A day in Thailand (1)


 

Setelah gak enak badan gara-gara kecapean selama 2 minggu dijalan kesana-kesini, akhirnya bisa juga menyempatkan nulis,,, Ada beberapa teman yang bertanya,, “ngapain ke Thailand?? Jalan-jalan ya?? Bukannya kamu mau ke Pakistan??” etc etc etc…. Nah,, sekarang saya akan memberikan penjelasan,,,

Perjalanan ke Thailand ini bukan hanya jalan-jalan karna kebanyakan duit,, tapi sebenernya justru gara-gara gak punya cukup uang untuk bisa melakukan perjalanan dengan jalur cepat ke Pakistan. Masih inget kan cerita saya sebelumnya tentang hectic-hecticnya nyari flight tiket ke Pakistan, nah tiket murah yang saya peroleh untuk bisa sampai di Pakistan membuat saya mau gak mau memilih jalur via Thailand dengan waktu Transit 23 jam. Jadi sebenarnya bukan karna benar-benar diniatkan berkunjung ke Thailand, tapi disempet-sempetin mampir dalam kurun waktu sekian jam tadi, lumayan bisa nambah cerita kalau saya sudah pernah ke Thailand.

Oke, sekarang kita mulai ceritanya. Di awal saya sempat berpikir, wah, saya punya 23 jam untuk kesana kemari di Bangkok dan sekitarnya,, ternyata saya lupa menghitung waktu check in n check out dari bandara, hahaha,, walhasil setelah dipotong sekitar 8 jam, saya punya waktu kurang lebih 15 jam untuk eksplorasi Thailand.

Perjalanan dimulai dengan Jadwal seperti dibawah ini

2 December 2010
19.25 (Local time) land in Suvarnabhumi, Thailand
19.35 Bagage Claim and everything
20.15 Finding Left bagage counter (100 Bath/bag/day)
20.45 Sky Train from Suvarnabhumi to Phaya thai (15 Bath)
MRT from Phaya Thai to Sala Daeng Station (transit 1x) (25 Bath)
21.10 Arrived in Siloam Night Market
23.00 Siloam Night Market to Khao San Road (Backpacker Area) by Taxi meter (80 Bath)
23.30 Arrived @Khao San Road,, hunting a guest house to sleep over…
23.45 Check in @Central Guest House (220 Bath/2ppl)
00.15 Explore Khao San Road
02.30 Back to Central guest House

Pertama kali yang saya lakukan setelah berkutat dengan passport control, bagage claim and everything, saya langsung saja mencari Left bagage counter dalam rangka memperlancar perjalanan eksplorasi saya di Thailand, maklum ini bukan tujuan utama, jadi bagage yang saya bawa masih sangat banyak dikarenakan banyaknya bahan-bahan untuk presentasi di confrence, merchandise, dan semacamnya. Setelah counter left bagagenya sudah saya temukan, langsung saya sisihkan barang-barang yang benar-benar perlu saya bawa untuk menginap semalam di Bangkok, walhasil 4 bagage saya dan teman dititipkan, dan saya harus ikhlas mengeluarkan 400 Bath (dengan kurs 1 Bath = 300 rupiah) untuk jasa penitipan barang tersebut. Sebanding dengan kenyamanan saya keliling Bangkok tanpa harus keberatan menyeret-nyeret barang kesana-sini.

Berbekal buku Travel Guide yang dibeli oleh teman saya di Bali, kami langsung mencari tourist information center untuk menanyakan cara untuk sampai di Siloam Night Market. Alhamdulillah, orang-orang Thailand di Airport sebagian besar mampu berbahasa inggris, jadi tidak terlalu sulit untuk bertanya dengan petugas-petugas di airport bagaimana cara kesana-sini.

Siloam Night Market

Setelah mendapatkan informasi, langsung saja saya cari Sky train dengan tujuan Phaya Thai. Beli ticket via vending machine seharga 15 Bath. Di dalam Sky train banyak tourist yang bisa dijadikan tempat bertanya tujuan selanjutnya dan tak lupa tetap ditemani dengan Tourist guide book tadi. Sesampainya di Sky Train, saya langsung mencari vending machine yang menjual tiket MRT dengan tujuan Sala daeng, harga tiket 25 Bath. Kurang lebih 15 menit dengan 1 kali transit MRT, saya sampai di Sala Daeng. Turun tangga, keluar dari MRT station, n easily I can find Siloam Night Market… Disana, sangat banyak tourit berseliweran,, sepertinya memang sudah menjadi satu dari tujuan utama perjalanan mengitari Bangkok Thailand.

