Ketika Kau Bertanya


Kau bertanya,,
“Kapan kau akan membawaku masuk dalam hidupmu?”
Kutimpali,
“Sudah siapkah kau dengan ikatan erat yang bahkan Tuhan pun tak suka ia terputus?”
Terdiam dalam fikir,,
Helaan nafas panjang menjawab yang tak pernah perlu kata jadi penjelasnya

 

Kau bertanya lagi,,
“Tak bisakah kita jalani saja dulu hingga waktu membuatku punya nyali berjanji pada Tuhan?”
Mulai lagi kau berkilah
“Tidak punya nyali atau terlalu besar nyalimu hingga berani menantang Tuhan untuk menodai jalinan putih yang seharusnya berwarna ketika Dia berkata iya?” sahutku.
Lagi… kau merasa kalah denganNya
Tentu saja…

 

“Kalau begitu, masih bolehkah kusimpan ini dalam hati hingga saatnya tiba nanti?”
Masih saja usahamu untuk mengikatku tak kunjung berujung
“Hei, seharusnya jangan pernah terluncur kata itu, biar Dia menghadiahimu dengan rasa dalam diammu.”
Aku sedikit kecewa…
Tak beda dengan dirimu yang makin terpojok tak mengerti harus berbuat apa

 

“Baiklah,, Aku mengalah atasNya… Tapi rasa ini tak akan pernah kalah oleh waktu. Aku akan kembali hingga nanti Tuhan pun mengalah atas rasaku dan mengizinkan kita menyatu dalam ikatan yang tak akan pernah terputus oleh apapun.”

 

Aku berlalu tanpa suara..
Akhirnya kau mengerti apa yang ingin aku dengar…
Sampai nanti,,
Sampai dipenghujung harap…

 

Jatinangor, 300111, 23.25

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s