ:

[ x ÷ 0 = ∞ ]

Sesuatu dibagi semakin besar maka hasilnya semakin kecil, sebaliknya dibagi semakin kecil (mendekati 0) maka hasilnya tak terhingga besarnya. Jika harapan A diharapkan bisa memberikan hasil yang berpengaruh pada status sosial kita, kekayaan pribadi kita, atau mempengaruhi jabatan dalam karir kita, dsb, maka ya yang didapatkan sebaik-baiknya hanya seperti apa yang kita targetkan. Sedangkan jika kita hanya menggantungkan harapan kepada Allah dan meminimalisir taget ini itu yang diproyeksikan akan berpengaruh ketika harapan tersebut tercapai, maka Allah akan memberikan lebih dari apa yang kita ingin-inginkan.

Salah satu cara memperkecil faktor pembaginya agar hasilnya semakin maksimal adalah dengan Ikhlas. Mengikhlaskan hasil setelah berikhtiar, memasrahkan yang terbaik setelah sudah berusaha maksimal, mempercayakan sebaik-baiknya akhir dari proses yang sudah dijaga dengan maksimal. Ikhlas setelah ikhtiar adalah satu bentuk pemberian sepetak ruang untuk Allah ikut andil membantu kita menentukan akhir yang baik.

Siapapun boleh berharap, tapi harus siap dengan berbagai akhir yang ditawarkan, bisa jadi sesuai dengan yang diharapkan, lebih baik, atau mungkin jauh dari yang diharap-harapkan. Semuanya bisa kita hadapi dengan lapang hanya jika keikhlasan akan hasil dengan pelibatan Allah sudah kita lakukan.

Lagi-lagi, tulisan saya sebenarnya hanya berputar di hal-hal ini saja, ya, semoga tetap bermanfaat dan tetap bisa mengingatkan yang pernah membaca tulisan saya yang serupa.

Selamat berharap dan belajar keikhlasan!!

Jakarta, 130912, 12.26

Advertisements

One thought on “Harapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s