[Resensi] MY MOM


My MOM

Hal yang paling aku syukuri adalah memilikimu,,

Dan hal yang paling aku sesali juga memilikimu,,

Mungkin aku akan menyesal, tapi kalau boleh aku meminta, maukah kau tetap menjadi putriku di kehidupan yang akan datang?

Sedikit cuplikan dari film “My Mom” yang sempat ditayangkan salah satu stasiun TV. Film yang mengisahkan seorang anak yang kurang berada dan kurang bahagia dengan ibu yang sangat menyayanginya. Film ini awalnya mungkin membosankan, tapi saya yakin temen-temen akan menyesal kalau tidak menonton film ini sampai selesai. Film yang bercerita tentang besarnya kasih seorang ibu terhadap anaknya. Ibu yang bisa menahan cobaan apa saja asalkan anaknya bisa hidup lebih baik darinya.

Hampir sepanjang film saya menangis, bagaimana tidak, begitu sabarnya seorang ibu tetap tulus membagikan kasihnya tanpa pamrih. Seringkali kita sebagai seorang anak lupa bahwa semua yang dilakukan ibu semata-mata hanya untuk kebahagiaan anaknya. Kita sebagai anak justru acapkali membalasnya dengan perkataan ketus, menyakitkan hati dan hanya membuat ibu meneteskan airmata. Meski bagaimanapun, ibu tidak pernah menyesali kita yang telah dianugerahkan dan disandangkan status “anak” sebagai pelengkap suka duka hidupnya.

Ibu seringkali berpikir pendek hingga tak pernah meng-kalkulasi apa yang akan ia alami selama anaknya bahagia. Tak ayal, jika anaknya sakit, ibu akan meminta pada sang Pencipta untuk memindahkan sakit anaknya kepadanya. Andai penderitaan bisa dipindahkan maka ibu akan menjadi orang pertama yang mengangkat tangan tinggi-tinggi menyatakan kesediaannya menanggung seluruh duka dan derita. Tak peduli seberapa sakit beban yang ia rasakan karena anaknya, ibu bahkan akan memilih memberikan nafasnya jika saja anaknya harus meregang nyawa lebih dulu. Tak kan lagi ada artinya hidup seorang ibu jika tidak ada lagi anak yang akan memperoleh curahan kasih sayangnya.

Awalnya, ibu begitu bersyukur bisa dianugerahi kita sebagai anaknya, namun kemudian ibu menyesal. Menyesal karena begitu besar kasih sayangnya hingga ia terkadang lupa bahwa ada waktu saat kelak ia harus berpisah dengan buah hatinya. Meskipun begitu, jika masih ada kehidupan kedua, ketiga, dan seterusnya, ibu tidak akan ragu untuk tetap memilih kita sebagai anaknya.

Ibu

Buku yang telah kau baca

Kini baru kubaca

Baru halaman pertama

(Ayu Azhari – Film IBUNDA)

Berbicara tentang ibu, sulit untuk mencapainya dengan logika. Seperti petikan dari ucapan Ayu Azhari diatas. Kasih sayang ibu tak pernah bisa tercapai oleh logika manusia biasa, harus melibatkan hati yang kadang tetap tidak terjamah oleh akal, begitu tidak beralasannya seorang ibu mengasihi seorang anak dengan segala kekurangannya. Saya yang memang belum menjadi seorang ibu hanya bisa memahami melalui perantara kisah dan film-film tersebut. Bisa jadi, kasih sayang ibu kita jauh lebih hebat daripada adegan dalam film. Sudah biasanya kita mendapat curahan kelembutan dari ibu hingga kebesaran kasih sayangnya luput dari mata kita. Ya, kita baru membaca halaman pertama, dan sudah dibuat tersentuh olehnya. Masih banyak halaman tersisa yang mungkin sebaiknya tidak kita baca saat ini karena tidak akan kuat kita membayangkan begitu menderitanya ibu dalam usaha membahagiakan kita dan membuat kehidupan anak-anaknya lebih baik darinya.

Tidak heran jika surga berada dibawah telapak kaki seorang ibu. Namun seringnya, kita justru menyeret seorang pencetak calon penghuni surga dan memaksa mereka menemani kita di neraka. Kita tidak sadar, bahwa kita tidak hidup sendirian. Secara fisik, kita bisa saja hidup sendiri, tapi semua yang kita lakukan berimbas pada mereka pengasuh kita sejak kecil. Untuk itu, sebaiknya sedini mungkin kita putuskan untuk mulai berpikir dua kali akan segala hal yang dilakukan diantara tarikan dan hembusan nafas. Haruskah kita menjadi sumber derita dunia dan akhirat ibu-ibu kita? Cukup di dunia kita membebani mereka, jangan teruskan imbas perilaku kita di kehidupan selanjutnya.

***

Doa terbaik untuk ibu nomor satu kita..Semoga diberikan keselamatan dan keberkahan dunia akhirat.

Jatinangor, 170511, 11.59

Advertisements

9 thoughts on “[Resensi] MY MOM

  1. Hisstoooooooorr!! Salah banget gw baca note lo yg ini, secara lg jauh sama mama.. huaaa kangeeen..
    BTW, resensi lo jg bikin gw kangen nonton, ngakak n nangis bareng sama lo. Eh, gw punya flatmate org korea, dia seneng banget pas gw nyebutin judul2 film korea bserta artis2nya yg gw inget dr hasil bergaul sama lo…wkwkkkwkwkk.. Miss you darlaaaa…

    • meeeelll,, sory sekarang2 jarang ol.,
      hey,, yang udah dinepal,, apakabar??? missing me a lot, huh?? i know i know,, 😛
      heyy,, tuh kan,, g rugi lo temenan sama gue,,,
      anyway, looks like you’re doing a great job out there,,
      take care yourself ya,, wish me as better as you are cin,,,

  2. teeeh i was captured by read ur blog. the way u pour the words was gorgeous n wondersome. i become one of ur fan now, keep writing! saranghaeyo~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s