Shopping sana, shopping sini, tawar-menawar harga sampai 2/3nya, akhirnya setelah 2 jam, saya dan teman saya pun sudah merasa tidak sanggup untuk berjalan lebih jauh lagi hunting-hunting barang murah kenang-kenangan dari Thailand. Based on buku travel in Thailand tadi, kami langsung mencari Taxi Meter (Taxi berargo) dengan tujuan Khao San Road (Backpacker area). Langsung saja saya hampiri salah satu Taxi dan menyampaikan bahwa kami ingin ke Khao San Road, tapi sayangnya mereka langsung mematok harga tinggi yang membuat saya urung untuk menerima tawaran. Ada lagi Tuk-tuk (kendaraan tradisional di Thailand) yang ikut menawarkan harga miring ke tempat tujuan (yang bagi saya masih terasa mahal).

Sambil mencari-cari kendaraan, sekali lagi saya itari Siloam market, dan sampai di satu lapak penjual yang menyarankan kami untuk accross the road n mendapatkan Taxi Meter disana. Taxi yang benar-benar mengaktifkan argonya,, -Tips nie buat temen-temen yang nantinya akan ke Siloam Market- Setelah menyetop satu taxi berargo, saya dan teman langsung menuju Khao San road, dengan harga 80 Bath saja!! Jauh lebih murah dari taxi-taxi dijalan sebrang yang mematok harga 150 Bath,,

Khao San Road

Setelah istirahat sejenak di Taxi selama 30 menitan, sampai juga kita di Khao San road, alhamdulillah…. Well, saya sebenarnya sangatttt penasaran dengan Khao San road yang jadi kawasan Backpacker yang berkunjung ke Thailand, seperti apa sie? Karna jujur ini kali pertama saya bermalam di Backpacker area. Dan ternyata,, banyaakkk sekali tourist terutama backpacker yang berwajah western,, Langsung saja saya ikuti peta Guest House murah dalam buku Travel in Thailand tadi, dan sampailah saya dan teman saya di Central Guest House. Dengan tarif hanya 220 Bath/day/2ppl (hanya Rp.66.000 untuk 2 org/malam) waaaooowww!! Well,, g bisa banyak berekspektasi, namanya juga rumah penduduk yang dijadikan penginapan sementara, adalah 1 kasur no.1 dan 1 kasur no.2 (yang sebenernya bisa dipakai untuk 3 orang), ada kipas angin, share bathroom, free internet servoce dengan menggunakan komputer di loby guest house. I was really proud of myself setelah berhasil menemukan penginapan itu, hahahahaaaa… hanya berbekal buku doank dan saya bisa sampai dengan selamat bersama teman say!! Waaaooowwww… 😛

Langsung saja kami melepas lelah sejenak dengan berbaring,, fiuuuuhhhh nyamannyaa…. Tidak lama, hanya sekitar 30 menit, kemudian kami memutuskan untuk melanjutkan eksplorasi di Khao San road, capek memang, tapi kapan lagiiii,,, buat apa jauh-jauh Cuma buat numpang tidur,, no way!!

Khao San road really crowded at night!! Semua backpacker keluar.. Sebenarnya kalo tempat seperti Khao San Road itu ada di Indonesia, saya tidak akan pernah berani mampir apalagi jalan-jalan disekitarnya, karna disana banyak sekali Bule-bule western yang mondar-mandir sambil ngerangkul cewek dan megang botol minuman alkohol,,, hiiiiii ngeriii…. Tapi karna memang aman dan saya pahami sebenarnya itu tradisi mereka, saya beranikan saja keluar dan jalan-jalan sebentar. Liat-liat jualan disekitarnya untuk sekedar mencari kaos “I LOVE BANGKOK” dan mengisi perut yang sudah kerucukan dari tadi. Sempat kami mampir membeli buah segar, dan membeli kebab. Kebab yang ternyata dagingnya entah sudah sejak kapan disana, yuck!!!! Penjual Kebab Penipu!! Kebab pun dibuang begitu saja.. Padahal sengaja kita beli kebab karna alasan kehalalannya… Akhirnya berakhir di KFC setempat… kenyang jugaaa…

Setelah sekitar 1,5 jam muter-muter, akhirnya saya dan teman kembali ke guest house dan have a really good night sleep… whoooaaammmmm,,,,zzZzZZzzzzzzZZZzZZzZzZzzzz,,,,

to be continued

Jatinangor, 151210, 15.35

Advertisements

One thought on “A day in Thailand (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s