(kembali) diajari Allah..


X: pilih ‘pengalihan panggilan’ trus ‘panggilan yang tidak dijawab’ terakhir masukkan nomer.”
Y: “iya!!” dengan intonasi sedikit meninggi. “Coba skrg masukkan nomer X nanti kita coba apakah jadi teralihkan?” sembari mengambil alih handphone dan segera memasukkan nomer X.
X: “Bukan gitu lho Y.. ngerti gak sie, ini maksudnya kita seharusnya memasukkan nomer kemana nomer tersebut nantinya dialihkan. Contohnya ke nomer rumah sakit atau kantor polisi.” Sedikit mengernyit dan serta merta kembali merebut handphone dari Y. “Makanya donk kalau orang ngomong didengarkan sampai selesai, kan kalau sudah dicoba dengan cara saya nanti kamu bisa mencoba dengan cara kamu Y.” Dibumbui emosi.

Saya hanya bisa memandangi dari jauh, bukan tidak mau membantu hanya saja saya pun tidak mengerti bisa membantu apa dalam urusan alih mengalihkan nomer yang mengganggu. Daripada saya hanya menambah ruwet suasana jadilah saya mengamati dari jauh sembari meneruskan aktivitas saya.

This is not me. Normally, saya yang dulu pasti akan ikut campur dan berusaha andil dalam melerai perdebatan tersebut walaupun seringnya bukannya terselesaikan malah tambah runyam, hihihihii… Dalam diamnya saya dipojokan sembari mengamati kejadian tersebut saya akhirnya menemukan ternyata diam itu mengasyikkan juga. Dalam diam tersebut saya menemukan diri saya mampu mengamati dan menganalisa kejadian disekitar dengan lebih jernih. Kalau saja diibaratkan kejadian diatas tadi seperti kejadian dua ekor katak dalam tempurung, saya memutuskan untuk berada diluar tempurung agar setidaknya meskipun tidak membantu apapun, saya bisa memetik hikmah dari kejadian tersebut dengan lebih jernih karena tidak harus terlibat dalam emosi diantara keduanya.

Pelajaran yang bisa diambil dari kejadian diatas diantaranya adalah untuk bisa bersabar menunggu penjelasan orang lain agar maksud dan tujuannya tersampaikan dengan sempurna, bisa jadi tujuan kita sama akan tetapi karena tidak adanya cukup kesabaran untuk mendengar seluruh penjelasan yang tersisa hanyalah emosi tidak sehat yang pada akhirnya membuatku kita tanpa sadar menulikan diri dari teman bicara kita tadi. Hal lainnya yang saya pelajari adalah ternyata tidak enak ya mendengar orang-orang berbicara pake urat, bersuara keras dan bermuka masam. I mean, please… cut the crap, dont be such a pain in the ass… bermuka masam bersuara keras ditambah tunjuk-tunjukkan urat sepertinya hanya membuat suasana makin tidak nyaman saja. Kalau tidak bisa menciptakan suasana yang nyaman ketika sedang berkumpul bersama setidaknya jangan memperkeruh. Kalau dibicarakan dengan kepala dingin, wajah sumringah, dan suara secukupnya bukankah lebih menyenangkan??

Ah, Entah kenapa, lagi-lagi kali ini saya merasa termasuk kejadian kecil dan tidak penting ini pun menjadi salah satu kontribusi dalam transformasi diri saya menjadi saya yang lebih baik. Allah seolah sedang mempersiapkan saya untuk sesuatu yang lebih serius lagi di depan sana, dan saya didewasakan dengan banyak pelajaran kesabaran, keikhlasan, dan penjagaan panca indra terutama penjagaan kata. Saya sadar saya sedang dicekoki pelajaran demi pelajaran, tapi entah kenapa saya samaaa sekali tidak merasa terpaksa untuk mempelajarinya. Cara penyampaiannya begitu baik sampai saya pun tidak merasa keberatan harus mempelajarinya. Untungnya masih diberikan anugerah kepekaan untuk menyadari semua hal tersebut yang mungkin bagi orang lain bisa jadi hanya kejadian tidak penting yang tak mudah tertangkap mata.

Begini ini nih inspirasi, datangnya tidak pandang waktu dan tempat, dimana saja kapan saja sesuka-sukanya. Semoga esok hari pun kita masih terus diberi kepekaan terhadap segala hal yang terjadi di sekitar. Dan ‘kamu’disana, makasih ya untuk penundaan kedatangannya, aku disini sepertinya belum sepenuhnya siap kalau saja kamu saat ini datang dan memintaku menjadi pelengkap rusukmu. Allah memang paling tau kapan waktu yang tepat membawamu padaku. Kan sudah belajar sabar dan ikhlas, aku ikhlas deh nunggu beberapa waktu lagi.. Baik-baik ya dijalan, siap-siap berbagi semua pelajaran yang kamu dapat selama perjalanan.

Masih dengan rindu yang sama untukmu.

Jakarta, 180212, 21:10

Aurora Borealis

Advertisements

2 thoughts on “(kembali) diajari Allah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s