(IYCF Journal) A week in Islamabad (2)


The schedule…
4 December 2010
09.15 Having a breakfast with Ambreen
10.30 Go to Kohsar Market, having coffee, meet uzair, and buy a few things..
12.00 Back to crown Plaza Hotel
13.00 Having Lunch
16.00 Meet Faisal Hassan and Khurram Hanif (as our guide), and having a very nice afternoon,,
19.00 Go to Jinnah Market, buy a lot of things..
21.00 Back to Crown Plaza Hotel

Ok,, sekarang saya agak sedikit capek,, karna harus menulis jurnal ini dalam dua bahasa (curhat dikit) *sigh*…

So, pagi dimulai dengan semangat menggebu setelah malamnya benar-benar tidur dengan nyenyak karna akhirnya bisa beristirahat dengan enak dan nyaman di Crown Plaza Hotel. Oia, saya lupa menyebutkan, ada salah satu panitia yang benar-benar selalu keep in touch dengan saya dan teman-teman, namanya Ambreen,, umur sekitar 27 tahun, lebih tepatnya sie dipanggil Dr. Ambreen, karna dia adalah seorang dokter gigi.

I was really curious about what things i’ll meet in Pakistan. Pakistan yang di khayalan saya akan mempertemukan saya dengan banyak orang-orang koservatif dan fanatik dalam praktek ibadah Islam, langsung saja berbalik up side down seketika setelah bertemu si dokter ini. She dress casually, tanpa jilbab, dan merokok. Ternyata ada juga cewek-cewek yang merokok di Pakistan, gak saya sangka.. Perlu diketahui sebelumnya, bahwa sebagian atau bahkan hampir seluruh panitia merupakan anak gaulnya pakistan, kalo di kita ya anak gaul Jakarta semacam itu lah yaa,,, jadi memang jarang ditemukan orang-orang yang konservatif, rata-rata sudah open minded dan sudah banyak terpengaruh gaya hidup western country. Meskipun demikian, mereka tetap menjaga kenyamanan berpakaian, dalam artian mereka tidak menggunakan rok terlalu pendek atau tank top dan hal-hal yang sedikit mengekspose aurat,, Atau, Cuma karna kemarin disana cuacanya terlalu dingin untuk menggunakan baju-baju pendek?? Wallahuallam…

Back again, I am having a breakfast with ambreen,, a nice one,, and then, sewajarnya seorang turis maka saya pun merequest some free time untuk explore sekitar islamabad (baca : jlan-jalan dan sedikit shopping). Tapi ternyata teman-teman.,,, kami tidak diperbolehkan pergi unless get accompany with an escort,,, So,, ditengah kesibukan ambreen sebagai panitia, dia juga meng-arrange jalan-jalan kami di Islamabad,,, whuuuffttt sebenernya jadi merasa mengganggu persiapan acara mereka, tapi mau gimana lagi, bahkan untuk jalan-jalan disekitar Blue Area (di kanan kiri hotel) gak diperbolehkan =( Yasudah terima saja… Akhirnya mereka mempersiapkan transportasi dan mengajak salah satu panitia lainnya (UZAIR) untuk ikut bersama kami.

Ambreen, saya dan yang lain pergi ke daerah Kohsar Market. We have a morning coffee. Disana memang cukup banyak turis berkeliaran terutama turis-turis berwajah western ternyata karna memang daerah tersebut biasa jadi tempat hang-outnya orang-orang embassy dan turis-turis dengan kepentingan lainnya. Well, sebenernya tempatnya gak sebegitu bagus tapi lumayan lah untuk ukuran daerah setempat. Disana saya tidak mendapat banyak hal menarik untuk dibeli ataupun dikunjungi,, saya malah berlama-lama disalah satu toko buku pojokan yang menyediakan hampir seluruh buku dalam bahasa Inggris, which is exciting,,, yeyyyy,,, Saya pun membeli buku terjemahan dengan judul “Life Lesson” karya Lesley Garner… maunya sie saya beli banyak buku, tapi saya tahan dulu karna acara pun belum dimulai, waspada kalau-kalau nanti membutuhkan uang untuk itu.

oot
kalau boleh cerita sedikit, dulu saat-saat terakhir saya di bandara frankfurt jerman saya hampir saja membeli buku terjemahan dengan harga yang reasonable tapi urung karna saya masih ingin saving euro money,, dan sangat saya sesali setelahnya… Maka dari itu, di Pakistan saya tidak ragu membeli buku tsb agar tidak menyesal nantinya

Sekitar 1,5jam berkeliling disana, Uzair datang lengkap dengan mobilnya dan membawa kami kembali ke Crown Plaza,,, so thats it!!! Nothing special yet,,, Mereka tidak memperbolehkan saya dan teman untuk jalan-jalan sendiri tapi mereka juga tidak bisa membawa kami berkeliling kota lebih lanjut lagi karna sesuatu dan lain hal. Ok,, kita terima saja, dengan alasan keamanan dan besarnya effort panitia untuk menjaga kita agar tetap baik-baik saja.

