(IYCF Journal) A week in Islamabad (4)


at PNCA

The schedule…
6 December 2010
06.30 Having breakfast
07.30 go to PNCA for the conference
08.00 Welcoming speech and everything
10.30 Conference, session 1 “Pakistan Past, Future, and Present”
11.30 Break
12.00 Session 2 “Living Between Borders”
13.00 Keynote Speech by Susan Gordon (Facebook Causes Inventor) “How facebook Change the World”
13.45 Lunch
15.00 Workshop (Music, Art, Drama, Photography)
17.45 Gather, to go to the dinning place
18.30 having Dinner @Arena
22.00 Back to Crown Plaza Hotel

 

Finally,,, IYCF is happening,,,
Hari ini dimulai lebih pagi dari biasanya,, Jam 7.30 para delegasi sudah harus berkumpul. Dann… loby hotel BENAR-BENAR sangat ramai,,,, bayangin aja,,, sekitar 100an orang ngumpul disitu,,, 150 orang lainnya di hotel lainnya (National delegates). So,, we’re ready to go to PNCA.

 

(Lagi) Welcoming speech, dan kemudian dimulailah satu demi satu sesi conference. Sesi pertama, well,, semua tentang Pakistan, ‘Pakistan dulu-yang akan datang-dan saat ini’. Saya jadi tau sedikit banyak tentang sejarah Pakistan dan pergolakan didalamnya. Pakistan yang (diberikan) ke-merdeka-an dari jajahan Inggris, lepas dari India dan menjadi negara sendiri di tahun 1947. Satu sumber menyebutkan bahwa Pakistan ingin memisahkan diri karena inginnya mayoritas masyarakat muslim India untuk mendapatkan keleluasaan dalam menjalankan ibadah.

 

Sekitar 2-3 dekade awal kemerdekaan, Pakistan mengalami perkembangan yang sangat baik, hingga tahun-tahun kerjasama ilmuwan dan ahli tata kota Pakistan bersama ilmuwan-ilmuwan Inggris dan beberapa negara lainnya membangin ‘the very first plan city in the world’, Islamabad. Kemudian sekitar tahun 70-80an mulai lekat-lah Pakistan dengan pemberitaan media yang membentuk image mengerikan tentang Pakistan terkait terorisme dan suicide bombing. Mereka sangat menyesali image negara mereka yang terbentuk di seluruh penjuru dunia ini.

 

Selain itu, image extremist yang melekat terkait kurangnya nilai toleransi lintas gender dan terhadap outsider menyebabkan negara ini menjadi terkesan sedikit terisolasi bagi orang luar dan bagi para wanita. Hal ini juga yang membuat orang-orang Pakistan (khususnya wanita) saat ini banyak yang berakhir menyandang kewarganegaraan luar (terutama Inggris dan Amerika) dengan diawali motivasi untuk menuntut ilmu di negeri sebrang. Karna kekurangmampuan negaranya dalam mem-provide keleluasaan dalam berekspresi dan mengembangkan potensi (yang mampu dipenuhi di luar sana), mereka pun berakhir menjadi orang-orang hebat diluaran dan sedikit yang akhirnya menyadari dan kembali pulang membangun negaranya. Fenomena ini dikenal dengan Brain Drain, yang (sepertinya) jika tidak diantisipasi akan lebih luas lagi terjadi di negara kita tercinta.

 

Harapan Pakistani (orang-orang pakistan) di masa datang adalah memudarnya image-image yang tidak begitu baik dalam menunjang perkembangan negeri mereka dengan berharap negara-negara diluar sana akan menyadari bahwa mereka adalah Negara terbuka. Oleh karena itu, event international ini menjadi satu wadah dalam men-delivery pesan kepada setiap delegasi International dalam menghapus pandangan tidak baik tadi.

 

Enough the serious talking,,, well,, conference went well dan sangat menarik (bagi saya yang belum begitu banyak tau tentang Pakistan). Saya belajar banyak tentang Pakistan, yang sebagian sudah saya share diatas. Kemudian dilanjutkan dengan materi selanjutnya (yang tidak terlalu saya ingat) dan ditutup dengan keynote speech dari Susan Gordon (pembuat CAUSES apps on facebook) sebelum akhirnya makan siang.

 

Susan Gordon is such an amazing person. She is cute, warm, and low profile.. Susan adalah seorang cewek berumur 27 tahun yang pertama kali menciptakan causes. Disini Susan menyampaikan bagaimana FB CAUSES bisa memberi efek positif untuk dunia dengan beberapa cerita. Salah satunya adalah aksi protes yang digelar di Thailand against their government dengan 1 juta lebih masyarakat yang berkumpul berawal dari Causes. Mungkin teman-teman juga masih ingat kasus KPK Chandra-bibit, yaa itu salah satu positif efek yang akhirnya berpengaruh dalam keputusan hukum mereka.

 

Makan siang pun berlangsung… Kemudian dilanjutkan dengan Music, Photography, and Art Workshop. Saya harus memilih salah satu, and absolutely saya pilih Music Workshop. Disana ada penyanyi (serupa Ebiet GAD atau Abah Iwan) yang menggunakan musik sebagai sarana dalam membangun perdamaian dunia. Beliau ini terlibat pula dalam social work dibawah SONIC organization. Well,, awalnya saya mengira bahwa music-music yang disajikan adalah english music tapi ternyataaaa hanya satu lagu gun n roses n the rest is pakistani music, yang membuat saya jadi sedikit bosan karna tidak bisa benar-benar menikmatinya…

 

But still,,,, nice day in Pakistan

To be continue…
Jatinangor, 221210, 23.33

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s