Wanna Have A Love Affair?


It’s easy!!

Well, saya tidak benar-benar tau apa yang dimaksud dengan liebe/sarang/ai/love (karena saya merasa belum pernah sampai jatuh-jatuhan dalam hal ini), tapi kalo memang ingin memulai sesuatu yang seperti itu sebenarnya mudah, hanya satu hal yang perlu dilakukan : intensitas komunikasi.

 

Menurut saya (pendapat saya lho ya), mudah sekali terlibat dalam urusan hati (atau katakanlah cin*ta), tingkatkan saja intensitas komunikasi dan intensitas memberi perhatian kepada lawan jenis, dan cupid sudah mulai menyiapkan panahnya untuk mulai menumbuhkan rasa (kuch-kuch hota hai) di hati keduanya. Apalagi nie ya, menurut beberapa orang, wanita itu mudah sekali jatuh cinta hanya dengan diperhatikan sedikit istimewa, (Jangan-jangan saya termasuk persentase ini lagi *sigh*) dan pria (apalagi yang tau kelemahan wanita) suka membuat GR wanita sehingga tumbuhlah harapan di hati wanita. Dan hal ini banyak terjadi terutama dalam persahabatan pria-wanita. Ini juga yang membuat saya berpendapat bahwa tidak ada yang namanya persahabatan antara pria-wanita tanpa bumbu-bumbu ‘rasa’ berkecamuk didalamnya. Meski mungkin bahkan hanya 0,1%, saya yakin sekali pasti ada ‘rasa’ berbeda yang jika ditindaklanjuti memungkinkan sekali untuk menjadikan rasa tersebut tumbuh dan berkembang lebih besar lagi.

Jadi, buat teman-teman yang memang tidak ingin pacaran, atau tidak ingin menjalin hubungan apapun kalau bukan bertujuan untuk meng’halal’kannya segera, sebaiknya hindari intensitas komunikasi berlebih. Bukan berarti tidak bisa berteman dengan lawan jenis lho ya, tapi dibatasi (saya pribadi punya banyak teman lawan jenis kok..). Teman-teman paling tahu, kapan saatnya terasa ada yang ‘berbeda’ dalam komunikasi teman-teman menurut standar kepekaan teman-teman sendiri. Agak sedikit bermasalah sih untuk mereka yang punya standar kepekaan rendah (seperti saya contohnya *mmfffhhh*), tapi teman-teman pasti akan merasakan jika memang komunikasi sudah berlebih. Contohnya dulu pake lo-gue, eh tiba2 akhir-akhir ini jadi aku-kamu *hwahahaha*, menunjukkan kedekatan meningkat dari sebelumnya. Contoh lainnya, dulu don’t care sama kondisi kesehatan ataupun kesibukan keduanya kalau memang tidak diinformasikan, sekarang nanya duluan sebelum diberitahu. Nah, hal-hal semacam itu yang perlu diperhatikan menjadi indikasi ‘ada yang tidak beres’. Lah, kalo orangnya suka cerita kayak saya gimana ya?? *sigh* thats my problem. Tapi biasanya kalau sudah kejadian (tanpa disadari) ada yang tidak beres baik di diri saya atau teman lawan jenis saya, langsung saya batasi dan kurangi sementara waktu agar semua stabil kembali. Ingat, jangan sampai memutuskan silaturahmi lho ya. Jangan berlebihan. Kalau memang belum kena virus beginian ya intensitas komunikasi yang sewajarnya saja, kalau sudah kena, hindari dengan sewajarnya juga. Pokoknya gak boleh berlebihan, akibatnya tidak baik…

Aduh, saya posting apa sie ini,, mudah-mudahan bisa bermanfaat deh ya.. Ini hasil dari insomnia gara-gara kopi yang nampol banget efeknya sampe saya gak bisa merem.

Ciaoo teman-teman,,

Be better every single time…

Jatinangor, 020511, 03.55

Advertisements

9 thoughts on “Wanna Have A Love Affair?

  1. kuch kuch hota hai? :)) dasar histor :))

    Oiya, soal intensitas perhatian ini sering jadi masalah saat seseorang sebenernya memang aselinya care sama orang lain. Ga cuma ke satu orang doang. Jadi salah arti.

    Nah, kalo udah gitu ribet deh jadinya. 😐

    • nah itu dia,, emang bener tuh suka jadi masalah, soalnya saya yang orangnya suka akrab2 saja sm orang jg suka disalah artikan,,, mungkin bisa liat-liat orangnya, kalau orangnya mdh GR sebaiknya jgn trlalu prhatian, otherwise,,

  2. pas banget teteeeehh sama keadaan aku sekarang-.-
    bodohnya,semua orang udah tau,akunya yang nggak peka-.-

  3. judulnya menarik :))

    standar kepekaan yg terlalu tinggi (a.k.a sensitif) ky sela jg kdg suka jd masalah teh.
    jd solusinya apa donk?
    *dududududuuu 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s