Ketidaknormalan karnamu..


Ya, aku memang sedang tidak normal,
Tak lagi berfungsi dengan baik logikaku terkalahkan rasa yang begitu membuncah
Yang buih-buihnya tak terbayar bahkan hanya oleh lirikan ekor matamu

Aku memang sedang tak normal,
Tak biasanya harga diriku jatuh hanya untuk mengakui terenggutnya hati oleh ‘kamu yang sama’ untuk kesekian kalinya

Aku benar-benar sedang tidak seperti biasa,
Memori tentangmu terlalu baik kusimpan hingga begitu mudah kembali terputar hanya dengan mendengar namamu tersebut orang entah siapa

Benar-benar tak dapat dipercaya,
Aku sedang tidak seperti aku yang bisa menjaga segalanya dibawah kendaliku
Air mukaku terlalu cepat berubah memerah dan menghangat ketika kamu melintas dihadapan meski bukan untuk menghampiri atau bahkan menyapaku

Keterlaluan,
Sudah sepenuhnya didominasi hati sepertinya akal sehatku,
Bahkan sekelebat bayangmu yang entah dimana dapat tertangkap olehku entah bagaimana

Kalau memang aku harus seperti ini,
Bisakah bantuku meminta Pencipta untuk memutar waktu dan mengembalikan segalanya seperti semula?
Karna aku takut,
Aku hanya termakan harapan semu yang aku buat sendiri
Aku takut,
Pada akhirnya aku tak lebih dari pesakitan dengan memori menyedihkannya sedang kamu tak pernah tau pernah ada aku yang menantimu begitu lama

Kalau memang semua ini tak akan berujung dimana-mana
Tolong menjauh, dan jangan pernah mendekat
Tolong pergi dan anggap kita tak pernah saling mengenal
Tolong tunjukkan aku jalan lain yang tak kan pernah bertemu dengan jalanmu

Tolong berhentilah bersinar…
Berhentilah menebar kehangatan yang menyilaukan…
Dan berhentilah menambah memori menyenangkan buatku yang mungkin tak pernah berarti apa-apa buatmu
Jangan hanya buatku buta tanpa bersedia memanduku berjalan menuju arah yang sama..
Jangan buatku terus berpikir bahwa cahayamu terpancar hanya untukku
Jangan biarkan aku terus berpikir hanya aku yang kau beri kilau sinar itu..

Tolong..
Aku tak ingin jadi yang tak biasa jika aku dan kamu ternyata berada dalam spektrum berbeda,,
Aku tak ingin terus menumbuhkan rasa jika pada akhirnya harus kucabut akarnya hingga tak tersisa bahkan hanya gemburan rasanya
Berhentilah buatku semakin terlihat seperti seorang yang tak normal dengan segala pesonamu, meski tadinya aku kira sudah cukup hanya dengan menjadi pengagum rahasiamu,,

Ketidaknormalanku telah mengambil alih kemudi hati ini dan menumbuhkan harapan tidak normal untuk bisa milikimu. Jadi tolong.. jika memang engkau hanya akan singgah sebentar, cepatlah berlalu dan biarkan aku menemukan penghuni tetap yang juga menginginkanku serta ketidaknormalan ini..

‘Seandainya…
Ku tak mengenalmu
Ku tak mencintaimu
Sepenuh hati..’
-DAI ‘Sandiwara Cinta’-

Jakarta, 230112, 21:24

Aurora Borealis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s