A day in Thailand (2)


Jadwal hari ke-2..

3 December 2010
08.00 Ready to Explore BANGKOK..
Take a walk from one to another place,, visit some Temple (Wat) around Khao San Road
09.00 Arrived around Grand Palace,, naek tuk-tuk (40 Bath) and go to other place
– Another Wat..
– Visit Jewelry Factory
– Visit Marble Temple
10.30 Arrived @Grand Palace (Ticket : 350 Bath/ppl)
11.45 Back to Khao San Road
12.00 Lunch @Ethos Vegetarian Food
13.00 Buy Thonburi Bus Ticket to the airport (150 Bath/ppl)
14.30 Go to the Airport (bye-bye Khao San Road)
15.30 Left bagage counter
16.00 Check in,, (airport tax 700 Bath)
18.35 Get inside the plane..
18.50 Take off from Suvarnabhumi airport, Thailand, to Benazir Bhutto Airport, Pakistan

Tidak ingin menyia-nyiakan waktu di Thailand, jam 8 pagi langsung saja saya keluar dari penginapan. Dimulai dengan jalan kaki mengitari kawasan objek-objek wisata disekitar Khao San road,, Di sepanjang jalan banyak temple -yang saya sendiri sampai lupa namanya- yang bisa dikunjungi,, Tujuan utama saya adalah grand palace. Sampai disekitar halaman depan gedung ministry of Defense and ministry of Justice, saya sempat bingung karna didepan saya ada bangunan besar yang entah dari mana pintu masuknya. Sedang bingung begitu, tiba-tiba ada orang baik yang menjelaskan banyak objek wisata yang seharusnya saya kunjungi disekitar bangkok. Kamudian dia menawarkan saya untuk naik tuk-tuk ke tempat-tempat yang tadi dia sebutkan. Tak lama dari itu, saya pun sudah berada di dalam tuk-tuk dan berkelana disekitar bangkok,,,

Bersama tuk-tuk, sampailah ke satu temple (yang katanya) sudah berumur 200an tahun, waooowww,,, eh tapi pas sampai di lokasi, kq sepi dan begini doank ya?? Kriikk kriiikk,,, saya langsung tiba-tiba ingat, oia, saya kena modus penipuan tuk-tuk lagi nie,, well, selama si tuk-tuk belum begitu merugikan, saya teruskan saja perjalanan. Kemudian kami ke Jewelry Factory, which is just like the ordinary jewelry store,, wkwkwkwkk…. Secara emang jalan-jalan tak berduit, y g belanja apa-apa disana,, Nah, sekeluarnya dari jewelry factory ini, si sopir tuk-tuk mulai agak beda, setelah ngeliat saya gak nenteng belanjaan apa-apa. Heuhh,, mafia tuk-tuk nie,, udah mulai berasa kita mau dikerjain… trus berlanjutlah perjalanan kami.

Ditengah jalan, belum sampai ke tujuan selanjutnya (Marble Temple), si sopir tuk-tuk ngerayu kita untuk mampir di salah satu tempat (lupa namanya). Kita disuruh mampir biar dia dapet free gasolin 5L. Saya tiba-tiba langsung inget dengan jelas warning-warning dalam buku Travel in Thailand, ini salah satu modus penipuan, dimana kalau kita pergi ke tempat tersebut dan g beli apa-apa, kita bakal dihina-hina sama mbak-mbak penjual di toko tsb. Cihhh,, kali ini sudah terbaca dan saya dengan keukeuhnya gak mau mengiyakan tawaran dia. Well, kalo secara hati nurani sie pengen banget membantu, tapi sayangnya niatan mereka secara g langsung untuk menjerumuskan turis-turis yang ke Thailand.. sayang sekali.,.. Akhirnya, karna kami terus dipaksa dan tetep gak mau, si bapak yang awalnya ramah dan sangat informatif langsung berubah bermuka geram dan menjalankan tuk-tuknya dengan ngebut n ngerem-ngerem mendadak,, fiiuuuuhhh…. Dia bilang kalau memang kita gak mau mampir ketempat yang dimaksd tadi jadi ongkos 40 Bath (yang seharusnya buat sampai balik lagi ketempat dimana kita naik) hanya sampai di Marble temple. Dan, saya bilang, yasudah gak apa-apa.. dan si bapak makin bete,,, ahahahaaa… lucu juga sie sebenernya,, belum tau dia kalo saya juga cukup keras kepala 😛

