(IYCF Journal) A week in Islamabad (7)


@ Indonesian booth

9 December 2010

06.30      Having breakfast

07.30      go to PNCA for the conference

09.00     Workshop with Dr. Zeeshan Usmani

10.30     Meet and Greet with Organizers

12.00     Farewel Lunch

15.30     Back to Crown Plaza Hotel

                FAREWELL.. =(

 

Finally,, last day of IYCF,, Masih dengan rutinitas pagi hari yang hampir sama, hanya sedikit ada perbedaan karna hari ini adalah hari terakhir saya dan peserta IYCF yang lainnya menjalani rutinitas pagi seperti ini. Sedikit banyak, saya dan yang lain sudah terbawa kesedihan akan berpisah sore nanti. =(

 

Conference dimulai, materi kembali diisi oleh Dr. Zeeshan. Kali ini materi lebih seperti training pengembangan diri. Dimulai dengan penjelasan mengenai vision. Dr. Zeeshan menjelaskan bahwa “Vision is the picture we want to see in the future.”, visi adalah gambaran yang ingin kita lihat di masa depan. Sebagai contoh : visi kita adalah menjadi manusia terbaik, hal ini harus didukung dengan step by step dalam peran-peran kita untuk memberikan yang terbaik tersebut. Untuk menjadi manusia terbaik, bisa dimulai dengan menjadi mahasiswa terbaik, menjadi anak terbaik, orang tua terbaik, tetang yang terbaik, dsb. Akan tetapi, perlu diberi catatan bahwa yang terbaik dalam pencapaian visi kita bukan seberapa cepat kita bisa sampai diakhir dan benar-benar menggenggamnya, tapi seberapa baik dan seberapa kuat kita bisa berjalan menghiasi setiap detail prosesnya hingga akhirnya sampai ke tujuan, meski mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama.

 

No matter how you are going to the end, are you gonna finish strong??

You just have to try, try, and try harder,, and however you’ll get where you wanna be…

 

Acara dilanjutkan dengan penutupan, sebelumnya delegasi Indonesia yang memang sudah mempersiapkan merchandise buat sponsor langsung dipanggil dan diberikan waktu khusus maju kedepan untuk menyerahkan kenang-kenangan tersebut. Boneka gadis berpakaian adat Bali diserahkan kepada Dr. Zeeshan, Wayang Golek ke Miradore Production, dan pajangan Rama & Shinta ke Khudi Pakistan. Setelah penyerahan kemudian hadirlah seluruh panitia dari balik layar. Panitia berjumlah sekitar 30 orang. Oia, saya lupa menginformasikan sebelumnya, panitia mempersiapkan acara hanya dalam waktu 3 bulan saja dengan semua sponsor keren yang sudah saya ceritakan sebelumnya,,, waaaooowww,,, great job!!!

 

Seselesainya berkenalan dengan panitia,, saya dan 2 teman Indonesia yang lainnya langsung segera menggelar barang-barang bawaan lainnya untuk mengisi stand, guess what?! Bahkan belum sempat saya dan teman-teman merapihkan barang-barang di stand, sudah berdesak-desakan peserta dan panitia ingin mencoba makanan khas, ingin mengambil souvenir tradisional, mengambil bendera-bendera kecil, bertanya-tanya mengenai peta yang saya tunjukkan, dan pastinyaaaa foto-foto bersama bendera Indonesia…. Wahhh,, terbayar capeknya bawa berbelas kilo barang dr Indonesia buat menuhin stand,, disambut dengan baikkk sekali,,,, alhamdulillah,,,

 

Setelah semua barang stand benar-benar ludes, saya pun langsung menuju tempat makan siang dan berkumpul bersama yang lainnya untuk makan siang terakhir ala IYCF,, selayaknya hari terakhir, saya dan yang lain pun tak akan menyia-nyiakan momen-momen bersama ini, disana sini sibuk mengabadikan momen meng-capture menggunakan kamera,,, jadi sedih,,, L Sampai sekitar jam stgh 4 baru akhirnya kami berkumpul bersiap mencari space di mini bus untuk kembali pulang,,, Itu pun perjalanan bersama kami yang terakhir,,, Saya satu mobil bersama Bilal Ayaz (Pakistan), Deshola (Nigeria), dan Omar Alqana (Yama), kami pun bercerita banyak hal,,, dan sudah mulai terasa raut-raut kesedihan di wajah kami. Makin terasa momen-momen terakhir bersamanya…

 

Para peserta langsung segera menuju kamar masing-masing untuk bersiap packing dan kembali ke asalnya masing-masing. Saya pun sesegera mungkin membereskan barang-barang saya untuk memperpanjang waktu saya bisa say good bye (or see you again) dengan peserta lainnya yang sudah membuat masa-masa saya di Pakistan menjadi istimewa. Jujur, benar-benar sedih,,, entah kapan bisa bertemu lagi, kalau pun bisa bertemu lagi tapi momennya tidak akan sama seperti saat bersama mereka beberapa hari ini. Sampai akhirnya bapak-bapak KBRI menjemput sekitar jam 5 sore. Good bye waving pun akhirnya tidak terelakkan,,,,

 

Bye friends,,, Everybody made a really good time there, n surely everybody will miss each other,,,

Thanks for all the memory has been given from this remarkable event,,,

We’ll meet again, InsyaAllah…

 

T H E   E N D

Jatinangor, 020111, 08.40

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s