APRESIASI


Betapa banyak bawahan yang loyal kepada atasannya lantaran atasan pandai mengapresiasi kerja-kerja kecil bawahannya.

 

Lantas, apakah apresiasi berbentuk semacam hadiah hingga semua orang menyukainya? Nope… Hadiah adalah salah satu bentuk apresiasi, tapi apresiasi tidak hanya berbentuk hadiah yang bisa dinilai secara fisik. Apresiasi memiliki banyak bentuk, bentuk yang berupa tindakan, ucapan, atau bahkan hal-hal yang hanya hati bisa menilainya. Jika kita punya kelebihan rejeki, apresiasi berbentuk hadiah baik untuk dilakukan, namun jika kita memang memiliki keterbatasan untuk mengapresiasi seseorang melalui pemberian sesuatu, sampaikan bentuk apresiasi kita melalui ucapan terima kasih atas kerjakerja mereka.

 

Selain melalui ucapan, apresiasi juga bisa dilakukan melalui tindakan, contoh kecil yang sangat berpengaruh hebat adalah senyuman. Tidak sedikit mereka yang dicinta banyak orang hanya dengan konsistensinya menebarkan senyuman tanda mereka mengapresiasi eksistensi orang-orang disekitarnya. Tidak hanya satu dua orang biasa yang terlihat bersinar ditengah banyak orang lainnya dengan segala pangkat duniawinya hanya karena hal kecil yang membuat semua merasa ada dan punya peran penting bagi dirinya yang biasa.

 

Jadi, mari mengapresiasi, tapi jangan lupa sertakan hati. Agar hadiah tidak hanya jadi motivasi kerja maksimal, agar ucapan terima kasih tidak lagi terdengar sebagai kata tanpa makna, agar loyalitas tidak lagi selama kita masih menjadi seseorang berada, agar dedikasi tinggi tidak lagi lantaran siapa bisa membuat keputusan apa.

 

Lalu, apakah untuk mengapresiasi harus menunggu kita menjadi siapa-siapa?  Harus dari level atas ke level bawah? Kapan kita bisa memulainya kalau begitu?

 

Mengapresiasi tidak hanya ketika kita sudah menempati posisi pengambil keputusan dimana banyak nasib bergantung pada kita, tidak hanya ketika sudah menjadi seseorang yang dilayani kepada mereka yang melayani. Apresiasi seharusnya bisa dilakukan oleh siapa saja, di tingkat yang mana saja, di lini apa saja. Dan agar apresiasi dari level bawah ke atas tidak terasa seperti sedang menjilat, sertakan hati dalam setiap bentuk apresiasi. Contoh kecil : Supir yang sudah beberapa menit sebelumnya menyalakan AC mobil sebelum bossnya yang baru saja selesai upacara 17an kembali sehingga ketika si boss sampai tidak harus menunggu beberapa saat untuk merasakan kesejukan setelah berjemur matahari berjam-jam. Itu adalah satu bentuk apresiasi. Apresiasi bawahan yang secara tidak langsung menyatakan bahwa saya tau pak/bu boss sedang melakukan apa dan membutuhkan apa setelahnya. Caring. Yeap.

 

Ah, saya mungkin kurang kreatif memberikan contoh, yang pasti memberikan apresiasi bisa dengan apapun, melalui apapun, dan bagaimanapun caranya. Apresiasilah segalanya dengan hati. Apresiasi itu mengajarkan kita untuk bersyukur atas kebaikan yang telah kita terima dan belajar keikhlasan melalui kelapangan dada kita (menghilangkan sedikit ego) menyampaikan rasa terima kasih dengan hati atas apa-apa yang telah dilakukan orang lain.

 

Terima kasih Allah, sudah membangunkan saya kembali pagi ini sehingga saya bisa kembali belajar tentang hidup ini atas izinMu.

Jakarta, 170712, 10.25

Advertisements

One thought on “APRESIASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s