Yang Terbaik InsyaAllah..


Mau curhaaaatt… Gapapa donk ya, pan lapak sendiri.. πŸ˜€

Ceritanya hari Kamis kemarin saya lagi-lagi dapat tawaran kerjaan, Alhamdulillah. Saya diminta untuk menemani tamu dari Australia dalam rangka me-marketingkan tempat kerja saya agar tamu tersebut tertarik untuk menjadi donatur. Dan mendadak, Jum’at pagi di tengah2 bimbingan skripsi saya ternyata jadwal yang awalnya ba’da zuhur mendadak menjadi pagi hari, walhasil saya tidak bisa membantu banyak. Namun hari itu, niat untuk menghampiri tempat kerja saya tetap terlaksana, sekaligus berkenalan dengan salah seorang bapak yang memberikan saya kerjaan (yang tidak jadi saya laksanakan). Disana, sempat terjalin obrolan singkat mengenai pengalaman-pengalaman saya.

Hingga pada hari Sabtu..

Saya ditelpon oleh atasan saya diminta untuk kembali menemani tamu Australia tersebut sejak Senin hingga Sabtu. What???? Whuuaaaa,,, mupeng abis 😦 tapi saya juga harus realistis, skripsi seharusnya jadi prioritas. Aduh gimana ini? Nada bicaranya juga seperti benar-benar mengandalkan saya. Setelah berpikir sejenak, akhirnya saya meng-iyakan, Selasa-Kamis saja. Senin saya harus bimbingan, dan Jum’at sampai dengan Minggu seharusnya saya di Jakarta mengikuti training Umat Terbaik Hidup Berkah (UTHB) mumpung dapet yang gratisan. Setelah membuat keputusan, saya pun langsung mengabari ibu dan salah seorang teman dekat, karena memang keputusan sudah dibuat ya sekarang yang harus saya lakukan adalah menepati janji dengan menyelesaikan amanah yang telah disepakati dan memberikan performa yang terbaik.

Dan hari ini saya galau segalau-galaunya. Aduh aduh,,, kan daftar sidang kolokium terakhir minggu ini, gimana caranya kalo dari setengah 7 pagi sampe sore (bahkan mungkin malam) sibuk diluar terus, gimana ini gimana?? *PANIK* Sampai akhirnya saya ingat, Oh GOD!! I’ve been in a (exactly same) situation like this before, kenapa masih cemas juga?? Bukannya Mbak Arum (istri seorang trainer yang juga trainer) bilang bahwa kalau kita masih cemas dan panik menghadapi semua tantangan (biasa disebut juga masalah) berarti kita belum benar-benar mengenal diri kita dengan baik. Kemudian sebisa mungkin saya buat diri saya tenang, walaupun degupan jantung masih memburu juga 😦

Akhirnya, saya pasrahkan saya kepada Allah, mungkin besok-besok harus seimbang juga dalam mempertimbangkan sesuatu. Untuk kali ini saya pasrah pada petunjuk Allah, insyaAllah kalau memang semua bisa berjalan dengan baik, mau bagaimanapun saya menghindar tetap ujung-ujungnya akan saya hadapi juga. Sebaliknya, kalau memang menurut Allah sebaiknya saya mengurusi skripsi, InsyaAllah ada cara terbaik untuk menarik histor dari penunaian amanah ini dengan cara yang sebaik-baiknya. Sejauh ini sie sepertinya saya dilancarkan untuk menjalankan kerjaan baru ini. Positive thinking-nya sie insyaAllah akan ada saja jalannya yang membuat saya tetap bisa mengikuti sidang kolokium skripsi di bulan April ini. Allah, tolong beri ketenangan dan ketetapan hati, hanya Engkau yang punya kuasa atas hal ini.

Kemungkinan yang manapun yang akan terlaksana, saya yakin dan percaya bahwa itu sudah menjadi jalan terbaik untuk saya terkait dengan berbagai aspek yang harus saya selesaikan. InsyaAllah…

Jatinangor, 110411, 21.33

Advertisements

3 thoughts on “Yang Terbaik InsyaAllah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s