Prosa rasa


Pias wajah kala bersisian
Lelah menjaga agar tak terlihat olehnya
Sampai tiba malam mengintip
Baru berani kutampakkan diri
Namun rembulan… tak lagi bisa berkompromi
Dan sinarnya menyapu merah disela-sela topeng wajah ini

Seperti dedaunan…
Yang pasrah pada angin menggerakkannya kemana
Tak lagi dapat kutata rasa
Hingga kubiarkan ia bersemayam menyingkapnya

Bagai menadah hujan dengan tangan hampa
Begitu besar rasaku hingga tak sanggup ku sembunyikan
Meski sudah seribu topeng membantuku menutupinya

Aku tetap tersipu…
Malu-malu merah bersemu
Hingga menghangat badan menahannya

Semoga tidak peka ia akanku
Semoga sedang tak siaga indranya menangkap anomaliku
Karena,,,
Aku malu..
Belum juga pasti dia merasai rasaku…


Jatinangor, 310111,12.04

Advertisements

One thought on “Prosa rasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s