Komitmen Keislaman Seorang Muslim [Notulensi KANTIN]


Kajian Rutin Jatinangor 16 May

Rabu, 120111

Oleh : Kang Yan Hidayatullah..

 

 

Alhamdulillah, setelah sekian lama sempat vacum dari kajian rutin yang biasa diadakan minimal 2x/bln, hari Rabu kembali menjadi pilihan hari rutinitas kajian rutin dengan berbagai macam tema yang bertujuan dalam meningkatkan pemahaman keislaman dan memperbaiki praktik-praktik ibadah hingga terpancar pribadi muslim sejati. Untuk membuka pertemuan pertama aktivasi pengajian diawal tahun baru Masehi dan tahun baru Hijriyah yang belum lama berlalu ini, materi terpilih adalah pembahasan mengenai KOMITMEN KEISLAMAN SEORANG MUSLIM.

 

 

Berbicara tentang komitmen keislaman seorang muslim, secara tidak langsung membawa kita pada parameter-parameter yang menjadikan kita sebagai pribadi-pribadi muslim yang kian hari kian membaik. Apa sajakah parameter yang dapat membuat kita bertahan dengan komitmen keislaman kita?? Ternyata tidak banyak, hanya satu, tak pernah berhenti untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Kita hanya berkewajiban untuk terus lebih baik dalam setiap detik kehidupan yang kita jalani dalam meraih ridho Allah.

 

 

Masih dalam suasana tahun baru dan dengan tugas untuk terus memperbaiki diri, resolusi menjadi satu hal penting yang perlu kita lakukan, berikut ini beberapa resolusi yang perlu kita jalani :

 

1. Resolusi Keyakinan

Resolusi Keyakinan (I’tiqoddiyah) ini diawali dengan memperbaharui keyakinan kita terus menerus melalui perbaharuan niat. Niat menjadi hal penting hingga menjadi hadits no.1 pada Hadits Arba’in.

 

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.


Hadits mengenai niat disandingkan dengan hijrah, yang secara sederhana dapat diartikan bahwa dengan memperbaiki niatan kita secara tidak langsung kita telah berhijrah dari posisi yang jauh dari Allah menjadi lebih dekat, dari aktivitas-aktivitas yang bertujuan keduniawian menjadi aktivitas yang bertujuan untuk meraih ridho Allah. Niat merupakan  amaliyah bathin yang hubungannya hanya antara kita dan Allah. Niat ini yang menjadi ujian pertama dalam setiap amalan kita. Begitu pula dengan orang-orang terdahulu. “ Ataukah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu…” (QS 2 : 214)

 

 

2. Resolusi Fikriyah

Ghazwul Fikri.

Resolusi fikriyah berkaitan erat dengan ghazwul fikri (perang pemikiran). Mengapa fikir kita pun perlu diagendakan dalam resolusi perbaikan diri kita? Karena tanpa bekal fikir yang cukup, kita hanya menjadi boneka-boneka zaman yang menyerahkan arah hidup dunia kita pada kendali yang tidak seharusnya, yang membuat kita terus berpikir akan dunia hingga lupa bahwa masih ada akhirat yang menjadi kehidupan abadi kita. Resolusi fikriyah menjadi hal yang penting dalam memberantas penyakit al wahn, cinta dunia dan takut mati.

 

“Hidup adalah antrian kematian”.

Kutipan Tufail Al Ghifari diatas pasti akan menyentak siapapun yang mendengarnya. Manusia hanyalah kumpulan hari-hari. Kita akan mati sebagaimana kita menjalankan hari-hari kita. Jika kita menyadarinya, maka seharusnya apa yang kita perbuat didunia adalah misi-misi untuk memperoleh kematian yang khusnul khotimah, sebaik mungkin. Jangan sampai karna ketidak seimbangan fikriyah kita yang didominasi duniawi, mengantarkan kita pada akhir hidup su’ul khotimah. Naudzubillahimindzalik,,,

 

Akal yang membedakan kita dengan makhluk Allah lainnya, sudah seyogyanya fungsi akal (fikriyah) kita ini digunakan dengan sebaik-baiknya agar tidak jatuh pada lubang kelam. Fikriyah ini pun perlu disandingkan bersama Alqur’an sebagai pembeda antara yang haq dan yang bathil (Al Furqon).

 

 

3. Resolusi Kepekaan (Su’urriyah)

Untuk menjaga komitmen kita memperbaiki diri dalam tujuan sedekat mungkin menjadi pribadi muslim sejati, kepekaan menjadi hal penting yang harus terus diperbaiki. Kepekaan disini adalah kepekaan dalam hubungan kita dengan Allah (Habluminallah) dan dengan sesama manusia (Habluminannasi). Kepekaan dalam mempertahankan kebersihan nurani untuk tetap bisa membedakan mana yang dosa dan bukan, serta kepekaan kita dalam mempertahankan kelembutan hati untuk tetap peduli terhadap susah senang sesama saudara seiman di lingkungan tempat kita berinteraksi.

 

 

4. Resolusi Akhlaq (Sulukiyah)

Jika niat adalah amalan bathiniyah, maka akhlaq adalah amalah zhohir (amalan yang terlihat jelas dari luar). Akhlaq menjadi alat penting di dunia yang akan mengantarkan kita lebih dekat pada Allah. Bersungguh-sungguh dan bersabar dalam mendekati akhlaq Rasulullah menjadi kunci penting dalam improvisasi akhlaq untuk terus lebih baik. Bagaimana cara untuk terus memperbaiki akhlaq hingga syaksiyah islamiyah (pribadi muslim) melekat pada diri kita? Yaitu dengan melingkupi segala amal perbuatan yang membentuk akhlaq kita untuk tujuan akhirat. Jika tujuan perbuatan kita sebatas dunia maka hanya dunia yang akan kita dapatkan, namun jika akhirat yang menjadi tujuan kita maka dunia dan akhirat akan kita miliki, begitulah janji Allah…

 

 

 

Keempat resolusi diatas menjadi pegangan penting untuk kita bisa mempertahankan komitmen keislaman kita sebagai seorang muslim. Akan tetapi, materi ini hanya akan berakhir sebagai tulisan dan ingatan sesaat yang tak meninggalkan bekas jika kita tidak menindaklanjutinya dengan implementasi dalam kehidupan dunia kita. Kita hanya sedang mengantri kematian di dunia ini,, untuk itu sudah seharusnya akhirat menjadi fokus pemanfaatan waktu dunia kita dalam antrian ini.

 

 

_____________________

*Nah teman-teman, kembali pada point utama yang ingin saya sampaikan dalam mempertahankan komitmen keislaman kita menggarisbawahi pentingnya diri kita untuk terus menjadi lebih baik. Proses menjadi lebih baik dan lebih dekat pada Allah ini bisa dilakukan melalui berbagai aktivitas, salah satunya adalah dengan mencari lingkungan yang memfasilitasi kita untuk itu. Kajian rutin (KANTIN0 Jatinangor 16 may juga insyaAllah bisa menjadi wadah dalam memfasilitasi jam belajar bersama untuk terus lebih baik lagi di dunia.. Yuk gabung dalam kajian rutin mingguan kita ini… Setiap Rabu jam17.45 di Puri Endah sebelah jatos (tempat bisa berubah2).

 

 

Be there teman…

 

Jatinangor, 180111, 22.38


 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s