Untuk LARA (Flash Fiction)


Senin, 21 Agustus 2010

“Fall for the first time..”
22.31

Lagi-lagi status bbm-nya bikin gue makin gak yakin dia bakal (even sekali) suka sama gue.
Heuh… Ditambah lagi omongan Gina tadi siang yang terang-terangan bilang kalo status seperti itu sama sekali bukan style-nya dia, shortly means he is in love with someone (for real!!) aaarrggghhh….
Well, dari awal gue tau, sekalinya gue berani nyerahin hati gue buat seseorang yang bahkan gak pernah nyadarin adanya gue bakal jadi semelelahkan ini. Dan bukannya gue pernah bilang sebelum akhirnya gue mutusin buat suka sama dia bahwa gue harus rela dengan segala konsekuensi yang bakal gue hadepin. Who am I for that shining person. Hahaa… *miris*

Ok then, let’s hope that tomorrow my dream will come true… (seriously, ckckck)
Mr. X, just wait and see,,

Diary kuning yang selalu setia menemani hampir 3 bulan terakhir itu pun kembali ke tempat seharusnya bersama selembar foto seorang lelaki berkupluk dan bersyal tebal yang hampir menutupi separuh wajahnya. Kembali Deta menyeruput perasan jeruk nipis, rutinitas yang sama segera setelah selesai mencurahkan isi hatinya berharap akan tersampaikan pada seseorang disana entah bagaimana.

Berusaha mengalihkan pikirannya, Deta seperti biasa berpetualang di dunia maya dan mengetikkan apa saja keyword dan berharap menemukan satu jawaban membahagiakan dari tiap tulisan yang ia baca. Kali ini entah kenapa Deta mengetik ulang status bbm Mr. X “Fall for the first time..” dan membawanya kepada satu blog ber-tagline sama persis dengan keyword yang ia ketikkan.

Fall for the first time
Fall for the lyric of my song
Fall for the string of my guitar
Fall for the tuts of my piano
Fall for the beat of my music

Fall for the cold of the morning
Fall for the heat of the sun
Fall for the light of the moon
Fall for the dark of the night

Fall for her, the rhyme of my poem
Fall for her, my favorite song
*
Untuk seseorang yang belum pernah mengenal cinta sebelumnya
LARA

Noisy Champ, August 21, 2010

Serta merta Deta mencari tau siapa pemilik blog ini, dan tertanda ‘Dewa’ disana. Apa ini hanya kebetulan? Apa mungkin ada dewa yang lain yang sama-sama sedang berada di Paris? Impossible!

“Lara, jangan tidur malam-malam, besok kamu kan mau ada acara di Bogor.”, teriak mama sayup-sayup.
Deta Larasati hanya bisa ternganga membeku dan tak pernah bisa tidur nyenyak hingga esok hari.

Jakarta, 010212, 22:20

Aurora Borealis

Advertisements

2 thoughts on “Untuk LARA (Flash Fiction)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s