Perpisahan pun tak kan selamanya


“Saya harap matahari tidak pernah terbenam

Dan waktu berhenti berdetak selamanya

Agar kebersamaan ini, tidak pernah ada akhirnya..”

Dede

Wuahh,, kata-katanya Dede bener-bener bikin kita jadi pengen nangis. Kalo kata Visca, “Tiga Bulan Untuk Selamanya”, iya, ini tentang kelas A1 Jerman yang dimulai sejak pertengahan Oktober tahun lalu. Kelas les Jerman, yang gak disangka akan sekuat ini ikatannya..

Diawali dengan 7 orang siswa yang kebanyakan ngaretnya dengan tutor yang juga banyak nyelenehnya. Kelas yang lebih banyak ketawa, narsis dan mengolok-oloknya, bahkan lebih sering main scrable n makan-makannya daripada belajar seriusnya, bisa membangun ikatan hati yang ternyata tidak untuk sekedar tiga bulan saja. Bahkan ketika pertama kali di pertengahan bulan Januari selesai waktu 1 level kursus, serasa ada yang kurang rutinitas mingguannya. Entah kenapa, dan entah bagaimana caranya, dengan semua kekurangan  kami, kami saling merindukan satu sama lain.

Sampai di bulan Maret kemarin, ternyata tutor A1 kami, Dede, akan berangkat ke Jerman. Dan hari ini, sesuai dengan rencana, farewel supper bersama Dede pun terlaksana. Lebih banyak nungguin buat nodong traktiran daripada sedih-sedihan melepas kepergian Dede ke Jerman sana. Hingga akhirnya sampai di penghujung pertemuan, saat tradisi pesan kesan dan doa bersama harus diucapkan. Tanpa kami sadari, ternyata Dede pun merasakan kesan yang mendalam akan kelas kami yang katanya paling “kompak” dan (saya tambahi) paling “kacau” yang pernah dia temui. Setitik bulir air mata pun sempat singgah mengingat kebersamaan yang awalnya dikutuk-kutuki agar cepat selesai ternyata menyisakan kerinduan akan kebersamaan yang rasanya tidak pernah ingin sampai pada akhirnya.

Sempat bergelayut haru diantara kami, namun bagaimanapun pada akhirnya perpisahan pun tetap harus dijalani. Lagi dan lagi, terlambat menyadari, ternyata cukup berharga kebersamaan beberapa bulan kemarin. Cepat atau lambat, sekarang ataupun nanti, kebersamaan ini pasti akan berakhir. Kata orang bijak, tidak ada yang abadi di dunia ini, dan tidak hanya kebersamaan yang tak abadi, perpisahan pun demikian. Suatu saat nanti, kita pasti akan bertemu kembali, dan semoga masih dengan rasa dan kedekatan yang sama. Serahkan saja pada Tuhan bagaimana mekanismenya akan terjadi.

Every story has an end,,,

But in life, every ending is just the new beginning..

Just believe that we’ll meet again, someday, somehow,,,

Jaga diri baik-baik Dede… Wir wünschen Ihnen alles Gute im Leben…

Jatinangor, 050411, 18.03

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s