Proses Menulis…


menulis

Gak tau nie, mendadak pengen berbagi proses saya dalam menulis postingan-postingan blog yg (gak nyangka) ternyata udah ratusan ini. Langsung aja dimulai…

 

1.       Memperoleh Keyword atau Pikiran Utama Tulisan

Biasanya saya kemana-mana bawa buku kecil dan pulpen atau minimal handphone yang bisa dipakai untuk mencatat. Karena kita tidak pernah tahu kapan, darimana, dan bagaimana inspirasi itu muncul jadi penting untuk menyiapkan senjata sebelum berperang, ya buku dan alat tulis atau handphone tadi. Kadang ide tulisan muncul ketika sedang melihat langit, sering juga ketika sedang menonton DVD atau bahkan bioskop, dan tidak jarang ketika sedang melakukan ritual pagi, hihihihi…

2.       Cari Waktu Yang Tepat

Boleh memaksa untuk menulis jika memang menulis belum menjadi kebiasaan. Tapi bagi mereka yang sudah terbiasa dan butuh untuk menulis, akan lebih baik jika menulis di waktu dan kondisi hati yang tepat. Harus diperhatikan juga, jangan sampai karena menunggu waktu dan chemistry yang tepat untuk menulis sampai akhirnya berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan tidak menulis, kita harus punya batas maksimal masih diperbolehkannya beralasan mencari feel untuk membuat tulisan, jangan sampai keenakan. Karena ini bisa berakibat hilangnya kebiasaan menulis.

3.       Menciptakan Suasana yang Mendukung

Kalau niat sudah ada dan waktu sudah tepat, akan lebih baik jika kita juga menciptakan suasana yang mendukung untuk keluarnya ide-ide pelengkap tulisan yang menjadi packagenya jadi utuh. Saya seringnya mem-boost up mood menulisnya dengan mengedit playlist mp3 sesuai dengan tema besar tulisan yang akan ditulis. Contohnya saya ingin menulis tentang kehilangan/perpisahan, lagu-lagu di playlist diganti menjadi lagu-lagu tentang kehilangan, kalau ingin menulis tentang persahabatan, playlist diganti menjadi lagu-lagu berbau persahabatan, begitu…

4.       Mengembangkan Keyword

Dalam proses pengembangan keyword menjadi tulisan yang utuh setelah waktunya sudah tepat dan sudah tercipta suasana yang mendukung, saya biasanya menyelami diri, merenung, sembari menggali-gali pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain yang berhubungan dengan keyword yang ingin dikembangkan.

5.       Bumbui Tulisan

Setelah tulisan selesai, bisa dibumbui dengan gambar, mp3 atau video yang sesuai untuk lebih memperkuat isi. Sebenarnya, akan lebih baik jika bumbu-bumbu tulisannya pun originally made or taken by us. Sayangnya saya masih kurang dalam hal ini, insyaAllah akan diperbaiki kedepannya.

 

Kira-kira begitulah proses saya menulis, teman-teman gimana?? Bisa jadi serupa, atau mungkin lebih complicated?? Bagaimanapun prosesnya, selama tulisan dibuat dari hati pasti akan sampai ke hati. Percaya atau tidak, keseriusan penulis dalam membuat tulisan terlihat dan bisa dirasakan oleh pembacanya melalui hasil tulisannya lho.

 

Dulu saya pernah mengingatkan dan ingin kembali menyegarkan kembali ingatan teman-teman, menulis itu mengabadikan sejarah dan menjadi terapi diri penulisnya lhoo… Yuk mari menulis lagi…..

 

Jatinangor, 211011, 09.03

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s