Turn Back Time


life

 

Minggu kemarin teman saya mendadak bertanya “Kalau kamu bisa putar balik waktu, mau ngulang dari titik mana?”, dan saya serta merta terdiam sembari me-recall semua memori menyenangkan dan menyedihkan yang pernah ada. Hmmm.. yang mana ya? Dari kecilkah? Atau saat-saat masih memakai seragam putih abukah? Ataukah beberapa bulan lalu sebelum saya lulus kuliahkah??

 

Setelah sempat terdiam beberapa waktu, saya katakan “Nggak,aku gak mau ngulang dari manapun.”. Yeap, saya akhirnya memilih untuk tidak berharap bisa mengulang waktu dengan memori yang manapun, sedih ataupun bahagia. Kenapa pada akhirnya saya memilih demikian? Karena meski waktu bisa kita pinta kembali untuk kita bisa mengulang memori-memori indah yang pernah kita lakukan dan memperbaiki kesalahan di masa lalu, belum tentu masa depan yang terbentuk karenanya akan lebih baik dari apa yang sudah kita jalani saat ini.

 

Saya belajar ini dari film serial “HEROES”. Salah satu pemeran utamanya bernama Hiro, seorang jepang yang punya kemampuan menghentikan waktu dan berpindah tempat menembus waktu. Sepanjang serial tersebut yang Hiro lakukan adalah bolak-balik ke masa lalu untuk memperbaiki masa depan, meski mungkin ada yang menjadi lebih baik tapi pada akhirnya tetap ada konsekuensi buruk yang terjadi dari setiap jeda waktu yang ia perbaiki. Every action has their own risk and it always both sides, good and bad consequences, cause God made everything balance on His way. No matter how hard we try to fix the past, we still have to face various of challenge that put us back in the risk to choose on loosing or sacrificing some worth things.

 

In the end, I’m not choosing to turn back time, but that question dragged my consciousness to realize how well I have to safe my attention to detail of every single things I’m doing and every moment I’m spending with. Bisa saja saya memilih untuk kembali ke beberapa waktu lalu ketika hati saya masih belum morat-marit seperti saat ini, tapi saya kira ‘everything’s made for a reason’, and the only reason I got trapped in this kind of feeling is because God want me to experience it, not too much, just enough to make me realize that I’ve been in like with someone impossible that might not have a good end.

 

Sekarang saya hanya bisa tertawa dengan semua ketidaklogisan yang sedang saya alami. Seorang saya yang begitu penuh kendali atas diri sendiri saja bisa seperti ini. Have no idea! Sepertinya Allah hanya ingin saya sadar bahwa Maha Segalanya ya hanya Dia, tak peduli seberapa yakin kita bisa mengontrol hati, pada akhirnya Dia yang punya kuasa atas membolak-baliknya hati ini. Allah juga hanya ingin saya belajar ‘What goes around, comes around’, mungkin dulu saya sering kurang menghargai mereka-mereka yang begitu setianya memperhatikan saya dari jauh (meskipun sebenarnya saya tahu), dan saat ini, situasi ini, tidak lain dan tidak bukan dibuat hanya agar saya belajar.

 

Iya bener, belajar kan berakhirnya sampai kita menghembuskan nafas terakhir. Jadi saya pun sekarang sedang belajar, seperti juga teman-teman yang lain. Belajar untuk mengenal Tuhannya lebih jauh melalui pengenalan diri dan orang-orang disekitar.

 

World is just a place to learn, and life is the lesson given.

Jakarta, 070212, 13:01

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s