(IYCF Journal) A week in Islamabad (6-2)


international delegation

The schedule…

8 December 2010

Session 2 “Tools for Social Activism” by Stephanie Rudat

12.15      Keynote Speech by Dr. Zeeshan Usmani “Countering Terror with Technology”

13.00      Lunch

14.00      Keynote Speech by Daniel Teweles “Shifting Power Paradigms”

15.30     Session 3 “Disaster Management and Technology” by Google

18.00     Go to Des Pardes Restaurant, Saidpur Village

19.00     Farewell dinner with Ministry of Information and Broadcasting

22.00     Back to Crown Plaza Hotel

 

Melanjutkan notes sebelumnya, session selanjutnya diisi oleh Stephanie Rudat mengenai Tools for Social Activism. Stephani adalah pendiri Alliance Youth Movement (AYM) yang juga menjadi salah satu sponsor acara IYCF. Saya sedikit lupa detail materi yang diberikan, kurang lebih membahas mengenai pergerakan pemuda dalam kontribusinya mensolusikan permasalahan negaranya dan dunia.

 

Kemudian, presentasi dilanjutkan oleh Dr. Zeeshan Usmani,,, Muncullah diatas panggung seorang dengan brewok dan jenggot panjangnya, lengkap dengan kacamata. Jujur awalnya saya tidak terlalu tertarik untuk memperhatikan, ternyata setelah beliau mulai berbicara, saya tidak bisa tidak tertarik untuk memperhatikan,,, Dimulai dengan perkenalan singkat mengenai dirinya yang lumayan mengesankan. Dr.Zeeshan adalah pencipta model komputerisasi (software) pendeteksi bomb. Tidak tanggung-tanggung, beliau langsung saja men-simulasikan software tersebut. Mulai dari menyeting tempat contohnya di rumah sakit, kemudian jumlah orang didalamnya, dengan spesifikasi umur, kondisi, dan posisi orang-orang tersebut (hamil, anak kecil, lansia, sedang berdiri, menggendong anak, duduk, dll). Selanjutnya, menyeting spesifikasi alat yang digunakan untuk membawa bomb, truk-kah, koper-kah, tas backpack-kah,,, dan yang terakhir menyeting spesifikasi material pembuat bomb dan kekuatan atau jangkauan bencana yang akan diakibatkan bomb tersebut. Dan saya hanya bisa ternganga,,, waooowww!!!! Man…. he can easily control a bomb n blow up the whole area of the conference,,,, Hebat sekali otaknya Dr.Zeeshan,,,

 

“History makes not because of the bad guys around but because of the good guys remain silent.”

 

Point yang ingin saya titik beratkan disini bukan bagaimana mengagumkan Dr. Zeeshan hingga bisa menciptakan alat prediksi (khususnya suicide) bomb tersebut, point yang ingin saya sampaikan adalah motivasi beliau hingga akhirnya beliau bisa berkomitmen untuk membuat software tersebut. Hal ini berkaitan dengan quote yang saya tulis diatas, sejarah yang menorehkan luka di masa lalu tidak terjadi hanya karena banyak orang yang tidak baik di sekitar tapi juga karena orang baik hanya berdiam diri melihat yang terjadi disekelilingnya tanpa melakukan sesuatu. And dr. Zeeshan hanya tidak ingin menjadi bagian dari orang baik yang do nothing and akhirnya hanya meratapi masa lalu dengan luka yang menganga lebar akan sejarah negerinya yang entah kapan dapat disembuhkan oleh waktu. Meski mungkin belum memberikan hasil yang signifikan tapi setidaknya dia telah berusaha untuk bergerak dan ikut andil dalam proses meminimalisir permasalahan yang ada. Big applause for him,, standing ovation!!

 

Materi selanjutnya datang dari Daniel Teweles mengenai “Shifting Power Paradigms”. Tidak terlalu banyak yang bisa saya ingat karna mungkin dibandingkan dengan pembicara-pembicara sebelumnya sedikit kalah kharisma. Satu quotes bagus yang disampaikan oleh Daniel dan cukup membekas bagi saya “The light that shine the farthest is the brightest shine”… Quotes ini berkaitan dengan materi yang diberikan that we just have to keep shining, sooner or later we’ll have brighter n reach our brightest shine that reach as far as we can. Paradigma Power atau kekuatan yang sebenarnya tidak hanya sebatas berkompetisi dan menjadi pemenang tapi bagaimana kita bertahan untuk tidak pernah berhenti berusaha meski masih butuh waktu lama untuk tertatih merangkak menuju puncak atau mungkin sebaliknya dengan begitu mudahnya kita mencapai capaian selanjutnya. Tidak lantas berhenti tapi terus dan terus bergerak secara konsisten sampai akhirnya tanpa kita sadari sinar yang kita miliki dapat menyinari luas area yang tak disangka sebelumnya. (Banyak gubahan tambahan dari saya,, hehehe).

 

Setelah Daniel, hadirlah satu team keatas panggung yang ternyata berasal dari GOOGLE,,, waoooww,, senangnyaa… Beberapa orang diatas panggung tersebut mewakili beberapa bidang-bidang yang dibawahi Google, contohnya gmaps, google translate, google earth, google blogs, google reader, google doc, etc… Mereka mengawali presentasi dengan sedikit membahas sejarah berdirinya google dilanjutkan dengan pemberian materi Disaster manajement and technology. Google team menyampaikan mengenai peran media dalam memfasilitasi kebutuhan ketika terjadi bencana. Dalam hal ini mereka memberikan beberapa contoh peran gmaps dalam men-sketsa daerah untuk di re-build atau di re-konstruksi, juga peran-peran aplikasi google lainnya yang dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat dunia dengan mempermudah pe-minimalisir-an masalah yang ada. Sesi materi dari google team ini mengundang banyak pertanyaan mulai dari yang berkaitan dengan peran teknologi dalam manajemen bencana hingga peluang berkarir di Google. Hahaha…

 

Google time nicely close the conference day,, Today was really are lovely and fully inspiring. I can say that this day was my best day!!

 

Seselesainya materi demi materi conference, saya  dan peserta lainnya diharuskan untuk segera bersiap menuju Des Pardes Restaurant di Saidpur Village untuk farewel dinner bersama Pak Qamar Zaman Kaira, Menteri Komunikasi dan Informasi Pakistan. Tempatnya (ASLI!!) keren banget!! Letaknya di sekitar lereng perbukitan, walhasil city light pun terlihat dengan indah,,, Disini, Pak menteri menghampiri meja demi meja (terutama) international participant, dan menyalami satu demi satu peserta serta sekedar bertanya dari mana asalnya dan bagaimana hari-hari di Pakistan. Merasa tamu terhormat,,, bener-bener makin gak nyesel bisa ikut berpartisipasi dalam acara IYCF ini.

 

Tidak lama dari itu, pak menteri pun menyampaikan sedikit sambutan untuk mengiring kepergian peserta esok hari untuk kembali ke daerahnya masing-masing. Banyak sekali media yang meliput dan benar-benar jadi center of attention dengan blitz disana-sini yang mencoba mengabadikan setiap momennya. Dan kita (delegasi Indonesia) pun ikut eksis di beberapa media karna sempat menyerahkan merchandise replika alat musik tradisional “Sasando”. Sangat diapresiasi oleh beliau dan panitia, karna memang yang berinisiatif demikian hanya delegasi dari Indonesia.

 

Sekian laporan hari ini, to be continue ke laporan hari berikutnya,,,

Jatinangor, 010111, 02.59

HAPPY NEW YEAR!!

Advertisements

One thought on “(IYCF Journal) A week in Islamabad (6-2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s