Kenapa masih disini?


Pernah bertanya kenapa kita masih disini?
Karna ketidaklayakan kita kah?
Atau karna memang belum sampai saat yang tepat untuk berpindah tempat?

 

Sekali saja berhenti sejenak dan menyusuri dalam diri
Dan bertanya, mengapa masih saja kita disini??
Selambat itukah kita untuk menyamai ritme yang lain?
Atau karna kita salah memasuki arena diantara mereka yang sudah begitu jauh diatas kita??

 

Sempatkah sesaat termenung dan menyesali diri
Kemudian bertanya, mengapa tak kunjung beranjak juga kita dari sini?
Tidakkah waktu kemarin sudah cukup membuat kita beringsut sedikit saja kesana?
Kurang maksimalkah usaha kita selama ini??

 

Seringnya,,,
Belum juga sampai pada pertanyaan itu
Keluhan sudah mendahului waktu perenungan kita’
Tidak juga sempat sedikit waktu tersisa untuk bertanya tentang keberadaan kita disini
Penyesalan sudah menyelubungi gerak kita yang sempat tertahan saat ini
Jangankan untuk bertanya,,
Kata pun tak sempat terucap,,
Airmata sudah tumpah membalut penyesalan ketidakmampuan diri

 

Hey,,,
Kenapa tidak kita coba mengontrol emosi
Agar pikir bisa lebih jernih tanpa harus didahului hati
Kenapa tidak kita berpikir lebih positif
Sehingga sesal tidak keburu terasa karna syukur jadi yang pertama menyeruak
Kenapa tidak kita perluas cara berpandang kita
Tak lagi sempit segala berakhir ketika akhirnya kita memang masih disini

 

Percaya saja,,
Semua yang telah terjadi
Semua yang membuat kita masih disini
Semuanya untuk membuat kita lebih manis
Ketika saatnya kelak kita harus dipetik dan berpindah dari pohon
Agar lebih besar berkontribusi bagi yang lain..

 

Mungkin saja
Kita masih disini
Karna kita diminta untuk mengenal sekeliling kita
Lebih baik lagi…

 

Tidak ingatkah kita?
Semua yang dilakukan dalam waktu lama
Selalu memberikan hasil yang nyata
Selama kita teguh menjalaninya..

 

Bukankah karnanya kita masih ada disini?
Untuk menjadi ahli yang tak bisa tertandingi
Oleh mereka yang hanya tinggal sejenak lalu pergi

 

Semua tinggal terserah pada diri kita
Hanya mendapat sesal dan keluhan yang tak berujung
Atau tetap ditempat yang sama dengan isi yang terus penuh tak terbendung

 

Jatinangor, 181110, 20.56

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s