Untuknya yang Entah Dimana


penantian

Hey kamu yang entah dimana…
Kemarin aku sempat menyambangi situs jejaring sosial yang terkenal itu
Seperti biasa, aku mengamati berita terkini teman-teman di jejaringku
Ada yang (masih) dari dulu sampai sekarang mengumbar ‘cinta’ disana
Ada pula mereka yang sebelum menikah kukenal sebagai orang-orang yang seolah anti kata-kata romantis, langsung ber”sayang-sayang”an sehari setelah ijab qabul..

Cemburukah diriku?

Tidak..
Meski lama aku sempat tercengang dengan perubahan pasangan tadi
Namun ternyata aku sama sekali tidak cemburu
Justru aku tidak menghendaki hal seperti itu ketika aku pun menetas keluar dari cangkangku
Aku ingin kamu bisa menyampaikannya dengan untaian kata indah, tersirat dan dalam…
Aku tau, teman-temanku pasti menyangka aku mungkin akan berlaku seperti pasangan tadi seusai aku dinyatakan resmi tidak lagi sendiri
Tapi tidak, meski aku mungkin sering menggombal, aku ingin gombalanmu lebih indah dan tak biasa…
Karna aku sangat suka rasamu kau abadikan dalam tulisan yang dengan sendirinya akan mengukir sejarah tentang kau dan aku..
Sampai kelak kita renta, keriput, dan layu,,
Aku masih akan mendapati gombalan yang sama…

Kemarin mungkin aku masih sering terbang oleh jalinan kata yang beberapa darinya hanya untuk sesaat saja
Atau bahkan sebenarnya tidak benar-benar dialamatkan padaku
Tapi kelak, aku tau aku akan benar-benar mendapatkan huruf demi huruf yang terangkai penuh hanya untukku
Yang sajak demi sajaknya tercipta dari imaji penuh luapan bahagiamu akan adaku

Tapi..
Kamu,,
Bisakah kau merangkai kata-kata yang aku harap-harapkan itu?
Harus bisa ya…
Aku saja awalnya benar-benar tak bisa menulis
Apalagi menulis tentang romantisme cinta
Tapi karna rinduku akan hadirmu
Kurangkai satu demi satu dengan bantuan hati
Dan ternyata.. banyak keindahan telah terwujud karnanya…
Maka dari itu, aku percaya,,
Kau pun pasti bisa melakukannya
Menulis dengan hatimu hanya untukku,,

Ah ya,,,
Sempat pula aku sedikit berkerut
Melihat sepasang manusia yang dengan renyahnya bercanda berdua
Seolah dunia hanya milik mereka
Lagi, aku terpikir tentangmu..
Seperti apa kita nanti?
Seperti merekakah?
Seperti apa kamu?
Periangkah?
Atau mungkin pendiam yang dingin dan jarang bicara?
Aduh..
Aku benar-benar tidak tau rahasiaNya..
Meski kadang aku benar-benar ingin mencontek buku hidupku yang telah dibuat olehNya

Aku tidak tau seceria atau sependiam apa sosok yang akan mendampingiku nanti
Yang aku tahu,,
Aku pasti memilihmu karna aku selalu tertantang untuk belajar mengimbangimu
Mungkin kamu orang yang amat sangat biasa..
Atau tak menampik, mungkin pula kau adalah seorang yang populer yang banyak dipuja puji..
Namun.. dari pengalaman sebelumnya
Aku selalu kagum dengan mereka yang bisa membuatku terdiam
Terdiam dengan kata-kata yang keluar dari dinginnya pribadi yang jarang berbicara
Atau terdiam oleh kata-kata bijak yang keluar diantara senda gurau renyahnya
Kamu tipe yang seperti apa ya??
Ah, seperti apapun kamu, kamu pasti akan selalu bisa membunuh waktu denganku
Membuatku jauh dari kebosanan
Dan kamu pasti bisa menambah macam warna dunia kita nanti…
Uhhh,,,
Lagi-lagi tak sabar aku ingin berjumpa denganmu…

Tapi tenang saja..
Aku tau, sabar pasti berbuah manis..
Akan kusiapkan diri sebaik mungkin,,
Dengan segudang cerita yang akan kubagikan padamu
Serta daftar panjang rencana saat berdua nanti

Ingin sekali aku segera berjumpa denganmu
Menamakan kamu sebagai milikku
Dan menyatakan diri sebagai orang yang paling tau tentangmu
Membayar setiap detik kesendirian dalam penantianku ini
Dengan setiap mili detik waktu bersama hati yang selalu berdegup kencang dan makin kencang
Bahkan hanya dengan membisikkan namamu saja, jantungku bisa terlepas dari pijakannya
Tapi tak mengapa,,
Jika alasannya kamu, aku selalu punya ekstra detak untukmu..

Kamu.,,,
Jadilah yang tak biasa ya…
Yang obralan cintanya tak murahan
Yang kerlingan matanya tak benar-benar gombal
Yang kejutannya tak pernah ada yang menyamai
Yang selalu punya cara untuk menjadikan kisah kita berbeda…
Tak perlu banyak biaya
Tak perlu pula waktu lama untuk menyuguhkannya
Hanya berbeda saja..
Meski sederhana,,
Dan apa adanya…

Aihhh,,
Lagi,,, rinduku meluap-luap..
Kamu,,
Datanglah setepat mungkin ya…
Tidak harus sekarang
Tak perlu juga terlalu lama
Hanya ketika aku telah benar-benar siap
Dan kau pun telah tak akan kehabisan akal menghadapiku..
Sampai jumpa pujaanku..
Di saat yang indah nanti,,,

Jatinangor, 040211, 01.04

 

Advertisements

2 thoughts on “Untuknya yang Entah Dimana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s