Korean Drama VS Sinetron Indonesia


Mary Stay Out All Night


Korean Drama VS Sinetron Indonesia

Are you kidding me?? Ya jelas Drama korea yang menang kemana-mana lah… Kalo jagonya bikin komik romantis adalah Nippon country (a.k.a Jepang), dan jagonya bikin serial romantis yang bener-bener bikin penontonnya senyam-senyum sendiri, obviously Korea!! Dari dulu, sebelum saya berkesempatan menyambangi negeri ginseng ini sampai sekarang setelah sempat singgah dibeberapa negara dengan kultur yang benar-benar berbeda, saya tetap paling cinta dengan negeri indah Korea terutama dengan film-filmnya.

Jika ditanya “film dari negeri mana yang paling romantis?” saya yakin hampir semua akan menjawab “film korea!!”. Pertanyaannya, apa yang membuat film-film korea begitu mengena di hati sampai-sampai film lain yang menirunya pun harus bersusah payah menciptakan ‘heart-touching’ feelingnya? Wah, saya pribadi sie susah juga menjawabnya. Mungkin bisa jadi karna brand film romantis sudah berada di tangan perfilman korea jadi ketika kita membandingkan dengan film lainnya, pasti akan kalah bersaing. Semacam sugesti bahwa film korea adalah film yang gak ada tandingan romantisnya. Bisa jadi juga karena di (hampir) setiap film korea selalu ada scene-scene special, adegan-adegan ekspresi rasa cinta dengan cara yang unik dan berbeda. Contohnya : perpustakaan yang dijadikan hadiah pernikahan dengan setiap (baca lagi : SETIAP) buku yang ada disana tercantum notes tentang harapan si pemeran cowok terhadap cewek yang akan dinikahinya, isn’t that really sweet??!! Ada lagi contoh lainnya ketika sms datang satu persatu ke pemeran ceweknya dan isinya adalah cerita dan harapan cowok pengirim sms sesuai dengan grafiti yang dilewati di sebelah kanannya satu persatu,, no!! It will make anygirl melting.. Dan masihhh banyak lagi yang sepertinya lebih seru ditonton daripada diceritakan (karena memang saya bukan pencerita yang baik) 😛

Masih membahas tentang kelebihan drama-drama korea lainnya, yaitu : karakter pemeran utamanya. Well, kalo udah sering nonton korea pasti kebaca sie ya pemerannya seperti apa atau jalan ceritanya gimana. Gak jauh-jauh dari urusan perusahaan, percintaan yang gak disetujui karna keluarga ataupun karna saingan lain. Karakter utamanya biasanya kalo gak dingin, jutek, atau ngegemesin. Tapi entah kenapa meskipun sudah diketahui dari awal tetap saja bisa membuat penonton betah berlama-lama menunggu hingga film selesai. Nah, jika dibandingkan sinetron Indonesia, film-film Korea ini pembuatannya total, maksudnya gak setengah-setengah. Kalau memang anak band ya kamarnya benar-benar dibuat berkarakter menyesuaikan karakter si pemeran. Kalau memang kerja di perusahaan, tidak main-main, benar-benar terlihat seperti perusahaan tersebut miliknya. Kalau pemerannya tajir se-tajir2nya, ya benar-benar terasa kekayaannya, dalam segala aspek. Berkarakter dan spesifik. Seolah semua yang berada ruangan yang dihuni pemeran utama benar-benar berperan dalam menunjang pembentukan karakter pemerannya. Kalau memang ada adegan bernyanyi di panggung (konser), maka panggungnya tidak tanggung-tanggung, properti dibuat benar-benar khusus untuk scene tersebut. Dan satu lagi, rata-rata pemerannya benar-benar mendalami karakternya dengan berlatih keahlian khusus yang dibutuhkan tokoh dalam cerita. Kalau memang butuh berbahasa asing, mereka benar-benar belajar dan terlihat seperti native speakernya, kalau mereka akan berperan sebagai gitaris, maka benar-benar bisa bermain gitar, sebagai penyanyi yang benar-benar pemerannya bisa bernyanyi live. Serius dan total. Itu ciri khas dari segala aspek dalam perfilman Korea.

Nah, sekarang saya akan mulai mengupas lebih banyak tentang sinetron Indonesia. Mengapa sinetron?? Karena sebenarnya serial drama Korea itu adalah sinetron. Jadi sebenarnya yang banyak digemari (terutama) fans (dari Indonesia) adalah sinetron Korea. Selain dari aspek-aspek yang sudah dijelaskan diatas, sinetron korea tidak bertele-tele hingga beratus-ratus episode seperti sinetron Indonesia. Ada juga sie yang ratusan episode tapi jarang, kecuali kalau ceritanya benar-benar menarik untuk ditonton. Drama berseri korea hanya sekitar 16-20 episode. Tidak peduli penggemarnya sesuka apa, jika memang sudah di plot di scriptnya hanya 16 episode ya sudah,, 16 episode saja. Beda dengan sinetron Indonesia, sedikit mulai menanjak animo masyarakatnya, langsung disuplai berlebih. Masih inget kan bagaimana dulu film tersan*jung sampai berapa season. Kalau tidak salah malah sampai 3 generasi. Sekarang ada lagi penerusnya, sinetron cinta F*ITRI. Tidak hanya sinetron, reality show atau kompetisi-kompetisi televisi pun begitu, lihat saja dulu A*FI, awalnya sie masih rame, tapi setelah ada sekitar 3 season dalam satu tahun jadi muak juga.

Balik lagi ke sinetron, sebenarnya tidak semua tidak menarik. Saya sebagai pemerhati pertelivisian, saya lihat teman-teman saya lebih tertarik dengan serial-serial Cookies yang 3-4 jam selesai. Gak muluk-muluk, ceritanya nyampe, feelingnya juga terbentuk. Thats it. Kenapa harus buat sinetron yang berepisode-episode kalau film pendek juga bisa sukses menarik animo penonton. Kalau memang harus membuat sinetron ya buatlah seperti drama korea yang episodenya hanya sekitar 16-20 episode saja. Saya sama sekali tidak merendahkan perfilman Indonesia, hanya ingin sedikit belajar pada film-film Korea, banyak yang bisa dicontoh dan diadopsi. Jangan hanya bisa menjiplak ceritanya saja. Oia, sempat sekali melihat film Go-go girls di transtv (asli gak sengaja lho ya), nah itu udah rada lumayan, penciptaan karakternya, walaupun kelihatan banget ya niru film koreanya. Ayo perfilman Indonesia, pasti bisa!! Pasti bisa, kalau memang meluangkan waktu untuk belajar dari negeri-negeri sebrang yang sudah sukses meraih perhatian dunia. J

Jangan hanya bisa meng-kritik, tapi harus bisa memberi solusi dan memberi kepercayaan untuk masa depan yang lebih baik.

Jatinangor, 290411, 12.41

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s