Tentang Perhiasan Terindah


“Mungkin sekarang intan, permata, dan berlian harus terpisah, tapi suatu saat kita akan brkumpul kembali dalam sukacita”

Ini kisah tentang perhiasan terindah, yang karena keadaan dipaksa berpisah oleh jarak. Ini tentang kisah mereka, yang sedang bersusah payah belajar tentang kehidupan dari sang pemberi keindahan hidup dunia. Ini mungkin tentang kisah pilu perjalanan mereka yang hanya berbekal keyakinan bahwa suatu saat nanti semua bisa berbalik menjadi hanya bahagia.

Ini kisah tentang perhiasan terindah yang sedang mencari dan berusaha mempertahankan keindahannya. Ini kisah tentang mereka yang tak mampu menghindar dari kelamnya malam yang membuatnya sulit berbagi cahaya. Tapi ini bukan kisah tentang hilangnya cahaya, ini tentang perjuangan keras sekumpulan batu alam yang harus rela terbentur berkali-kali untuk terus bercahaya.

Mungkin perjalanannya terdengar seolah menyedihkan. Dan mungkin memang tak jarang terlihat mereka meredup dan seolah menangisi keadaan. Tapi andai mampu kalian melihat lebih dalam, mereka hanya sedang menangis haru bahagia, atas keyakinan keistimewaan mereka hingga harus dihadapkan dengan pilihan pahit yang tak mungkin terhindarkan.

Mereka hanya sedang menanti ketentuan alam yang menjanjikannya ruang berbagi cahaya setelah lewat sekelebat episode kelam. Mereka hanya sedang menimba ilmu lebih lama dari ciptaan alam lainnya, yang membukitkan gumpal-gumpal kepercayaan akan kelas yg lebih tinggi diakhir penempaannya. Mereka hanya sedang berbagi dengan porsi yg lebih besar dari yg pantas mereka akui sebagai milik mereka saat ini, agar mereka memahami bahwa ternyata segalanya bisa mudah berpindah kepemilikan jika saja Pemiliknya berkata demikian. Mereka hanya sedang belajar tentang sebuah kenikmatan dalam mengorbankan yang paling berharga diantaranya, sehingga mereka menyadari ternyata memberi lebih menyenangkan daripada berharap berian dari lainnya.

Mereka mungkin memang sedang terpisah saat ini, hanya agar mereka belajar tentang arti setiap cahaya yang mampu mengalahkan ketiadaan cahaya.

Mereka tidak sedang berduka, mereka hanya lebih banyak mengekspresikannya melalui luluhan airmata.

Ini tentang mereka, perhiasan terindah yang sedang belajar tentang keindahan cahayanya.

Jakarta, 080412, 16.36

Aurora Borealis

Advertisements

One thought on “Tentang Perhiasan Terindah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s