Sampailah kita dengan selamat (alhamdulillah) di marble temple.. Lumayan menarik.. berhasil membuahkan berbagai pose disekitar temple 😛 Dan setelah istirahat, foto-foto dan liat-liat sejenak disana, kami pun langsung menyetop Taxi Meter kembali menuju Grand Palace dengan membayar 60 Bath. Akhirnyaa,, sampai juga di Grand Palace yang terkenal itu… Sebelumnya (based on Travel in Thailand book) saya sudah mendapat informasi bahwa tiket masuk grandpalace lumayan mahal, sampai dengan 350 Bath, tapi juga disebutkan bahwa uang sejumlah itu sebanding dengan view yang ditawarkan didalamnya,,, Saya pun tidak ragu-ragu membayar sekian bath. Dan memang, banyak sekali pagoda-pagoda, temple-temple yang keren-keren yang bisa diabadikan… Ciri khas temple nya berwarna kuning emas dengan tempelan pecahan-pecahan kaca berwarna-warni, cantik sekali!! Apalagi setelah disinari matahari,, wahhh keren banget,,,, gak nyesel ngunjungin Grand Palace..

Akhirnya, setelah puas memandangi banyak pagoda-pagoda cantik, saya pun segera kembali ke guest house mengingat maghrib nanti saya harus kembali melanjutkan flight saya ke Islamabad. Sebelum sampai di guest house, saya dan teman menyempatkan makan siang terlebih dahulu di Ethos Vegetarian Food. Tersedia banyak menu dari beberapa negara, termasuk Indonesia. Ada Nasi goreng dan tempeh,, Wah wah wah… terharu.,. saya pun memilih menu-menu yang masih terasa cocok untuk perut, walhasil saya pesen Kari yang sebenernya kalo dikita namanya SAYUR LODEH,,, hahaha… lengkap dengan guava juice… Lumayan,,,,

Lagi asik-asik makan, trus kita di samperin sama owner restaurantnya, namanya Phill Knig, ramaaahhh bangettt… Standar lah ya, dimulai dengan kenalan n nanya-nanya ngapain di Thailand. N After that, saya dan dia terlibat dalam pembicaraan tentang hidup. Kebetulan kehidupan memang topik pembicaraan favorit saya, dan saya pun sangat nyaman berbicara banyak hal dengan Phill.

Phill adalah seorang warga negara Australia yang sudah 15 tahun lamanya keluar dari Australia dan berkelana kesana kemari, sempat 3 tahun di Belgia, dan sudah 7 tahun di thailand. Berawal dari rasa penasaran saya mengenai alasan Phill membuka restaurantnya, dan berakhir dengan banyak cerita tentang kehidupan. Phill berkata

“Im just trying to live a simple life. I live for NOW, not for tomorrow or yesterday. Many people too bussy to plan what to do next in the future and so they cant even enjoy their present life. Many people too bussy to pursue their success in life with human being parameter and so they ended up as a slave, work for money with no time to spend their own money. For me, Im just living a simple life. Im living my present life.” (dengan sedikit gubahan)

Dan saya Cuma bisa mengangguk-ngangguk kuat tanda fully agree with him. Saya pun sempat share (baca : curcol) kenapa saya agak sedikit terlambat lulus karna saya menikmati hal-hal yang sedang saya lakukan saat ini, kami berbagi tentang pilihan hidup, tentang konsep kebahagiaan dan lain sebagainya. Waaooww!! Really nice noon with nice people to talk to in the nice place to spend time for… Dan saya percaya, pertemuan dan percakapan saya dan dia bukan sebuah kebetulan. Dan sekali lagi saya membuktikan, bahwa kita akan didekatkan dengan orang-orang yang sejalan dengan refleksi diri kita… Saya dan dia pun bertukar nomer kontak dan email, untuk selanjutnya merencanakan project bersama to work for others who need help…

Oke, kembali lagi ke perjalanan saya. Setelah selesai makan, saya sempat dibantu oleh Edward (penghuni guest house, chinesse lived in Vancouver, Canada) untuk membeli tiket bus menuju airport seharga 150 Bath/orang. Selanjutnya, saya pun bersiap packing-packing dan menunggu bus tiba and say goodbye to Bangkok, Thailand, menuju Islamabad, Pakistan.

What a great experiences back there!!!

End of thailand trip
Jatinangor, 151210, 17.3
2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s