Trus Kita Pisah?


Trus, udah?? Senengnya lulus karena selesai semua beban skripsi yang membebani diri dan (terutama) orang tua, senengnya lulus karena diwisuda dan didatengin temen rame2, senengnya lulus karena udah beres satu hal lagi yang ngebawa kita ke hal-hal penting lainnya dalem hidup, udah segitu aja??

 

Setelah solat subuh pagi ini, saya mengalihkan pandang ke sekeliling detail dalam kamar sempit saya. Mendadak warnanya berubah, tata ruangnya berganti, letak barangnya berpindah, dan seketika kamar saya berganti letak tidak lagi di posisi dimana saya ada saat ini, pindah berkilo-kilo meter di sebrang sana, tempat dimana hanya ada orang tua dan lingkungan yang didalamnya tidak ada teman-teman terbaik saya, tidak ada mereka-mereka yang selama ini membantu membunuh waktu. Ah…

 

Membayangkan saja begitu sulit, meskipun saya tau ini hanya euphoria sesaat. Tapi harus juga melewati saat-saat tidak mengenakkan seperti itu?? Saat dimana tidak lagi ada alasan kuat untuk bertandang jauh kesini dan bertemu yang lain, saat tidak lagi ada kesempatan untuk benar-benar bisa berkumpul lengkap dan menjaga hangatnya persahabatan. Benar-benar saat-saat yang saya benci ketika dulu kebahagiaan untuk bisa bertandang ke jauh sana mengharuskan saya berpisah dengan sahabat-sahabat disini selama berbulan-bulan. Dan sebentar lagi,, saya harus melewati itu?? Benar-benar harus menguatkan mental…

 

Saya tau, hidup harus berjalan, mereka yang tertinggal di belakang pun akan merasakan hal serupa. Ditinggalkan atau meninggalkan, yang diantara keduanya ada satu kata penting sebagai benang merah, perpisahan. Bukan tidak mungkin untuk bertemu kembali setelah harus meninggalkan universitas, tapi juga tidak bisa dipastikan semua punya cukup waktu untuk bisa berkumpul sama seperti saat ini. Mungkin saja nanti masing-masing kita, (tak menampik) juga diri saya akan sibuk dengan urusan penting lainnya yang akan jadi prioritas diatas prioritas waktu untuk menciptakan kesenanangan-kesenangan bersama.

 

Ya Allah,, kalaupun memang waktu itu nanti akan (dan pasti harus) terlewati, tegarkan saya… Dan semoga masih tetap akan ada waktu-waktu lainnya yang menjadi magnet untuk akhirnya saya dan sahabat-sahabat cahaya bisa benderang bersama kembali. Menyilaukan mata setiap orang disekitar kami, dan membuat mereka teringat kembali akan satu masa dimana mereka pernah menjadi seperti kami.

 

Ini hanya cuplikan kecil dari episode kehidupan dunia,, Semoga saya dan sahabat-sahabat cahaya tetap menjadi sahabat hingga di keabadian akhirat kelak… Amin,,,

 

Jatinangor, 240211, 05.38

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s