(IYCF Journal) A week in Islamabad (1)


The schedule…

3 December 2010
22.25 Arrived @Benazir Bhutto Airport, Pakistan
22.35 Bagage claim and everything…
23.15 Meet the IYCF organizers and people from Indonesian embassy..
24.00 Go to Crown Plaza Hotel, Blue Area, Islamabad, Pakistan.

 

Alhamdulillah, sampai juga saya di negara tujuan, Pakistan. Acara International Youth Conference and Festival (selanjutnya disingkat IYCF) 2010 ini akan dimulai pada tanggal 6 desember, tapi (lagi-lagi) berhubung keterbatasan dana, saya pun mendapat tiket murah dengan tanggal keberangkatan H-3 sebelum acara.,, Kedatangan yang terlalu dini ini sebenarnya sedikit mengkhawatirkan,,, who will provide the place to sleep over?? Ahahaa,, teman seperjalanan saya juga sudah mewanti-wanti,, saya pun mendapat tugas untuk mengontak KBRI (seperti biasa, kebagian tugas advokasi akomodasi,hahahhaa).

 

Sesuai dengan request dan pembagian tugas yang telah disepakati, saya pun mengontak KBRI perihal tempat berteduh ini, juga panitia sekedar woro-woro bahwa delegasi Indonesia akan hadir 3 hari sebelum acara dimulai. Alhamdulillah, salah satu partner saya ini telah mendapatkan e-mail salah seorang dari KBRI di Pakistan. Saya pun segera meng-email bapak/ibu KBRI tanpa ragu, lebih tepatnya curhat kepada pihak KBRI barangkali bapak/ibu disana punya solusi yang terbaik untuk saya dan teman-teman. Email pun terkirim, dan saya menunggu dengan was-was. Gimana nggak was-was, wong email baru dikirimkan H-3 sebelum keberangkatan,, Bukan berniat untuk menunda-nunda pekerjaan, masalahnya tiket pesawat baru benar-benar bisa di Purchase H-3 sebelum beranjak dari Jatinangor. Cukup hectic,,, whuuuuuu…

 

Sambil packing-packing, cek n ricek segala perlengkapan yang dibutuhkan, dan juga (teteeepp) mengontak donatur-donatur yang mungkin masih bisa digantung harapan, sembari menunggu balasan email dari KBRI. Akhirnyaaa,, sekitar H-2 menjelang H-1 dini hari ada balasan dari bapak-bapak di KBRI sana, dan alhamdulillah kami mendapatkan balasan sesuai dengan harapan. Beliau-beliau disana dengan senang hati mempersiapkan tempat untuk menginap, dan jemputan di bandara. Fiiiuuuuhhhh,,, lega abis,,,, Tapi, sayangnya, panitia masih belum merespon satu pun email saya sejak h-2minggu.. let’s see,, at least sudah ada pihak KBRI yang berjanji akan menjemput kita right on time di airport Benazir bhutto, Islamabad.

 

Ah ya, ada yang sedikit terlupa, sebelum mendapat kepastian dari KBRI setempat, saya juga sempat menghubungi seorang teman Pakistan kenalan saya 2 tahun sebelumnya. Alhamdulillah dia sangat membantu saya untuk bisa selamat sampai tujuan dengan memperkenalkan salah seorang teman kuliahnya dulu di Pakistan yang telah bersedia untuk menjemput saya dibandara. (note : teman saya tadi bekerja di salah satu perusahan komputer besar di Korea, means sedang tidak di Pakistan). Saya pun sudah sempat sms-an dan menelpon temannya teman saya tadi (yang bernama Maryam. Alhamdulillah gak jauh dari orang baik,, Maryam menyambut saya dengan tangan terbuka dan siap untuk menjamu dengan semaksimal mungkin. Yang pada akhirnya saya cancel karna tidak ingin merepotkan setelah konfirmasi kesediaan pihak KBRI untuk menjemput kami.

 

Well, back to present…
Akhirnya sampai juga di Bandara Benazir Bhutto,, Well,, what can I say?? Bandaranya sedikit (jauh) lebih kecil bahkan jika dibandingkan dengan Bandara Soekarno Hatta yang menurut saja masih kalah jauh dibandingkan Bandara Internasional lainnya.

 

Setelah sibuk-sibuk dengan bagage claim and everything (as usual), akhirnya sampailah di arrival gate, which is rame orang yang bawa bermacam papan nama. Tidak lama dari itu saya langsung bisa menangkap bapak-bapak dengan wajah-wajah Indonesia lengkap dengan setelannya yang rapih, yang singkatnya saya simpulkan sebagai beliau-beliau dari KBRI. Benar saja, saya tidak bertepuk sebelah tangan, bapak-bapak tersebut balik menghampipri dan langsung menyapa, “Dari Indonesia?” yang dengan sigap langsung saya jawab “Iya pak, saya Historina yang akan menghadiri acara IYCF di Islamabad.“,,, beuuuhhh leganyaaaa,,, alhamdulillah semua under control… Bener-bener bahagia bisa bertemu orang sendiri di negeri sebrang.

