(IYCF Journal) A week in Islamabad (6-1)


with Scott

The schedule…
8 December 2010
06.30 Having breakfast
07.30 go to PNCA for the conference
09.00 Session 1 “The Magic of New Media” by Youtube and friends
10.00 Keynote Speech by Scott Gould (UK) “Engagement into Action”
11.00 Break
11.30 Session 2 “Tools for Social Activism” by Stephanie Rudat
12.15 Keynote Speech by Dr. Zeeshan Usmani “Countering Terror with Technology”
13.00 Lunch
14.00 Keynote Speech by Daniel Teweles “Shifting Power Paradigms”
15.30 Session 3 “Disaster Management and Technology” by Google
18.00 Go to Des Pardes Restaurant, Saidpur Village
19.00 Farewell dinner with Ministry of Information and Broadcasting
22.00 Back to Crown Plaza Hotel

 

As usual, dimulai jam stgh 9 dengan rutinitas pagi yang belum berubah…
Dont know why, have a feeling that today gonna be a really nice day,,, Dimulai dengan materi “The Magic of New Media” dari Joe Machese, Youtube. Di awal penyampaian materi, sedikit diulas mengenai how media affect the world, dikaitkan pula dengan perkembangan koneksi internet yang benar-benar telah menjangkau seluruh belahan dunia. Dijelaskan pula mengenai siapa sajakah media itu?? Apa saja yang bisa menjadi media dalam mempromosikan dan atau menginformasikan sesuatu?? Dan bagaimana cara menggunakan media dengan baik dalam men-deliver pesan yang dimaksud.

 

Joe memuarakan presentasi point pertamanya pada kesimpulan bahwa media efektif dalam menyampaikan informasi tidak hanya sebatas media cetak dan elektronik tapi juga human as a media. Everyone is a media, everyone is a reporter. Human media ini dititikberatkan terutama ketika jaringan informasi online tidak terjamah dalam area dan situasi tertentu. Human as a media ini bekerja aktif sebagai offline media.

 

Untuk meningkatkan efektifitas penyampaian pesan melalui media, Joe pun memberikan 5 langkah yang perlu digaris bawahi, berikut diantaranya :

1. Know your audience
2. Focus on content
3. Give people something to do (any kind of thing)
4. Ask for content from your audience
5. Programing

Bisa dilihat dari kelima point diatas bahwa media yang efektif akan terbentuk ketika ada take and give dari media dengan sumbernya. Media disini tidak hanya berarti mereportasekan peristiwa yang telah terjadi tapi lebih kepada media dalam menggerakkan konsumen media terkait untuk memulai sesuatu dari apa yang telah disampaikan hingga menjadi satu aksi nyata. Kembali lagi pada online media, fungsi media dalam menggerakkan massa pengkonsumsinya bisa dicontohkan dengan pembuatan page atau causes di jejaring social seperti yang sempat sedikit saya bahas dalam tulisan sebelumnya.

 

Sekian saja sepertinya ulasan saya mengenai materi dari Joe mewakili Youtube, materi selanjutnya datang dari Scott Gould, seorang pembicara terkenal di UK sana. Scott menyampaikan materi Engagement in to Action. Scott memulai presentasinya dengan menarik, cukup menarik untuk tetap menjaga minat para peserta bertahan hingga akhir presentasi. Scott (dengan gayanya yang khas dan unik) mengawali point pertama dengan membedakan antara presentation dan participation.

 

Participation diibaratkan sebuah meja yang memiliki empat kaki untuk menopangnya agar tetap bertahan seimbang dan stabil. Yang pertama adalah to be interested, not interesting. Disini Scott menjelaskan mengenai pengalamannya dalam merencanakan sebuah event.

Sebutlah konser musik. Yang dilakukan Scott setahun sebelumnya adalah membuat konser musik Jazz. Kenapa jazz? Karena jazz adalah musik yang ia sukai. Dan hasilnya?? Setengah mati luntang-lantung tiket ia jajakan tapi ternyata hasilnya tidak diperoleh penjualan maksimal yang diharapkan, bahkan masih sedikit jauh dibawah standar. Itu tahun lalu… Tahun selanjutnya, setelah mengevaluasi kekurangan event sebelumnya, akhirnya strategi diperbaiki,, bukan konser musik dengan genre yang dia sukai, tapi membuat konser musik yang digandrungi oleh sasaran yang dituju. Akhirnya konser musik Rock pun terselenggara, dan hasilnya,,, benar-benar sangat memuaskan….

Jadi kesimpulannya, untuk bisa mengajak orang lain berpartisipasi dan beraksi bersama bukan dengan parameter apa yang kita senangi, tapi parameter-parameter yang disukai oleh sasaran kita.

 

Yang kedua adalah to put every kid on the show. Ketika kita masih kanak-kanak, pernah ada event-event dimana semua anak dikelas harus ikut berpartisipasi aktif. Contohnya saja saat TK kita diminta untuk menampilkan teater saat perpisahan kelas, hampir setiap anak ingin menjadi yang pertama yang ditunjuk sebagai pemeran utama. Karna bagi mereka, dengan tampilnya dirinya dalam teater dibawah sorot lampu tengah sebagai pemeran utama mengindikasikan bahwa ada penghargaan lebih tinggi bagi mereka dibanding murid-murid yang lainnya. Dari sedikit penjabaran mengenai penampilan tersebut bisa diterjemahkan bahwa kaki meja selanjutnya dalam meningkatkan partisipasi sasaran adalah dengan memberikan perhatian khusus kepada setiap sasaran tersebut.

 

Kaki meja ketiga adalah Find the key of influence (spread the virus). Saya rasa teman-teman tidak akan kesulitan mengartikan point ini. Pencarian kunci massa adalah cara efektif dalam meringankan kerja kita untuk bisa memperluas partisipasi. Dan kaki meja keempat adalah Raise the action. Setelah dipahami apa yang disukai sasaran, sudah dikuasai bagaimana cara memposisikan setiap sasaran sebagai seseorang yang spesial, dan telah ditemukan kunci massa dalam mempermudah perluasan partisipasi, maka aksi/gerak nyata sasaran telah tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Bisa disimpulkan lebih simple dalam 3 point : SCATTER, GATHER, MATTER.

 

To be continue…
Jatinangor, 311210, 00.04

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s