Don’t miss the lesson


No matter what you’ve been through, don’t miss the lesson…

As it said on my status several days ago. Yeap, apapun yang telah, sedang, dan akan teman-teman hadapi, bahagia ataupun duka, yang paling penting adalah jangan sampai tidak belajar dari apa yang telah, sedang, dan akan teman-teman lalui. Whether it is happiness or sorrow, you got to be fast enough to catch the lesson in between. 

Kita boleh saja tenggelam dalam kebahagiaan sampai-sampai kita tidak lagi mampu tertawa lebih lebar, dan kita bisa saja menangis tersedu-sedu sampai-sampai tidak lagi sanggup mata mengeluarkan tetesan airmata, tapi keesokan harinya, kita harus kembali kepada kesadaran kita dan kembali mengingat bahwa nothing’s permanent. We have to learn from our laughter and tears, learn to let go and forgive, learn to be better each second we’ve spent.

Mengenai kesedihan, saya pernah beberapa kali mengalaminya, semua manusia juga pasti pernah merasainya. Saya masih ingat kejadian dulu ketika saya SMP yang benar-benar membuat saya terluka dan trauma hingga sulit untuk mempercayai orang lain lagi. Apa sesudahnya saya dendam? Waahhh… iya banget, rasanya pengen mereka merasakan apa yang saya alami saat itu, tapi apa itu yang paling baik untuk memberi pelajaran pada mereka yang telah menyakiti kita, nope… Balas dendam itu selain tidak menyelesaikan masalah, hanya akan membuat urusan selalu berujung duka. Yakin deh. Dan ketika kita membalas dendam, apa yang membedakan kita dan mereka? Selain itu, tanpa campur tangan kita pun sebenarnya nanti mungkin ada waktu untuk mereka akhirnya memahami bahwa apa yang mereka lakukan dulu menyakitkan.

Ada juga beberapa orang mungkin yang penyampaiannya saja yang membuat kita jadi tidak enak hati walaupun sebenarnya mereka hanya ingin kita belajar tentang sesuatu. Kita pun bisa jadi tanpa sadar pernah melakukan hal serupa kepada orang lain. Nah untuk itu, ketika kita merasa menjadi korban dan semacamnya sebaiknya ingatlah kata-kata bijak yang saya kutip dari status teman saya ini Always put yourself in the other’s shoes. If you feel that it hurts you, it probably hurts the person too..” Apalagi kita yang mengalaminya duluan, kita pasti tau ketika kita melakukan hal yang sama pasti akan menyakiti orang lain sama seperti ini.

Jadi buat apa tho dendam-dendaman, malah kalau kita bisa mengikhlaskan dan memaafkan jadinya kita lebih tinggi satu derajat dari mereka mengingat kita bisa lebih bijak menanggapinya. Kalau kata Tukul semalem di acara rutinnya “Seharusnya kita bersyukur ketika kita didzolimi, selain dosa kita berkurang, kita pun dinaikkan satu derajat, yang didzolimi juga berkurang dosanya, soalnya sudah ikut andil dalam merubah nasib kita”. Hahahaa, mungkin ini ujung-ujungnya jadi joke tapi sebenarnya terdapat nilai penting kehidupan yang dikemas dalam bentuk joke, yang akhirnya membuat kita untuk bisa terus bersyukur ketika sedang duduk dalam kursi pesakitan, malah sebaiknya kita berterimakasih, ya karna itu tadi, mereka ikut andil dalam berkurangnya dosa kita dan berubahnya nasib kita menjadi lebih baik melalui doa kita yang sedang teraniaya. πŸ˜€

There is no hospitality that will last, nor hatred, and we just have to not to miss the lesson from all the impermanent things.. πŸ˜€

Jakarta, 200312, 13:18

Advertisements

One thought on “Don’t miss the lesson

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s