 

Nah, lagi sumringah-sumringahnya, sambil celingak-celinguk nyari temen seperjalanan saya tadi eh tiba-tiba tertangkap wajah-wajah pakistan yang familiar… Ternyata teman saya berhasil menemukan orang-orang Pakistan yang memegang tulisan IYCF PARTICIPANT dan ternyata wajah yang tadi tampak familiar itu adalah wajah panitia acara tersebut. Langsung saja dua rombongan besar ini saling menghampiri,,,

 

Sambil kenal-kenalan singkat, dengan menyodorkan list beberapa nama yang mereka tunggu hari itu di Bandara. Guess what??!! Nama-nama delegasi Indonesia tidak ada disitu,, hwahahaha,, how come,,,, Im officially registered,, Well, mereka tidak meragukan kita sebagai salah satu peserta delegasi dari Indonesia (karna kita juga sudah sempat beberapa kali in touch via group FB), hanya saja mereka bingung kenapa mereka tidak mendapatkan detail flight ketibaan kita hari ini. Dengan sedikit penjelasan, ternyata komunikasi dengan ‘si panitia’ yang sejak awal berkomunikasi aktif dengan saya sempat terhambat belakangan ini.

 

Thats not the exact problem,, karna yang akan saya ceritakan berikut ini baru benar-benar permasalahannya. Saya (pribadi) yang sudah sejak awal berkomunikasi dengan pihak KBRI menjadikan pihak KBRI sebagai penanggung jawab tim delegasi Indonesia selama berada di Pakistan. On the other hand, panitia yang menjadi penyelenggara, semenjak mereka mengetahui bahwa saya dan teman adalah peserta IYCF juga langsung memposisikan diri mereka sebagai penanggung jawab resmi keberadaan (keselamatan) kami di Pakistan. N here it is,, the problem… Terjadi lah rebut-rebutan siapa yang berhak membawa kami. KBRI kah?? Ataukah Panitia IYCF??

 

Ini mah asli rebut-rebutan… Pertama sempat diputuskan bahwa pihak KBRI yang akan membawa kami, dengan sebelumnya sempat saling menunjukkan ID. Dan setelah lobi-lobi beberapa menit kemudian, akhirnya KBRI mengalah dan menyerahkan kami ke panitia. Diskusinya sekilas terlihat cukup alot lengkap dengan gurat-gurat khawatir di kedua pihak, saya pun sempat bingung-bingung seneng menikmati perebutan dua kubu ini. Hahaha… Sampai akhirnya KBRI benar-benar melepas kami dengan sedikit wejangan dan bekal nomor kontak mereka (takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan). Pasrahlah kami disana bersama panitia dengan perasaan legaaaaaa…. Yang awalnya sempet khawatir tidak ada yang akan menyambut dibandara (bahkan sampai sudah merancang plan A, B, C, D,,,,,, Z) sampai akhirnya senyum-senyum kecil terharu karna diperebutkan dua pihak. Alhamdulillah,,,

 

Tidak lama setelah itu, kami pun diboyong ke tempat dimana kami akan menginap, tersebutlah Crown Plaza Hotel (Hotel bintang 4). Sepanjang perjalanan, sembari memecah kesunyian, keluarlah pertanyaan-pertanyaan kecil termasuk mempertanyakan “Why you looked so worry with that Indonesian embassy people?”. Yang dijawab dengan jawaban yang diluar dugaan, “Because we’re not sure, they’re people from Indonesian embassy.” What???!! Hahahaa,,,, shock saya dan temen ngedengernyaa…. tapi kita anggap itu sebagai totalitas mereka dalam menjaga peserta hingga acara terselenggara sampai dengan akhir acara. Sekitar 30 menit kemudian kami sampai di hotel yang dimaksud dan tidur nyenyak disana. Well,, hotelnya sangat nyaman (menurut saya lho),, karna realitanya jauh lebih baik dari ekspektasi saya sebelumnya.

 

PS :
H- beberapa jam sebelum berangkat, teman seperjalanan saya sempat menyatakan sesuatu yang cukup insane bagi saya,,, “Kak Histor, ini acara bener-bener ada kan? Bukan fake,, soalnya kita khawatir takutnya karna bla bla bla.. (semua hipotesis pun keluar).” Yang Cuma saya tanggapi dengan sedikit terkesima, hah??? Ya nggak lah,,, tenang aja,, man,,, i’ve been like this event before,,, it’ll be oke… Hahahaa,,,, Saya tau sebenarnya kekhawatiran teman saya tadi digawangi rasa ketidakamanan yang dikonsumsi dari media-media lokal maupun international yang membuat dia punya kekhawatiran khusus untuk negara yang satu ini. Reasonable,, its ok dear… Saya sempat terpikir untuk tetap berangkat sendiri kalau-kalau ternyata keluar keputusan yang tidak disangka dan berakhir dengan tidak jadinya mereka berangkat kesana.

Tapi, setelah penyambutan di bandara tadi, teman saya benar-benar menyesal pernah berpikiran buruk tentang panitia dan acara ini,, benar-benar merasa bersalah,,, hehehe… gak apa-apa kq berniat untuk lebih waspada,,,

 

To be continue…
Jatinangor, 161210, 23.24

 

Advertisements

One thought on “(IYCF Journal) A week in Islamabad (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s