Attitude gets the most portions


When we talk about social life, we’ll talk about attitude. Yes, attitude gets the most portions in social life.

Kenapa saya mendadak ingin bercerita tentang sikap, karena baru saja saya dihadapkan dengan satu kondisi yang membuat orang-orang disekitar saya menilai sikap seorang baru di lingkungan kami. Ada yang berpendapat mungkin saja mereka terlalu sensitive menilai tatakrama orang baru tersebut mengingat perbedaan umur yang memisahkan generasi si penilai dan yang menilai. Ada pula yang berpendapat bahwa bisa jadi memang saat ini telah terjadi pergeseran nilai yang membuat dinginnya orang baru tersebut (yang seolah menampakkan ketiadaan rasa hormat terhadap mereka-mereka yang lebih senior) menjadi lumrah-lumrah saja di zaman millennium ini. Atau bisa jadi memang orang baru tersebut bukan jenis orang yang berani memulai duluan ice breaking atau sekedar melempar satu senyum atau percakapan basa-basi yang bisa membuat mereka (yang lebih senior) merasa dihargai dan diakui keberadaannya.

Well, kedua belah pihak sama sekali tidak ‘gila’ pengakuan, hanya saja menurut mereka (yang lebih senior) hal tersebut adalah norma standar dalam bergaul di masyarakat. Bukankah sudah sepatutnya yang baru berusaha lebih keras untuk bisa diterima oleh orang-orang yang telah lebih lama di ranah tersebut? Yah, terlepas dari kontroversi bagaimana seharusnya bersikap, dari kejadian ini saya berkesimpulan bahwa memang sebaiknya ketika kita berstatus newbie alias pendatang baru, kita harus memberikan effort lebih untuk memulai lebih dulu hal-hal yang perlu dilakukan untuk mendekatkan kita dengan lingkungan baru kita. Tidak perlu juga berlebihan sampai-sampai terkesan menjilat, tapi memang harus ada usaha khusus dari kita. Kalau memang biasanya kita dikenal sebagai orang yang pemalu dan tidak biasa memulai duluan, sebaiknya kita kumpulkan sedikit nyali agar lebih berani menyapa lebih dulu. Lingkungan baru kita kan sama sekali tidak mengetahui bagaimana karakter kita, tidak peduli kita orang yang pemalu atau mudah bergaul, yang mereka tau seharusnya kita memulai lebih dulu untuk meng-adjust diri ditempat yang baru.

Jadi, buat teman-teman yang masih bertatus menjadi orang baru, tolong diperhatikan norma-norma bergaul dalam lingkungan sosial terutama lingkungan tempat kita bekerja dimana kita menghabiskan sebagian besar hidup kita disana. Meskipun zaman sudah berubah, masih banyak orang yang berpegang pada nilai ‘cover represents the book’.

Let’s be nicer

Jakarta, 130312, 15:26

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s