Kembali ke hotel, n having lunch there… Mereka mulai menyatakan permohonan maaf karna belum bisa keluar sekarang,, mereka akan mempertemukan kami dengan 2 orang escort sore nanti, dan selanjutnya we can re-arrange the schedule,,, Kita pun dengan ikhlas kembali kekamar dan menunggu sampai sekitar jam 3 an mereka akan menelpon ke kamar dan mengabarkan rencana selanjutnya,,,

Here it is,,, 4pm,,, kami diberitahu untuk turun ke dining room and bertemu dengan 2 orang escort,, Mereka adalah Faisal Hassan dan Khurram Hanif… Mereka sudah sempat saya temui sebelumnya di mobil yang membawa saya dari bandara ke hotel, malam ketibaan saya di Pakistan. Mulailah ice breaking, and then keakraban pun terjalin,, setelah sudah sedikit akrab, keluarlah candaan-candaan gak penting that i wont ever forget.. karna obrolan sore itu begitu berkesan and it really helps killing the time.,,, What a nice afternoon,,, =)

Jam 6pm, akhirnya kita dikabari juga kalau jam 7 nanti bisa berkeliling dan sedikit shopping-shopping di kota. Pamit untuk sholat sebentar dilanjut rapih-rapih secukupnya bersiap keluar berhadapan dengan hawa dingin sambil get to know the city. Mereka membawa saya dan teman ke Jinnah Market. Quite nice, dan the most crowded place so far,, hehehe.. akhirnya nemu juga tempat rame,, soalnya sejauh ini Islamabad terkesan sepi dan terlalu damai untuk sebuah ibukota. Belanja pasmina dan sedikit oleh-oleh buat keluarga di rumah, kemudian berlanjut menuju F-6 (salah satu zona di Islamabad)** dan window shopping there….

** Islamabad adalah the first plan city ever in the world. Jadi kota ini tertata rapih, perkantoran punya tempat sendiri, begitu juga dengan kedutaan besar dengan kompleksnya sendiri,, Pusat perbelanjaan sendiri,, dan pusat pendidikan di daerahnya sendiri. Direncanakan early 60’s dan sekitar tahun 1967 Islamabad officially became the capital city of Pakistan setelah sebelumnya bertempat di Karachi.

Ah ya,, diantara shopping time, saya dan teman dibelikan makanan khas pakistan bernama Paan, makanan yang dibungkus daun… Agak khawatir pas mau nyoba, dan benar saja,,, ternyata makanan itu dibungkus daun sirih,,, wooaaahhhh berasa nenek-nenek nyirih,, yackkk!! We dont like it,,, Saya mati-matian berusaha memasang mimik muka bahwa ini enak, tapi akhirnya saya menyerah juga, mau ditelan bulat-bulat juga tetap susah,,, Akhirnya saya jujur dan memuntahkan paan tadi,,, hahahaha,,, untuk mereka gak tersinggung,, malah ketawa-ketawa,, jadi curiga jangan-jangan memang saya dijebak,, hahahaa…

Thats the end of the day,, setelah itu kami pun kembali ke hotel dan tidur dengan nyenyak sambil berharap something better will happen tomorrow…. So far, mereka benar-benar baik,, menjadikan kami prioritas utama bahkan meskipun si cowok-cowok tadi gak suka shopping tapi tetep dibela-belain nemenin saya belanja sana sini,, hahaha,, demi mencitrakan how friendly pakistani are,,, Good job!!

Nice day,, nice evening,,

To be continue…
Jatinangor, 171210, 14.54

Advertisements

2 thoughts on “(IYCF Journal) A week in Islamabad (2)

  1. There is too much about on this but I didn’t get much except that im doctor,27,open minded, and that pan story yukhhh..haha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s