Mengabadikan Memori


Di perjalanan menuju kantor kemarin pagi, seperti biasa hidung saya menangkap berbagai wewangian yang digunakan para pekerja yang sempat berpapasan dengan saya. Tidak seperti biasanya, saya mendadak terpikir, ah, wangi ini, ini wanginya seperti parfum teman saya ketika kuliah dulu. Dari situ entah bagaimana mekanisme otak saya bekerja, saya jadi menyimpulkan, bahwa wewangian bisa membantu mengabadikan memori.

Saya jadi ingat, setiap saya membaui wangi cologne (yang botolnya berbentuk oval, dan berwarna hijau), saya selalu terbawa ke memori masa kecil dulu ketika saya dan adik menghadiahi ayah cologne di hari ulang tahunnya. Hihihiii.. Lucu ya, kok hadiah ulang tahun dikasih begituan. Jadi ceritanya, dulu saya dan adik mengumpulkan uang sisa dari uang jajan selama sekolah dulu, kalau tidak salah dulu pas SD dapet uang jajan 500an rupiah, dan kita kumpulkan sisa uang jajan berdua sampai mencapai 2800an rupiah untuk membeli kado di ulang tahun ayah. Awalnya (entah saya dan adik mikir apa), saya dan adik sempat berpikir ingin memberikan tusuk gigi, muahahahaaaa,, kayaknya lucu aja udah berbentuk kotak, mudah tinggal di bungkus sedikit aja, untung pilihan akhirnya jatuh ke si cologne, lebih masuk akal. Milih-milih cologne pun gak pake pertimbangan ini baunya cocok atau nggak buat cowok (dan rata-rata cologne baunya kan cewek banget). Pokoknya kita Cuma pengen nunjukkin effort kita buat menyisihkan uang jajan dan memberikan hadiah di ulang tahun ayah. Seinget saya sie, ujung-ujungnya cologne itu dipake saya dan adik, hihihihii…

Ada lagi cerita wewangian yang lain, kali ini tentang guru SD saya, Pak Jose. Pak Jose seorang Timor-Timur asli tapi yang golongan gantengnya, maksudnya yang lebih dominan campuran Portugal daripada penduduk asli Timor-Timur, jadi bermata coklat, garis wajah yang tegas, rambut keriting kecil dengan warna agak blonde, juga perawakan yang tinggi. Well, dia cukup tampan untuk seorang guru. Nah, yang paling saya ingat dari Pak Jose ini adalah parfumnya (yang sayangnya tidak mampu saya deskripsikan lewat kata-kata). Khas sekali baunya Pak Jose, ketika sedang keliling kelas sembari mencari murid yang akan ditunjuk untuk belajar menyanyi bahasa tetun, ah, khas sekali baunya. Jadi ingat satu lagu Tetun (bahasa Timor-Timur) yang dulu diajarkan

Hau hakerek surat ida
Hau haruka lori ba
Keta hatudu baema ida
Keta hatudu ba mama
Fila fali mai..
Mai haksolok hau
Se lae hau mate
Semak hadomi o..

Cerita lainnya datang dari wangi khas teman laki-laki semasa kuliah dulu, yang ketika dia lewat, meski sambil menutup mata saya pun akan langsung mengenali bahwa yang baru saja lewat adalah si “Anu”. Oia, ada juga bau orchid dari body mist/splash cologne merk Putri yang suka sekali saya gunakan ketika saya SMA dulu. Sampai saat ini, dimanapun saya mencium wangi tersebut, saya akan langsung terbawa ke masa-masa putih-abu dulu. Ada pula satu wangi parfum (saya lupa nama parfumnya) yang saya peroleh sebagai hadiah ulang tahun dari teman-teman Pakistan saya ketika saya berada di Suwon, Korea. Ah, benar-benar wangi-wangian ini menguak semua memori yang bersentuhan dengannya. Semua.. satu persatu, kejadian per kejadian.

Karena itu, saya simpulkan, bahwa wewangian bisa membantu mengabadikan memori yang nanti akan memudahkan terkuaknya kembali memori masa itu. Mungkin metode pemulihan mereka-mereka yang amnesia bisa diusulkan dengan pendekatan wangi-wangian kali ya.. Ahahaha, apa sie saya. Well, hanya berbagi pemikiran, apakah teman-teman punya pendapat yang sama??

Have a nice Thursday!!
Jakarta, 29-300812, 13.11

Mengabadikan Memori

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s